• icon-phone Contact Center Yakes Telkom : 022 - 4521405
  • Contact Center Yakes Telkom : 022 - 4521405

Info Terpopuler

Penatalaksanaan Diabetes Mellitus

Info Terbaru

Bahan Pengawet yang Dilarang Digunakan Selasa, 06 April 2021 15:00 WIB Berikut uraian beberapa contoh bahan tambahan sebagai pengawet makanan yang dilarang digunakan dalam makanan menurut PerMenkes RI Nomor 722/Menkes/Per/IX/88 beserta bahayanya bagi kesehatan : Boraks Boraks umumnya digunakan untuk mematri logam, membuat gelas dan enamel, sebagai pengawet kayu, dan pembasmi kecoa. Boraks ini sering disalah gunakan dalam pembuatan bakso, tahu, ikan asin, dan mi. Boraks bersifat iritan dan racun bagi sel-sel tubuh, berbahaya bagi susunan saraf pusat, ginjal, dan hati. Jika tertelan dapat menimbulkan kerusakan pada usus, otak, atau ginjal. Gejala yang timbul bila menyerang sistem saraf pusat adalah rasa mual, muntah, diare, kejang perut, iritasi kulit dan jaringan lemak, gangguan peredaran darah, kejang-kejang akibatnya koma, bahkan kematian dapat terjadi karena ada gangguan sistem sirkulasi darah. Asam Salisilat/Aspirin Asam salisilat dilarang digunakan sebagai bahan pengawet makanan di Indonesia, asam salisilat memiliki efek iritasi kuat ketika terhirup atau tertelan. Bahkan ketika ditambah air, asam salisilat tetap memberikan gangguan kesehatan pada tubuh karena dapat menyebabkan nyeri, mual, dan muntah jika tertelan. Hal yang timbul jika asam salisilat dalam jumlah berlebih masuk ke dalam tubuh, maka gangguan kesehatan dapat terjadi, misalnya terjadi pengerasan dinding pembuluh darah dan kanker saluran pencernaan. Formalin Formalin merupakan bahan pengawet terlarang yang paling banyak disalahgunakan untuk produk makanan. Zat ini termasuk bahan beracun dan berbahaya bagi kesehatan manusia. Jika kandungannya dalam tubuh tinggi, akan bereaksi secara kimia dengan hampir semua zat yang terdapat dalam sel sehingga menekan fungsi sel dan menyebabkan kematian sel sehingga tubuh mengalami keracunan. Ciri Makanan yang Mengandung Formalin dan Boraks Ikan segar : Tahan lama pada suhu kamar (25°C), lebih dari 1 bulan Tekstur keras, tidak berbau khas ikan dan tidak mudah hancur Tidak dihinggapi lalat.  Insang berwarna merah tua dan tidak cemerlang Warna putih bersih dengan tekstur yang kenyal Awet sampai 3 hari pada suhu kamar, tidak mudah busuk dan bau. Tahu mentah : Tekstur kenyal, tidak padat tetapi tidak mudah hancur. Awet sampai 3 hari pada suhu kamar, tahan sampai 15 hari dalam lemari es. Aroma menyengat bau formalin.   Mi basah : Mengkilat, tidak lengket dan sangat berminyak. Awet sampai 2 hari pada suhu kamar, tahan sampai 15 hari dalam lemari es. Aroma menyengat (tidak berbau mi) dan tidak mudah basi. Bakso : Lebih kenyal dari bakso yang menggunakan bahan daging. Tekstur kulit kering dan berwarna keputihan.    

Jenis-jenis Pengawet Makanan Selasa, 06 April 2021 14:57 WIB Bahan pengawet dibedakan menjadi pengawet organik dan anorganik. Berikut contoh-contoh bahan pengawet organik yang sering digunakan: Benzoat: Benzoat banyak ditemukan dalam bentuk asam benzoat maupun natrium benzoat (garamnya). Berbagai jenis soft drink (minuman ringan), sari buah, nata de coco, kecap, saus, selai, dan agar-agar diawetkan dengan menggunakan bahan jenis ini. Batas maksimum penggunaan Asam benzoat dan garamnya (Benzoic acid):   Kategori Pangan Batas maksimum mg/kg dihitung sebagai asam benzoat URT Makanan pencuci mulut (dessert) berbasis buah termasuk makanan pencuci mulut berbasis air berflavor buah. Jeli agar-agar (puding 200 1 sdt peres untuk 10 kg adonan Minuman berbasis air berperisa yang berkarbonat Minuman berperisa Minuman berkarbonasi Limun 400 1 sdt peres untuk 5 kg adonan Minuman berbasis air berperisa tidak berkarbonat Minuman rasa buah sirup berperisa Minuman mengandung jeli 400 mg/kg (kecuali minuman cair yang memerlukan pengenceran sebelum penyajian 900 mg/kg) 1 sdt peres untuk 5 kg adonan Kopi, kopi substitusi, teh, seduhan herbal, dan minuman biji-bijian dan sereal panas, kecuali cokelat Minuman teh dalam kemasan 600 (untuk produk-produk cair siap minum) 1 sdt peres untuk 3 kg air Keterangan URT (Ukuran Rumah Tangga): 1 sendok teh (sdt) peres = 2g 1 sendok makan (sdm) peres= 5g Asam asetat: Asam asetat dikenal di kalangan masyarakat sebagai asam cuka yang menghasilkan rasa masam. Jika jumlahnya terlalu banyak akan mengganggu selera makan. Asam asetat dapat dipergunakan sebagai pelengkap makanan (acar, mi ayam, bakso, atau soto), antimikroba, dan pengawet (acar, saus tomat, dan saus cabai). Propionat: Jenis bahan pengawet propionat yang sering digunakan adalah asam propionat dan garam kalium atau natrium propionat. Propionat selain menghambat pertumbuhan jamur juga dapat menghambat pertumbuhan bacillus mesentericus yang menyebabkan kerusakan bahan makanan. Bahan ini sering dipergunakan untuk mengawetkan produk roti dan keju. Batas maksimum penggunaan Asam propionat dan garamnya (Propionic acid):    Kategori Pangan Batas maksimum Mg/Kg dihitung sebagai asam propionate URT Produk bakeri roti tawar produk bakeri tawar bolu keik/kukis/pai bika ambon donat roti manis roti buaya 2000 1 sdt peres untuk 1 kg adonan Keterangan URT (Ukuran Rumah Tangga): 1 sendok teh (sdt) peres = 2g 1 sendok makan (sdm) peres= 5g Sorbat : Sorbat yang terdapat di pasar ada dalam bentuk asam atau garam sorbat. Sorbat sering digunakan dalam pengawetan margarin, sari buah, keju, anggur, dan acar. Asam sorbat sangat efektif dalam menekan pertumbuhan jamur dan tidak mempengaruhi cita rasa makanan pada tingkat yang diperbolehkan. Batas maksimum penggunaan Asam Sorbat dan Garamnya (Sorbic acid):    Kategori Pangan Batas maksimum Mg/Kg dihitung sebagai asam sorbat URT Es untuk dimakan (edible ice) Es tebak (digunakan untuk tebak) Es dawet (digunakan untuk dawet) 500 1 sdt peres untuk 4 kg adonan Makanan pencuci mulut (dessert) berbasis buah termasuk makanan pencuci mulut berbasis air berflavor buah jeli agar-agar (puding) 1000 1 sdt peres untuk 2 kg adonan Sayur dan rumput laut yang dimasak Getuk singkong 1000 1 sdt peres untuk 2 kg adonan Makanan pencuci mulut berbasis serealia dan pati Puding nasi Puding tapioka 1000 1 sdt peres untuk 2 kg air Kue beras Moci 1000 1 sdt peres untuk 2 kg adonan Produk bakeri Roti tawar produk bakeri tawar bolu keik/kukis/pai Bika ambon donat roti manis roti buaya 1000 1 sdt peres untuk 2 kg adonan Minuman berbasis air berperisa Minuman ringan minuman rasa susu minuman berperisa minuman berkarbonasi limun minuman rasa buah sirup berperisa minuman mengandung jeli 1000 1 sdt peres untuk 2 kg adonan Kopi, kopi substitusi, teh, seduhan herbal, dan minuman biji-bijian dan sereal panas, kecuali cokelat Minuman teh dalam kemasan 1000 (untuk produk-produk cair siap minum) 1 sdt peres untuk 2 kg air Keterangan URT (Ukuran Rumah Tangga): 1 sendok teh (sdt) peres = 2g 1 sendok makan (sdm) peres= 5g Bahan pengawet anorganik yang sering digunakan: Sulfit: Bahan ini biasa dijumpai dalam bentuk garam kalium atau natrium bisulfit. Potongan kentang, sari nanas, dan udang beku biasa diawetkan dengan menggunakan bahan ini. Batas penggunaannya tidak melebihi 200mg-1gr/kg untuk produk pangan. Jika melebihi batas maksimum menyebabkan reaksi alergi. Propil galat: Digunakan dalam produk makanan yang mengandung minyak atau lemak dan permen karet serta untuk memperlambat ketengikan pada sosis. Propil galat juga dapat digunakan sebagai antioksidan. Garam nitrit: Garam nitrit biasanya dalam bentuk kalium atau natrium nitrit. Bahan ini sering digunakan sebagai bahan pengawet keju, ikan, daging, dan juga daging olahan seperti sosis atau kornet, serta makanan kering seperti kue kering. Perkembangan mikroba dapat dihambat dengan adanya nitrit ini sebagai contoh pertumbuhan clostridia di dalam daging yang dapat membusukkan daging. Jumlah nitrit yang ditambahkan biasanya 0,1% atau 1gr/kg baha. Bila lebih dari jumlah tersebut bisa menyebabkan keracunan, sakit kepala, dan muntah-muntah

Yakes Health Center