Info Terbaru

Info Populer

Jenis-jenis Pengawet Makanan Selasa, 06 April 2021 14:57 WIB Bahan pengawet dibedakan menjadi pengawet organik dan anorganik. Berikut contoh-contoh bahan pengawet organik yang sering digunakan: Benzoat. Benzoat banyak ditemukan dalam bentuk asam benzoat maupun natrium benzoat (garamnya). Berbagai jenis soft drink (minuman ringan), sari buah, nata de coco, kecap, saus, selai, dan agar-agar diawetkan dengan menggunakan bahan jenis ini. Batas maksimum penggunaan Asam benzoat dan garamnya (Benzoic acid): Asam asetat. Asam asetat dikenal di kalangan masyarakat sebagai asam cuka yang menghasilkan rasa masam. Jika jumlahnya terlalu banyak akan mengganggu selera makan. Asam asetat dapat dipergunakan sebagai pelengkap makanan (acar, mi ayam, bakso, atau soto), antimikroba, dan pengawet (acar, saus tomat, dan saus cabai). Propionat. Jenis bahan pengawet propionat yang sering digunakan adalah asam propionat dan garam kalium atau natrium propionat. Propionat selain menghambat pertumbuhan jamur juga dapat menghambat pertumbuhan bacillus mesentericus yang menyebabkan kerusakan bahan makanan. Bahan ini sering dipergunakan untuk mengawetkan produk roti dan keju. Batas maksimum penggunaan Asam propionat dan garamnya (Propionic acid):  Sorbat. Sorbat yang terdapat di pasar ada dalam bentuk asam atau garam sorbat. Sorbat sering digunakan dalam pengawetan margarin, sari buah, keju, anggur, dan acar. Asam sorbat sangat efektif dalam menekan pertumbuhan jamur dan tidak mempengaruhi cita rasa makanan pada tingkat yang diperbolehkan. Batas maksimum penggunaan Asam Sorbat dan Garamnya (Sorbic acid):  Bahan pengawet anorganik yang sering digunakan: Sulfit. Bahan ini biasa dijumpai dalam bentuk garam kalium atau natrium bisulfit. Potongan kentang, sari nanas, dan udang beku biasa diawetkan dengan menggunakan bahan ini. Batas penggunaannya tidak melebihi 200mg-1gr/kg untuk produk pangan. Jika melebihi batas maksimum menyebabkan reaksi alergi. Propil galat. Digunakan dalam produk makanan yang mengandung minyak atau lemak dan permen karet serta untuk memperlambat ketengikan pada sosis. Propil galat juga dapat digunakan sebagai antioksidan. Garam nitrit. Garam nitrit biasanya dalam bentuk kalium atau natrium nitrit. Bahan ini sering digunakan sebagai bahan pengawet keju, ikan, daging, dan juga daging olahan seperti sosis atau kornet, serta makanan kering seperti kue kering. Perkembangan mikroba dapat dihambat dengan adanya nitrit ini sebagai contoh pertumbuhan clostridia di dalam daging yang dapat membusukkan daging. Jumlah nitrit yang ditambahkan biasanya 0,1% atau 1gr/kg baha. Bila lebih dari jumlah tersebut bisa menyebabkan keracunan, sakit kepala, dan muntah-muntah

Penatalaksanaan Diabetes Mellitus Kamis, 25 Februari 2021 18:31 WIB Tujuan pengelolaan DM secara umum adalah meningkatkan kualitas hidup Diabetisi. Tujuan pengelolaan DM meliputi:         Tujuan jangka pendek: menghilangkan keluhan DM, memperbaiki kualitas hidup, dan mengurangi risiko komplikasi akut. Tujuan jangka panjang: mencegah dan menghambat progresivitas penyulit mikroangiopati dan makroangiopati. Tujuan akhir pengelolaan DM adalah turunnya morbiditas (sakit) dan mortalitas (kematian) DM.         Untuk mencapai tujuan tersebut perlu dilakukan pengendalian glukosa darah, tekanan darah, berat badan, dan kolesterol melalui pengelolaan DM pasien secara komprehensif.         Langkah-Langkah Pengelolaan DM Umum Perlu dilakukan evaluasi medis yang lengkap pada pertemuan pertama, meliputi: Riwayat penyakit: usia dan karakteristik saat mulai terjadinya DM, pola makan, status gizi, status aktivitas fisik, riwayat perubahan berat badan, pengobatan yang pernah diperoleh sebelumnya, pengobatan yang sedang dijalani termasuk obat yang digunakan, perencanaan makan dan program latihan jasmani, riwayat infeksi sebelumnya, dan faktor risiko lain. Pemeriksaan fisik: pengukuran tinggi badan, berat badan, tekanan darah, pemeriksaan funduskopi (mata), pemeriksaan jantung, evaluasi nadi, pemeriksaan kaki secara komprehensif.  Evaluasi laboratorium: pemeriksaan kadar glukosa darah puasa dan 2 jam setelah TTGO (Tes Toleransi Glukosa Oral), pemeriksaan HbA1c (kadar glukosa darah dalam 3 bulan terakhir). Langkah-Langkah Pengelolaan DM Khusus Edukasi penerapan pola hidup sehat (pengelolaan gizi medis dan aktivitas fisik) bersamaan dengan intervensi farmakologis (pengobatan) dengan obat anti hiperglikemia secara oral (diminum) dan/atau suntikan. Pengetahuan tentang pemantauan mandiri, tanda dan gejala hipoglikemia dan cara mengatasinya harus diberikan kepada diabetisi. Berikut pengelolaan khusus DM, meliputi: Edukasi. Hal ini sebagai bagian dari upaya pencegahan dan merupakan bagian yang sangat penting dari pengelolaan DM. Terapi Gizi Medis. Diabetisi perlu mengetahui pentingnya keteraturan jadwal makan, jenis, dan jumlah kandungan kalori. Latihan Fisik. Latihan fisik dapat menurunkan berat badan dan memperbaiki sensitivitas hormon insulin. Pengobatan. Pengobatan diberikan bersama dengan pengaturan makan dan latihan jasmani (gaya hidup sehat). Pengobatan terdiri dari obat yang diminum (OAD = Obat Antidiabetik) dan suntik (insulin). 

Yakes Health Center