Jumat, 25 Februari 2022 14:59 WIB

Waspadai Penyebaran Omicron Meningkat pada Klaster Keluarga

picture-of-article

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyampaikan peningkatan signifikan dari penyebaran Covid-19 varian Omicron untuk Klaster Keluarga. Hal ditandai dengan meningkatnya kasus positif terhadap anak-anak usia dibawah 5 tahun (balita) serta kelompok lansia. Kenaikan kasus pada Klaster Keluarga ini dilaporkan terjadi di beberapa daerah seperti Depok, Karawang, Tangerang Selatan, Kulon Progo, serta Tana Toraja.

Namun apa sebenarnya Klaster Keluarga yang dimaksud ini? jadi Klaster Keluarga yang dimaksud adalah penyebaran virus Covid-19 yang berasal dari anggota keluarga yang tinggal serumah. Biasanya, penyebaran berawal dari seseorang yang tertular akibat beraktivitas diluar rumah kemudian menularkan kepada anggota keluarga lain termasuk anak-anak dan lansia.

Adapun kenaikan kasus pada Klaster Keluarga ini terjadi akibat adanya beberapa faktor, seperti : 

  • Laju kecepatan penyebaran virus yang semakin cepat dan luas
  • Tanpa sadar menularkan virus akibat pasien positif tidak bergejala/asimptomatik
  • Keluarga sering melakukan kontak erat dengan pasien
  • Anggota keluarga yang masih melakukan kegiatan di luar rumah, seperti bekerja namun tidak menerapkan protokol kesehatan secara tepat dan baik

Adapun hal lain yang menjadi faktor kenaikan kasus positif Covid-19 pada Klaster Keluarga diantaranya adalah :

  • Adanya kecenderungan membiarkan anak-anak bermain bersama di lingkungan komplek/perumahan, padahal anak belum melakukan vaksinasi covid. Hal ini mengakibatkan potensi anak menjadi carrier virus, akibat kurangnya pemahaman terkait protokol kesehatan pada anak-anak.
  • Kegiatan kumpul warga, seperti melakukan arisan, kunjungan ke rumah tetangga, rapat warga, kegiatan olahraga bersama, perayaan hari besar negara/keagamaan,dll.
  • Melakukan liburan, piknik maupun jalan-jalan ke tempat publik yang ramai. Hal ini berpotensi terjadinya penyebaran virus dan membawanya kembali ke lingkungan rumah. Ada baiknya untuk kegiatan tersebut diganti dengan kegiatan yang dilakukan dirumah agar lebih aman dan sehat.

Selain itu, Isolasi mandiri pasien positif Covid-19 dirumah juga dapat menyebabkan terjadinya Klaster Keluarga. Hal ini dikarenakan adanya potensi penularan kepada anggota keluarga yang merawat pasien isolasi mandiri jika anggota keluarga yang merawat tidak membekali diri dengan alat pencegahan seperti APD, Sarung Tangan, dll.

Selain itu jika memang kondisi tempat tinggal tidak sesuai syarat untuk dilakukannya isolasi mandiri (tidak ada pemisahan antara kamar pasien positif dan anggota keluarga lain) maka sebaiknya melakukan karantina di tempat yang sudah disiapkan oleh pemerintah (Tempat Karantina Terpadu)

Mengingat hal tersebut, penting untuk dilakukan beberapa langkah pencegahan agar terhindar dari paparan Covid-19 varian Omicron ini pada Klaster Keluarga. Adapun beberapa langkah pencegahan tersebut berupa :

  • Protokol kesehatan COVID-19 sebaiknya juga dilakukan di dalam rumah, apalagi kalau ada keluarga yang baru beraktivitas di ruang publik.
  • Lakukan metode VDJ atau Ventilasi - Durasi - Jarak, yaitu pastikan sirkulasi udara di dalam rumah berjalan dengan baik.
  • Sering buka jendela maupun pintu agar udara bisa bergantian
  • Walaupun sesama anggota keluarga, durasi dalam berinteraksi juga sebaiknya dibatasi termasuk tetap melakukan physical distancing.
  • Gunakan alat makan yang berbeda dan segera cuci alat makan setelah menggunakannya
  • Terapkan gaya hidup sehat agar tidak mudah terserang virus, termasuk berolahraga dan mengonsumsi makanan serta minuman sehat.

Baca juga : Yakes Telkom Selenggarakan Expert Panel Bahas Evaluasi dan Review DOT Tahun 2023-2024

0 Disukai

192 Kali Dibaca