• icon-phone Contact Center Yakes Telkom : 022 - 4521405
  • Contact Center Yakes Telkom : 022 - 4521405

Info Terbaru

image-newest
Artikel

Gula, Si Manis Yang “Berbahaya” Senin, 26 September 2022 15:29 WIB Gula merupakan karbohidrat sederhana yang sering dijumpai dalam berbagai macam olahan makanan dan minuman. Rasa manis pada gula memberikan sensasi identik yang dapat menimbulkan perasaan senang bila dikonsumsi, serta dapat memberikan tambahan energi bagi tubuh. Namun dibalik banyak manfaat yang dihadirkan oleh gula, terdapat bahaya yang cukup besar jika konsumsi gula tidak terkontrol. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Indonesia pada tahun 2018 lalu, tingkat konsumsi terkait gula di Indonesia sangat tinggi, yakni pada makanan manis mencapai 87.9% dan minuman manis 91,49%. Ini juga berkaitan dengan meningkatnya prevalensi kegemukan yang ada di Indonesia yakni mencapai 21,8% pada tahun 2018, dikarenakan konsumsi makanan dan minuman manis berlebih dapat meningkatkan berat badan. Selain dapat meningkatkan risiko kegemukan, konsumsi gula harian yang berlebih juga dapat menyebabkan gangguan terhadap metabolisme tubuh seperti, kerusakan pada gigi (karies), sulit menghentikan keinginan makan akibat gangguan sensitivitas hormon leptin, meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular hingga peningkatan risiko penyakit diabetes melitus akibat hiperglikemia. Mengingat banyaknya potensi berbahaya yang dapat terjadi, Kemenkes melalui Permenkes Nomor 30 Tahun 2013 mengeluarkan anjuran terkait konsumsi gula yang baik dan tepat. Anjuran tersebut menyebutkan konsumsi gula per orang per harinya adalah 10% dari total energi (2.000 kalori) atau setara dengan 4 sendok makan/orang/hari (50 gram/orang/hari). Adapun beberapa tips berikut dapat dilakukan untuk dapat membatasi konsumsi gula agar tidak berlebihan. Perhatikan label gizi pada makanan (kemasan) dengan baik, Jika membeli makanan atau minuman pastikan tanpa pemanis tambahan, Kombinasikan gula dengan protein, lemak sehat, dan juga serat, Tambahkan lebih banyak rasa selain manis, Jadikan pengurangan konsumsi gula harian menjadi sebuah kebiasaan yang sehat.

image-newest
Artikel

Memasuki Peralihan Musim, Waspadai Penyakit DBD Senin, 26 September 2022 15:29 WIB Memasuki masa peralihan menuju musim penghujan, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mengalami peningkatan. Berdasarkan data Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, jumlah kumulatif kasus konfirmasi DBD dari Januari 2022 dilaporkan sebanyak 87.501 kasus dengan angka kematian mencapai 816. Tingginya angka kasus tersebut menjadi indikasi untuk masyarakat terus melakukan pencegahan dan pengendalian terhadap penyakit DBD. Kemenkes menyampaikan saat ini upaya pencegahan tersebut telah dilakukan melalui Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J) dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus. Jumantik atau Juru Pemantau Jentik ini bertugas untuk melakukan pemeriksaan, pemantauan serta pemberantasan jentik nyamuk di tempat-tempat umum yang memungkinkan terjadinya pengembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti. Penyakit DBD ini dapat menyerang siapapun dari berbagai usia, dengan gejala akan muncul mulai 4 hingga 10 hari setelah digigit oleh nyamuk Aedes Aegypti. Adapun beberapa gejala umum yang muncul ketika terkena DBD, seperti : Demam tinggi mendadak, Sakit kepala, Muncul ruam, Nyeri otot dan sendi, Mual dan muntah serta kelelahan. Jika mengalami gejala-gejala dari siklus awal DBD, segera periksakan ke dokter agar dapat ditangani secara cepat dan tepat. Selain itu penting untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M Plus guna mencegah terjadinya DBD, hal tersebut meliputi : Menguras dan membersihkan tempat penampungan air secara rutin, Menutup rapat-rapat tempat penampungan air, Mendaur ulang/memanfaatkan barang-barang yang dapat menampung air hujan. Serta diikuti dengan pencegahan Plus seperti memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, tidur menggunakan kelambu, memasang kawat kasa di lubang ventilasi, menggunakan lotion anti nyamuk, memasang ovitrap/lavitrap/mosquito trap, serta melakukan larvasidasi di tempat yang sulit dikuras/ditutup.

image-newest
Artikel

Tingkatkan Kesadaran Risiko Penyakit Alzheimer & Bagaimana Cara Pencegahannya Rabu, 21 September 2022 10:33 WIB Peringatan Hari Alzheimer Sedunia atau World Alzheimer’s Day yang diperingati setiap tanggal 21 September menjadi momentum pengingat untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian global terhadap penyakit Alzheimer maupun Demensia. Penyakit Alzheimer sendiri merupakan penyakit otak yang menyebabkan penurunan daya ingat, menurunnya kemampuan berpikir dan berbicara, serta perubahan perilaku. Penyakit ini juga dapat berkembang seiring waktu dan mempengaruhi beberapa fungsi otak atau terjadi Demensia. Pada tahun 2022 ini, Hari Alzheimer Sedunia diperingati dengan mengusung tema “Know Dementia, Know Alzheimer’s” atau “Kenali Demensia, Kenali Alzheimer”. Fokus utama dalam tema tahun ini adalah dukungan terhadap orang-orang yang dinyatakan atau didiagnosis terkena Demensia. Hal ini sejalan dengan data dari ADI (Alzheimer’s Disease International) pada tahun 2022, dimana penderita Demensia membutuhkan dukungan komprehensif yang mencakup kesejahteraan medis, emosional dan, juga sosial. ADI juga menggaris-bawahi beberapa laporan terkait Alzheimer pada tahun 2022 ini, meliputi : Dampak diagnosis pada orang yang hidup dengan Demensia, pengasuh dan keluarga mereka. Pertimbangan medis, emosional dan praktis selama tahap awal, menengah dan akhir Demensia, termasuk untuk  berbagai bentuk Demensia. Intervensi farmakologis, kognitif dan multi domain saat ini dan masa depan dalam Demensia. Dampak budaya dan masyarakat pada dukungan pasca-diagnosis untuk orang yang hidup dengan Demensia, memperkenalkan model perawatan dari seluruh dunia. Pentingnya edukasi tentang Demensia. Adapun untuk penyebab terjadinya penyakit Alzheimer masih belum dapat dipastikan secara tepat, namun terdapat beberapa faktor risiko dari penyakit Alzheimer yang meliputi  Faktor Usia Ketika usia mencapai 65 tahun, maka risiko terkena Alzheimer akan meningkat menjadi dua kali lipat setiap lima tahunnya.   Riwayat Keluarga & Genetika Risiko Alzheimer akan meningkat jika ada anggota keluarga dekat (orang tua, kakak, adik, anak) menderita penyakit ini.   Jenis Kelamin Perempuan memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan laki-laki untuk terkena penyakit Alzheimer.   Gaya Hidup dan Kesehatan Jantung Faktor risiko penyakit jantung juga dapat meningkatkan risiko terkena Alzheimer, seperti : kurang berolahraga, merokok, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes yang tidak terkontrol. Sementara itu, untuk dapat mencegah terjadinya penyakit Alzheimer dapat dilakukan dengan melakukan hal-hal seperti melakukan aktivitas fisik 30 menit setiap hari, melakukan stimulasi otak dengan membaca ataupun dengan kegiatan hobi lainnya, bersosialisasi dan selalu meningkatkan pikiran positif, mendekatkan diri pada Tuhan dengan cara bersyukur, makan-makanan tinggi serat dan bergizi tinggi.

image-newest
Artikel

Mengenal Lebih Jauh Faktor Risiko Osteoporosis di Usia Senja Kamis, 15 September 2022 10:33 WIB Osteoporosis merupakan salah satu penyakit yang terjadi akibat kepadatan dan kualitas tulang berkurang. Menurut data dari International Osteoporosis Foundation, osteoporosis dapat dialami oleh 1 dari 3 wanita, dan 1 dari 5 pria yang berusia diatas 50 tahun atau telah berusia lanjut. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI sendiri mencatat prevalensi osteoporosis di Indonesia mencapai 23% pada wanita berumur 50-80 tahun, dan 53% pada wanita berumur 80 tahun keatas. Salah satu alasan terkait tingginya angka penyakit osteoporosis pada wanita ini dipengaruhi oleh adanya masa menopause yang dapat menurunkan kadar hormon estrogen sehingga mempengaruhi kemampuan pembentukan tulang. Adapun beberapa faktor risiko lain yang dapat menyebabkan terjadinya osteoporosis meliputi : Semakin bertambah usia, osteoporosis terjadi akibat tulang yang semakin menipis. Osteoporosis dapat terjadi akibat genetik. Hormon seksual, seperti estrogen pada wanita dan testosteron pada pria mengalami penurunan atau melemah. Pasien yang sedang mengalami masa pengobatan yang cukup lama. Kurangnya asupan vitamin D dan Kalsium. Memiliki gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok, mengonsumsi alkohol ataupun kafein dalam kadar tinggi. Osteoporosis juga termasuk dalam penyakit yang tidak memiliki gejala berat (silent disease). Namun, meskipun begitu terdapat beberapa tanda yang patut diwaspadai agar dapat mendeteksi terjadinya osteoporosis, seperti merasakan sakit punggung yang berkelanjutan dalam jangka waktu panjang, mengalami postur punggung bungkuk, menurunnya tinggi badan, dan sering mengalami cedera pada tulang.   Meskipun begitu, osteoporosis dapat dicegah dengan menjalani gaya hidup sehat. Beberapa langkah-langkah pencegahannya meliputi : Mengonsumsi makanan bergizi. Memenuhi asupan gizi tinggi kalsium, direkomendasikan untuk mengonsumsi 1.000mg untuk usia 19-50 tahun, dan 1.200mg untuk lansia. Mencukupi kebutuhan vitamin D. Olahraga teratur dan aktif bergerak. Hindari rokok, minuman beralkohol, serta kafein yang berlebih.

image-newest
Informasi

Manajemen Stress yang Baik Untuk Mental yang Sehat Rabu, 07 September 2022 17:19 WIB Masuk kedalam agenda Wellbeing Activity, webinar Sharing Santuy kali ini mengangkat tema “Coping with Stress” pada Rabu (7/9). Stress merupakan hal yang sering kita temui disekitar kita, namun dengan manajemen stress yang baik, kita dapat mengatasi stress tersebut. Kegiatan webinar kali ini diikuti oleh seluruh insan Yakes Telkom. Rahmi Maya Fitri, S.Psi selaku pembicara langsung menjelaskan apa itu stress. “Stress adalah respon adaptif terhadap situasi yang dianggap menantang atau mengancam kesejahteraan seseorang. Stress dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu: Eustress (yang bersifat sehat, positif, dan konstruktif), dan Distress (yang bersifat tidak sehat, negative, dan destruktif)” ujarnya. Stress disebabkan oleh setiap kondisi lingkungan yang memberikan tuntutan, baik secara fisik atau emosional pada individu. Gejalanya juga dapat kita lihat melalui reaksi tubuh dan merupakan eviden yang kuat atas stress yang kita alami. “Jika seseorang mengalami stress, apa yang dapat kita lakukan?kita harus dapat melakukan manajemen stress seperti: Menghilangkan atau mengubah stressor, menghindari dari sumber stress (berlibur, unplugging), mengubah persepsi terhadap sumber stress, mengendalikan konsekuensi dari stress, dan menerima dukungan sosial. Namun jika masalah yang kita alami sudah terlalu berat dan mulai mengganggu Kesehatan, maka sudah saatnya kita untuk mencari pertolongan ahli”, imbuhnya. Sangat penting bagi kita untuk mengenali keadaan psikis diri kita sendiri, dan dengan dengan menerapkan manajemen stress yang baik, tujuannya adalah untuk mendapatkan mental yang sehat.

image-newest
Informasi

Dirut Yakes-Telkom Bagikan Kunci Sukses Transformasi Organisasi Selasa, 06 September 2022 20:43 WIB Selasa (6/9), Direktur Utama Yakes-Telkom Tri Priyo Anggoro berkesempatan untuk bagikan kunci sukses dalam mengelola transformasi organisasi pada acara Pelatihan & Workshop dengan tema “Mewujudkan Sustainable Growth melalui Penguatan Value Telkom School” yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Telkom di Hotel Luminor Kota. Pada kegiatan ini, Priyo menyampaikan berbagai perubahan di segala bidang yang dilakukan di Yakes Telkom dalam rangka mencapai visi menjadi Institusi kesehatan terbaik di Indonesia dalam mengelola Layanan Kesehatan berbasis managed care dengan pemanfaatan teknologi digital terkini. Dalam paparannya, Priyo menjelaskan nilai penting dalam melakukan transformasi adalah dengan memfokuskan pada penguatan layanan. Selain itu perubahan kearah sentralisasi dan digitalisasi juga menjadi hal penting dalam menjadikan pengelolaan yang lebih efisien dan efektif. Selain itu,regenerasi di Yakes Telkom melalui Talent Day dan promosi karyawan merupakan bagian dari transformasi terhadap SDM.  Tidak hanya itu, transformasi juga dilakukan pada lini lain dalam Yakes Telkom, seperti pada transformasi keuangan Yakes mengembangkan aplikasi “SISCA” yang dapat menghemat pembiayaan hingga 90%. Pada transformasi di lini pelayanan, Yakes Telkom melakukan integrasi terhadap layanan kesehatan baik secara offline maupun online seperti membuat Contact Center, mengembangkan aplikasi Lovit, membuka klinik Sehat Yakes, Teleclinic, membentuk tim FAST, menyediakan Yakes Account Manager, hingga melakukan kerjasama dengan klinik mitra. Adapun kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 70 orang pimpinan dari sekolah yang dikelola oleh Yayasan Pendidikan Telkom. Harapannya dengan adanya sharing knowledge ini, Yayasan Pendidikan Telkom dapat mewujudkan sustainable growth melalui penguatan value Telkom School.

Info Terpopuler

image-popular
Berita

Digitalisasi Klinik Percetakan Negara, Terobosan Baru dalam Pelayanan Rabu, 16 Desember 2020 03:29 WIB Jakarta – Sebagai implementasi dari pemanfaatan teknologi dalam program POT CINTA, Yakes Telkom meresmikan Yakes Fitness Center yang telah direnovasi serta Digitalisasi Klinik Percetakan Negara di Jalan Percetakan Negara, Jakarta pada Kamis sore lalu(12/11). Upaya digitalisasi setiap program dan layanan Yakes ini ditujukan untuk mempermudah pelanggan dalam mendapatkan layanan sesuai dengan visi TelkomGroup, menjadi digital telco untuk memajukan masyarakat. Kegiatan launching dimulai dengan pemotongan pita secara simbolik oleh Afriwandi, selaku Direktur Human Capital Management TelkomGroup sebagai tanda peresmian dibukanya Yakes Fitness Center dan Digitalisasi Klinik Percetakan Negara. Dalam sambutannya, Afriwandi mengapresiasi kinerja Yakes Telkom dalam meningkatkan customer experience, khususnya memasukkan unsur digital dalam pelayanannya. “Yakes kini sudah berubah menjadi lebih baik, saya yakin kedepannya pasti bisa meningkatkan sistemnya lagi. Apalagi saya dengar citra Yakes Telkom di pelanggan itu positif, itu sangat bagus. Dengan begitu, citra Telkom pun akan ikut menjadi baik”, jelas Afriwandi. Pada kesempatan ini T.Zilmahram selaku Direktur Utama Yakes Telkom memaparkan sekilas tentang jejak langkah Yakes Telkom dalam mewujudukan visi menjadi institusi terbaik di Indonesia dalam mengelola layanan kesehatan berbasis managed care dan teknologi digital terkini. “Saat ini Yakes memiliki program-program POT CINTA untuk menjadi layanan yang lebih proaktif dalam melayani pelanggan. Seperti Sabaya, Yakin, Taman Sehati, Seharum, Kopi Cinta, Digikes, Café Poci, Kozi, Courtesy serta adanya dashboard secara realtime mengenai informasi covid di Telkom Group dan dashboard mengenai informasi investasi” jelas Zil. Kepala Area II Yakes Telkom, Anastasia Muriani juga turut menjelaskan mengenai pelayanan di Klinik Percetakan Negara yang kini semuanya sudah berbasis digital, mulai dari screening hingga konsultasi dengan dokter. “Klinik PN ini akan tetap menjalankan protokol COVID, pengukuran suhu tubuhnya sudah menggunakan thermoscan, tidak lagi memakai thermometer yang ‘ditembakkan’ ke dahi. Kemudian sebelum masuk ke poliknlik, pelanggan akan melakukan triase covid terlebih dahulu melalui website yang telah kami siapkan” jelas Anas. Bagi pelanggan yang ingin mengunjungi Poliklinik Percetakan Negara, lanjut Anas, bisa menggunakan Yakes Mobile untuk menentukan jadwal konsultasi, supaya tidak harus menunggu lama untuk mendapatkan pelayanan dari dokter. Anas juga menambahkan ragam layanan yang tersedia di Poliklinik Percetakan Negara. “Disini itu nanti ada layanan restitusi secara online, ada Café Poci yaitu café yang menyediakan makanan dan minuman bergizi untuk para pelanggan kita, serta taman sehati” pungkasnya. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan penandatangan prasasti secara simbolik oleh DirHCM. Semoga Yakes Telkom bisa semakin lebih baik lagi ke depannya.***dv    

image-popular
Artikel

Telemedicine menjadi alternatif konsultasi dimasa Pandemi Senin, 18 Januari 2021 11:05 WIB Tahun 2020 sudah selesai akan tetapi,  lain halnya dengan Pandemi yang sampai akhir 2020 belum kunjung usai. Dalam masa Pandemik ini, Yakes Telkom memberikan layanan Telemedicine yaitu pemakaian telekomunikasi untuk memberikan informasi dan pelayanan medis jarak-jauh. Telemedicine saat ini, menggunakan teknologi komunikasi dengan gadget untuk memberikan konsultasi fasilitas kesehatan di tempat yang berjauhan, bisa secara langsung via telepon, berkirim pesan, ataupun videocall dengan aplikasi WA (whatsapp) atau aplikasi Telegram. Layanan Telemedicine dibutuhkan oleh Pelanggan dalam masa pandemik Covid-19 saat ini karena ada beberapa layanan yang bisa didapatkan oleh pelanggan dengan menggunakan Telemedicine diantaranya adalah: Layanan Konsultasi medis dengan dokter dan petugas medis lainnya di Yakes Telkom. Memberi kemudahan saat pelanggan ingin mendapatkan Obat Rutin yang dikonsumsi tanpa harus datang ke Poliklinik Yakes Telkom. Permintaan rujukan pemeriksaan Laboratorium dan rujukan ke rumah sakit. Layanan konsultasi tentang restitusi. Layanan konsultasi non medis perihal kepesertaan. Kenapa harus Telemedicine? Guna mencegah penyebaran virus covid-19 lebih baik apabila dirumah saja untuk menghindari kerumunan, itulah sebabnya Yakes Telkom lebih menekankan Telemedicine daripada pelanggan datang langsung ke Poliklinik. Dengan Telemedicine para pelanggan tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan dari Yakes. Untuk layanan medis para pelanggan bisa melakukan konsultasi kepada para dokter, apabila memerlukan obat dokter akan memberikan dan dikirim menggunakan kurir. Demikian juga dengan rujukan bisa juga didapatkan dengan melakukan Telemedicine. Tidak hanya layanan konsultasi medis saja yang diberikan kepada para pelanggan, melainkan dari sisi Non Medispun bisa melakukan Telemedicine, salah satu contohnya adalah layanan Konsultasi kepesertaan. Untuk melakukan laporan update Faskes putra/i dari pelanggan, Pensiunan dapat mengirimkan foto atau scan persyaratan yang sudah lengkap kepada admin kepesertaan untuk diproses lebih lanjut. Selain itu juga pengajuan untuk cetak kartu kesehatan bisa dilayani secara online via Whatsapp ataupun Telegram, dengan mengirimkan persyaratan yang sudah lengkap kepada Admin Kepesertaan pengajuan cetak kartu kesehatan bisa diproses lebih lanjut. Saat ini Yakes Telkom tak henti-hentinya memberikan layanan yang terbaik kepada para pelanggan karena sesuai dengan slogan terbaru Yakes Telkom yaitu Sehat Tekad Kita, Melayani dengan Cinta (YKS05-01)

image-popular
Informasi

Kasus Positif Terus Melonjak, Segera Vaksinasi dan Kencangkan Prokes Minggu, 30 Januari 2022 21:49 WIB Lonjakan Kasus Harian Perupadata mencatatkan penambahan kasus harian Covid-19 sebanyak 9905 kasus (per 28 Januari 2022). Data yang ada juga menunjukkan 90,1% kasus konfirmasi nasional merupakan transmisi lokal dan tercatat sudah 3 pasien kasus konfirmasi Omicron meninggal dunia (memiliki komorbid atau penyakit penyerta dan 1 kasus belum divaksin). Kenaikan kasus harian Covid disinyalir akan terus meningkat dalam beberapa waktu kedepan. Gambaran kenaikan tajam kasus ini juga terlihat di lingkungan TelkomGroup. Munculnya 3 sub varian Omicron Baru-baru ini muncul 3 sub varian Omicron yaitu BA.1 BA.2 dan BA.3, status ketiganya masih terus diteliti. Sementara gejala dibandingkan Delta lebih ringan. BA.2 lebih infeksius dengan gejala lebih ringan dari BA.1. Mutasi virus memang bukanlah hal yang baru, apalagi Variant of Concern cenderung cepat menginfeksi dan akan banyak bermutasi. Yang harus digarisbawahi adalah jangan meremehkan dan jangan abai untuk mencegah virus semakin merajalela dan melahirkan varian yang berbahaya. Cegah dengan Vaksin dan Disiplin Prokes Sesuai dengan anjuran pemerintah melalui Kemenkes, perusahaan turut aktif mengambil langkah-langkah untuk mencegah laju penularan khususnya di lingkungan TelkomGroup dengan mempercepat upaya pelaksanaan vaksinasi booster untuk meningkatkan efektivitas vaksin primer.  Jadi bagi karyawan, pensiunan dan keluarga yg sudah mendapatkan e tiket di Peduli Lindungi dan telah 6 bulan dari vaksin ke 2, segera lakukan vaksinasi booster baik di sentra vaksinasi, RS atau puskesmas terdekat. Ayo kita cegah peningkatan laju Covid dengan tidak panik seraya meningkatkan protokol kesehatan dengan selalu gunakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, rajin mencuci tangan, menghindari bepergian kecuali sangat mendesak, dan menghindari kegiatan makan bersama. Semangat Sehat!  #SEMUAWAJIBPAKAIMASKER #SegeraVaksin

image-popular
Artikel

Be Mindful of Your Mental Health Sabtu, 24 Oktober 2020 08:36 WIB Tidak dipungkiri lagi bahwa kesehatan mental merupakan salah satu bagian yang menandakan sehatnya seseorang. Sehat tidak hanya dilihat dari kondisi fisik saja, tetapi bagaimana kondisi psikologis diri kita. Di tengah kondisi pandemic Covid-19 yang melanda, mari kita tanyakan ke diri sendiri, sejahterakah kita secara psikologis? Sejahtera secara psikologis menandakan bahwa diri kita memiliki perasaan yang baik (feeling good) dan dapat berfungsi secara efektif (functioning effectively). Untuk dapat sejahtera secara psikologis, tentunya kita perlu memperhatikan (mindful) kondisi kesehatan mental. Mengapa demikian? Alasannya sangat sederhana, karena dengan memberikan perhatian maka kita lebih menyadari serta dapat lebih memahami kondisi diri kita. Mindfulness adalah suatu pendekatan integratif yang didasarkan pada hubungan pikiran & tubuh, yang membantu individu untuk mengelola pikiran dan perasaan serta kesehatan mental mereka. Mindfulness merupakan hal yang mudah untuk dilakukan. Salah satu contoh simpelnya adalah dengan kita menyadari bagaimana rasa makanan yang tadi dicicipi? Apa warna baju yang dipakai hari ini? Apa perasaan yang muncul ketika atasan memberikan feedback kepada saya? Apa yang saya rasakan ketika rekan kerja menolak pendapat saya? Sadar akan apa yang sedang dipikirkan atau dirasakan menjadi salah satu wujud agar kita dapat menjalankan hari-hari dengan nyaman serta menemukan solusi yang terbaik untuk permasalahan yang dihadapi. Selain menyadari apa yang terlintas dipikiran dan dirasakan, menyadari apa yang tubuh kita coba untuk sampaikan juga salah satu bentuk mindfulness. Sebagai contoh, saat berada pada situasi penuh tekanan atau kecemasan, ternyata tubuh kita memunculkan reaksi tertentu seperti detak jantung meningkat, otot tegang atau napas terhambat. Dengan memperhatikan perubahan yang muncul tersebut, maka kita dapat pula mencari solusi atas perubahan yang terjadi, salah satu upayanya dengan mengatur napas dengan baik agar tubuh menjadi tenang. Begitu pula dengan situasi Covid-19 yang tengah kita hadapi saat ini, aware terhadap apa yang menjadi pikiran, perasaan, serta pola tingkah laku yang dimunculkan akan membantu kita menentukan langkah pengelolaan yang tepat. Kesadaran ini menandakan pula bahwa kita merawat diri. Kita sadar akan hal yang menjadi pemicu dari kecemasan serta memperhatikan hal-hal apa yang membuat tertekan. Ketika kita mulai memperhatikan kondisi kesehatan mental, tidak hanya diri kita sendiri yang mendapatkan manfaatnya. Manfaat apalagi yang didapat melalui mindfulness? Menyadari kondisi psikologis atau kesehatan mental ini juga dapat membantu mengurangi stigma lingkungan yang buruk terhadap kesehatan mental. Beberapa contoh mindfulness ini adalah, menyadari penggunaan tata bahasa yang digunakan agar tidak menyakiti perasaan orang lain, mengedukasi diri terkait kesehatan mental yaitu dengan mengenali bahwa kesehatan mental memiliki perlakuan yang sama dengan masalah medis lainnya, dan mendengarkan kondisi orang lain tanpa interupsi, asumsi, maupun interpretasi di awal. Nah, beberapa hal tersebut dapat kita latih di kehidupan sehari-hari dan menjadi upaya bagi kita untuk lebih mindful terhadap diri maupun lingkungan sosial. Sudah saatnya kita aware terhadap kesehatan mental. Sesuai dengan kampanye yang dikeluarkan World Federation for Mental Health (WFMH), perayaan Hari Kesehatan Mental Dunia tahun 2020 mengusung tema “Mental Health for All: Greater Investment – Greater Access”, hal tersebut menandakan bahwa sehat mental itu hak setiap orang. Inilah saatnya bagi kita untuk berinvestasi dalam kesehatan mental. By: Rahmi Maya Fitri, M.Psi., Psikolog     “We would never tell someone with a broken leg that they should stop wallowing and get it together. We don’t consider taking medication for an ear infection something to be ashamed of.”  MICHELLE OBAMA     Sumber: https://www.verywellmind.com/improve-psychological-well-being-4177330; https://www.mentalhealth.org.uk/a-to-z/m/mindfulness; https://www.mindfulnessstudies.com/ending-mental-health-stigma-through-mindfulness/

image-popular
Berita

Soft Launching FAST Sebagai Implementasi Core Values AKHLAK Jumat, 01 Oktober 2021 15:00 WIB Yakes Telkom terus berinovasi mendukung visi dan misi serta salah satu yang tercantum dalam POT CINTA yaitu Pelayanan Prima. Bersamaan dengan peringatan hari Kesaktian Pancasila tahun 2021, Yakes Telkom memperkenalkan FAST (First Assistance, Patient Safety, & Early Treatment), Jumat pagi ini (01/10). Acara soft launching FAST dilakukan usai pelaksanaan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila melalui vicon. Hadir pada kegiatan ini BoD, SL, dan seluruh karyawan Yakes Telkom. M. Suny Arifianto selaku Direktur Layanan Kesehatan dan Umum Yakes Telkom menerangkan bahwa FAST merupakan inovasi pelayanan berbasis Fast Respon Team dengan reaksi cepat khususnya untuk usaha live safing dan menurunkan resiko fatality pada pasien yang dibutuhkan pada saat ini sebagai upaya mewujudkan pelayanan prima dengan tiga target customer yaitu: 1. Tim pengawalan atau peserta Event di lingkungan TelkomGroup. 2. Peserta Home Care yang memerlukan pelayanan cepat. 3. Emergency Patient Faskes Yakes Telkom dan Pasien Penanganan Khusus. Konsep layanan ini akan terintegrasi dengan program lain yang akan diluncurkan dalam waktu dekat demi meningkatkan kenyamanan peserta Yakes.  Lebih lanjut Suny menyampaikan bahwa FAST akan diimplementasikan terlebih dahulu di Regional Jakarta dan Jawa Barat. Saat ini FAST menjalankan tugas perdananya di Papua sebagai pendampingan pelayanan kesehatan TelkomGroup pada PON XX Papua. Pada kesempatan berikutnya, Tri Priyo Anggoro selaku Direktur Utama Yakes Telkom memberikan sambutan sekaligus melakukan soft launching FAST (First Assistance, Patient Safety, & Early Treatment). Priyo menjelaskan bahwa FAST dalam pelaksanaannya merupakan cerminan dari implementasi dari nilai-nilai AKHLAK, yaitu Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif serta Kolaboratif. Lebih lanjut Priyo mengucapkan selamat bertugas kepada seluruh tim FAST yang hadir baik di Bandung, Jakarta, dan Papua seraya berpesan agar seluruh tim mampu menunjukkan perannya sebagai tim yang responsif terhadap setiap kebutuhan peserta atas layanan Yakes. Priyo juga mengucapkan selamat bertugas kepada tim FAST yang bertugas mendukung event PON XX di Papua yang saat ini mengawal kesehatan Direktur EBIS Edi Witjara dan jajaran yang belum lama tiba untuk memastikan kesiapan tim TelkomGroup dalam mendukung suksesnya PON XX Papua. (YKS03)