Senin, 07 Februari 2022 18:11 WIB

Pasien Covid-19 di RS Masih Rendah, Kemenkes Ingatkan Masyarakat Untuk Tetap Disiplin Prokes & Ikuti Vaksinasi

picture-of-article

Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) memastikan hingga Minggu (6/2) tingkat keterisian BOR (Bed Occupancy Rate) nasional masih di tingkat aman, yakni 23,35% dari total 81,235 kapasitas tempat tidur untuk pasien Covid-19. Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid.

“Penambahan angka konfirmasi harian memang cenderung tinggi. Namun masyarakat tidak perlu terpaku pada jumlah tersebut dan jangan panik karena sebagian besar gejala yang ditunjukkan oleh pasien adalah gejala ringan atau tidak bergejala sama sekali dan lama masa perawatan juga lebih sebentar jika dibandingkan dengan kasus varian lainnya,” jelas dr. Nadia

dr. Nadia juga menyampaikan adanya potensi akan kenaikan kasus yang cukup tinggi pada 2 sampai 3 minggu kedepan. Oleh karena, diperlukan peran serta masyarakat untuk tetap waspada dan menaati protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Foto : Kemenkes RI

“Kami berharap masyarakat dapat benar-benar waspada dan mengetahui kondisi ini dengan baik, bahwa penularan dari varian Omicron ini lebih cepat daripada varian of concern COVID-19 yang lain, namun kasus kesakitan maupun kematian akibat varian ini rendah. Sehingga rumah sakit sebaiknya digunakan oleh pasien yang benar-benar membutuhkan, yaitu mereka yang memiliki gejala sedang hingga kritis,”jelas dr. Nadia

Selain itu, dr. Nadia juga menghimbau kepada masyarakat yang terpapar namun tidak bergejala ataupun hanya mengalami gejala ringan seperti batuk, pilek maupun demam dapat melakukan isolasi mandiri di rumah ataupun di lokasi isolasi terpadu dengan memanfaatkan layanan telemedisin maupun melapor ke Puskesmas terdekat.

“Jika masyarakat yang terpapar menjalankan himbauan ini, sesuai dengan aturan Kemenkes, angka keterisian rumah sakit kita bisa berkurang hingga 60-70%,”kata dr. Nadia

Meskipun varian Omicron tingkatan penyebarannya cukup tinggi namun tingkat kesakitannya lebih rendah dibandingkan varian sebelumnya, dr. Nadia berharap dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat serta diikuti dengan percepatan vaksinasi primer dan vaksinasi booster dapat meminimalisir lonjakan pasien covid-19 ini.

Baca juga : WHO Dalami Hipotesis Kasus Hepatitis Akut Berat Yang Melibatkan Adenovirus

0 Disukai

93 Kali Dibaca