Jumat, 27 Oktober 2023 11:29 WIB

Cacar Monyet (Monkeypox)

picture-of-article

Apa Itu Cacar Monyet (Monkeypox)?
Cacar monyet (Monkeypox) merupakan penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia atau sebaliknya yang baru muncul keberadaannya dan disebabkan oleh virus Monkeypox (anggota genus Orthopoxvirus dalam keluarga Poxviridae). Penyakit ini dapat bersifat ringan dengan gejala yang berlangsung sekitar 2 – 4 minggu, namun juga dapat berkembang menjadi berat hingga menyebabkan kematian (Case Fatality Rate 3 - 6%). 

Cacar monyet dapat menyerang siapa saja, Berdasarkan data dari WHO didapatkan bahwa sebanyak 96,3% (82.215 dari 85.336 kasus yang diamati) penderita monkeypox merupakan laki-laki dengan usia rata-rata 34 tahun. WHO juga menemukan penderita monkeypox berdasarkan orientasi seksual yaitu: Pada kelompok laki laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki (LSL) ditemukan sekitar 83,2% (28.446 dari 34.180 kasus yang diamati), laki-laki biseksual sebanyak 7,4% kasus (2.108 dari 28.446 LSL yang diamati) dan orang yang memiliki status HIV positif sekitar 52,7% kasus (18.356 dari 34.832 kasus yang pernah di tes HIV). Selain itu, berdasarkan metode penularan didapatkan sebanyak 82,5% kasus tertular melalui hubungan seksual.

Sedangkan, kasus di Indonesia yang terkonfirmasi cacar monyet telah bertambah. Berdasarkan data harian yang diterima per tanggal 22 Oktober 2023, kasus konfirmasi dilaporkan bertambah menjadi 7 kasus sejak pertama kali dilaporkan pada 13 Oktober 2023, atau 8 kasus sejak pertama kali terkonfirmasi di pertengahan 2022.

  • Berlangsung sekitar 2 hingga 4 minggu.
  • Dapat parah pada anak-anak, wanita hamil atau orang dengan gangguan kekebalan tubuh dan kondisi kesehatan lainnya.
  • Masa inkubasi 6-13 hari, dapat berkisar dari 5-21 hari.
  • Erupsi kulit dimulai dalam 1 sampai 3 hari setelah onset demam. Ruam dimulai pada wajah, kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya.
  • Cacar monyet biasanya merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri.

Orang dengan ruam akut (papula, vesikel dan/atau pustula) yang tidak bisa dijelaskan pada negara non endemis dan memiliki satu atau lebih gejala dan tanda sebagai berikut :
- Sakit kepala
- Demam akut >38,5 derajat celcius
- Limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening)
- Nyeri otot/Myalgia
- Sakit punggung
- Asthenia (kelemahan tubuh)

Ada beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi virus cacar monyet, yang meliputi:

  • Hindari kontak dengan hewan yang dapat menjadi reservoir virus (termasuk hewan yang sakit atau yang ditemukan mati di daerah di mana cacar monyet terjadi).
  • Hindari kontak dengan bahan apapun, seperti tempat tidur, yang pernah bersentuhan dengan hewan yang sakit.
  • Pisahkan pasien yang terinfeksi dari orang lain yang mungkin berisiko terinfeksi.
  • Lakukan cuci tangan yang baik dan benar setelah kontak dengan hewan atau manusia yang terinfeksi.
  • Menggunakan alat pelindung diri (APD) saat merawat pasien yang terinfeksi.
  • Memasak daging dengan benar dan matang.
  • Cacar monyet disebabkan oleh Monkeypox virus dan cacar air disebabkan oleh Varicella-Zoster Virus. 
  • Periode demam cacar monyet selama 1-5 hari, sedangkan cacar air selama 1-2 hari sebelum munculnya ruam pada kulit.
  • Inkubasi virus cacar monyet selama 5-21 hari sejak tertular, sedangkan cacar air selama 10-21 hari.
  • Ruam pada cacar monyet dengan lenting besar dan berisi nanah, dimulai dari wajah dan menyebar hingga telapak tangan dan kaki, perkembangannya lambat. Sedangkan pada cacar air ruam dengan lenting berisi cairan bening, dimulai dari dada, punggung, dan wajah lalu menyebar namun tidak ke telapak tangan dan kaki, perkembangannya cepat. 
  • Terdapat pembesaran kelenjar getah bening pada pasien cacar monyet, di leher, ketiak, atau sela paha. Sedangkan, pada pasien cacar air tidak ada.
  • Durasi penyakit cacar monyet biasanya selama 2-4 minggu. Sedangkan cacar air selama 4-7 hari.
  • Risiko meninggal dunia dari pasien cacar air sebanyak 1-10% tergantung tipe virus. Untuk cacar air risikonya 0.03 per 1 juta penduduk.

 

Baca juga : Non Starchy Vegetables

1 Disukai

535 Kali Dibaca