Kamis, 11 November 2021 14:16 WIB

Zoom Fatigue? Kelelahan Akibat Penggunaan Platform Video Conference.

picture-of-article

Situasi pandemi membuat kita beradaptasi dengan berbagai hal, salah satunya memanfaatkan media daring dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Saat ini hampir semua orang familiar dengan platform Zoom, media yang digunakan untuk kebutuhan meeting pekerjaan, sesi belajar-mengajar, serta interaksi dengan kerabat yang tidak bisa ditemui secara offline, semua dilakukan secara daring dengan memanfaatkan Zoom. Hanya saja, selain manfaat yang didapat, ternyata terdapat dampak lain yang ditimbulkan dari penggunaan platform tersebut.

Pernahkah Anda mendengar istilah “Zoom Fatigue”? Zoom Fatigue menjadi salah satu fenomena psikologis yang muncul dan dijelaskan sebagai kondisi kelelahan mental yang terjadi akibat penggunaan platform komunikasi virtual secara berlebihan. Kondisi ini merupakan hal yang umum terjadi dan merupakan hal yang benar-benar baru serta dapat terjadi secara intens.

Para peneliti dari Universitas Stanford mencoba mencari tahu apa yang menyebabkan kelelahan tersebut. Beberapa penyebab yang ditemukan antara lain: adanya delay audio dalam respon verbal virtual yang dapat berdampak negatif pada persepsi interpersonal, terlalu banyaknya kontak mata yang terjalin saat menggunakan platform yang membuat kita lelah, dan terlebih lagi ketika menggunakan platform tersebut maka tidak hanya melihat banyak wajah dengan jarak yang dekat, tetapi kita juga melihat diri sendiri sepanjang hari.

Lalu bagaimana tips yang dapat dilakukan untuk mengatasi kelelahan tersebut?

  • Selama rapat yang panjang, beri waktu diri kita untuk istirahat sejenak. Misal sekedar memalingkan badan dari layar atau melakukan stretching dengan mematikan video. Hal tersebut dapat dilakukan untuk memberikan gerak dan istirahat bagi tubuh. Bukan berarti dengan mematikan kamera maka kita tidak berpartisipasi aktif, namun hal ini memberikan keleluasaan sejenak bagi tubuh untuk bergerak sehingga kita tidak mengalami pegal ataupun kelelahan fisik lainnya.
  • Menggunakan tombol “hide self-view”, yang bisa diakses dengan cara klik kanan pada profile video Zoom. Mengapa? Dengan melihat diri sendiri secara terus menerus berjam-jam setiap hari saat berbicara dalam rapat dapat memberikan kelelahan tersendiri. Ibaratnya seperti sedang berkeliling dengan cermin. Ada banyak penelitian yang menunjukkan bahwa ada konsekuensi emosional yang negatif dengan melihat diri di cermin secara terus-menerus. Dengan menggunakan tombol hide self-view, kita tetap dapat on camera tanpa perlu melihat wajah sendiri secara terus-menerus.
  • Hindari multitasking. Dengan segala hal dilakukan secara virtual, tentunya kita beranggapan bahwa banyak hal dapat dilakukan dalam waktu bersamaan. Hanya saja, hal tersebut dapat mengurangi kinerja dan produktivitas. Para peneliti di Stanford menemukan bahwa orang-orang yang melakukan banyak tugas dalam satu waktu tidak dapat mengingat hal sebaik rekan-rekan mereka yang melakukan hal secara fokus di satu waktu.
  • Menggunakan pilihan platform lain seperti komunikasi menggunakan email atau telepon jika memungkinkan. Cek kembali jadwal kita, apabila ada hal-hal yang dapat dialihkan dengan menggunakan email atau telepon, maka pilih opsi tersebut.

 

Pada dasarnya, berikan batasan untuk diri dengan meluangkan waktu istirahat di tengah-tengah kesibukan jadwal secara daring. Video conference adalah hal yang baik untuk komunikasi jarak jauh yang bisa kita lakukan saat ini.

Di tengah situasi pandemi Covid-19, pertemuan daring menjadi pilihan efektif dan sehat. Zoom serta platform lainnya memudahkan kita untuk melakukan hal tersebut. Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk memitigasi dampak yang tidak diinginkan sehingga kesehatan mental tetap dapat terjaga. Ingat, “hanya karena kita dapat menggunakan plafform yang ada bukan berarti bahwa kita harus melakukannya?”.

 

(oleh Rahmi Maya Fitri, M.Psi., Psikolog)
 

Sumber:

https://news.stanford.edu/2021/02/23/four-causes-zoom-fatigue-solutions/

https://hbr.org/2020/04/how-to-combat-zoom-fatigue

Baca juga : Grief: Mengatasi Kepergian Orang yang Dicintai..