Rabu, 16 Maret 2022 14:54 WIB

Mengelola Keuangan Keluarga yang Sehat

Ditinjau oleh : Banyak tantangan yang biasa terjadi kepada kaum wanita dewasa yang memiliki tanggung jawab besar dalam hidupnya

picture-of-article

Banyak tantangan yang biasa terjadi kepada kaum wanita dewasa yang memiliki tanggung jawab besar dalam hidupnya, seperti yang telah menikah, memiliki anak, mengelola bisnis hingga mengelola diri dalam rumah tangga. Para wanita dengan profil seperti berusia 40-55 tahun, bekerja atau telah berkarir pada middle atau top level, berkeluarga serta memiliki Moderate risk profile biasa disebut sebagai Middle Adulthood Woman.

Biasanya Middle Adulthood Woman ini memiliki risiko tantangan tersendiri yang perlu diwaspadai seperti Biaya perlindungan akibat kehilangan pendapatan (meninggal, cacat/sakit, resign), Biaya mengurus rumah tangga, Biaya kesehatan keluarga, Biaya pendidikan dan pernikahan anak, Biaya perlindungan (kehilangan/kerusakan) & perawatan asset, Biaya ibadah dan rekreasi serta Persiapan pensiun. Hal tersebutlah yang mempengaruhi pentingnya Pengelolaan Keuangan Keluarga.

Dalam mengatur itu semua maka diperlukan juga kesejahteraan (Wellbeing) dalam bagian sebagai seorang yang berkarir. Mengapa poin Wellbeing ini penting bagi Telkomers? 

Hal ini dikarenakan adanya beberapa contoh pada Perusahaan Internasional yang telah berhasil menerapkan Wellbeing di organisasinya dengan mengimplementasikan kesehatan fisik untuk mendorong karyawan menjadi lebih tangguh, fokus dan juga optimis dalam menghadapi pekerjaan mereka.

Telkom sendiri menerapkan pentingnya perhatian terhadap Wellbeing karyawan dengan harapan bahwa karyawan menjadi lebih produktif, lebih sejahtera dan berdampak pada peningkatan bisnis perusahaan.

Lantas apa yang perlu diperhatikan dalam menerapkan Financial Planning ini? Financial Planning atau perencanaan keuangan mengacu pada evaluasi keadaan dari keuangan seseorang pada saat ini dan masa depan. Hal tersebut membutuhkan perencanaan yang efektif dalam pemanfaatan sumber daya keuangan guna memenuhi tujuan saat ini dan jangka panjang meliputi investasi rencana, manajemen biaya serta rencana dana pensiun.

Dalam perjalanannya perlu juga menimbang-nimbang jenis risiko dari investasi yang akan dijalani serta bagaimana mitigasinya, kemudian pemilihan alokasi dana yang tersedia pada aset-aset penting, serta juga memiliki pengetahuan terkait pajak atas pendapatan yang diperoleh dari alokasi investasi yang dilakukan.

Adapun parameter yang perlu menjadi pertimbangan dalam merencanakan keuangan adalah sebagai berikut :

  • Goals (Tujuan)
  • Time Period (Jangka Waktu)
  • Risk Profile (conservative, moderate, aggressive) atau Profile Risiko.

Adapun 5 poin yang bisa anda jadikan referensi dalam proses perencanaan keuangan, hal tersebut meliputi :

  1. Mengevaluasi Kondisi Keuangan Anda saat ini
    Hal ini dilakukan dengan memperhatikan kondisi terkini, seperti status perkawinan, jumlah anggota keluarga, kondisi pekerjaan, usia, kondisi kesehatan, kondisi keuangan (aset & kewajiban, arus kas), polis asuransi dan lainnya.
     
  2. Menyusun Tujuan-Tujuan Keuangan Anda (SMART)
    Hal ini dengan menyusun tujuan yang ingin dicapai, baik dalam jangka waktu panjang maupun jangka waktu pendek.
     
  3. Menyusun Perencanaan Keuangan dan Alternatifnya untuk Mencapai Tujuan-Tujuan Keuangan
    Perencanaan keuangan dapat berupa kegiatan yang akan dilakukan dan bauran produk keuangan yang akan digunakan, dikaitkan dengan jangka waktu pencapaiannya.
     
  4. Melaksanakan Perencanaan Keuangan yang Sudah Tersusun dengan Disiplin
     
  5. Mereview dan Menyempurnakan Rencana Keuangan Secara Periodik untuk Menyesuaikan Kondisi Keuangan Terkini.
    Hal ini dilakukan jika terjadi perubahan kondisi, sehingga perlu dilakukan lagi proses awal dalam mengelola rencana keuangan dan diteruskan dengan proses selanjutnya.

Baca juga : Hari Perawat Sedunia, Angkat Fokus Tema Investasi Keperawatan dan Menghormati Hak Perawat

0 Disukai

78 Kali Dibaca