• icon-phone Contact Center Yakes Telkom : 022 - 4521405
  • Contact Center Yakes Telkom : 022 - 4521405

Info Terpopuler

image-popular
Yakes Mobile, Download Sekarang dan Nikmati Segudang Manfaatnya

Info Terbaru

image-newest
Artikel

Kasus Omicron Meningkat, Waspada Lonjakan Ketiga Covid Selasa, 18 Januari 2022 10:10 WIB Kasus Covid khususnya varian Omicron dunia mengalami lonjakan tajam dalam 2 minggu terakhir, demikian juga yang terjadi di Indonesia. Demikian disampaikan Jubir Pemerintah pada penanganan Covid19, Wiku Adisasmito dalam keterangan persnya pada 11 Januari 2022. 12 negara yang mengalami lonjakan tajam kasus positif diantaranya Canada yang menunjukkan peningkatan kasus 19 kali lipat dari semula 16 ribu kasus menjadi 300 ribu kasus, Amerika meningkat 10 kali lipat dari 500 ribu kasus menjadi 5 juta kasus, dan Australia 6 kali lipat dari 9 ribu kasus menjadi 550 ribu kasus, jelas Wiku. Tidak hanya itu, beberapa negara di Asia Tenggara juga mulai menunjukkan trend peningkatan kasus diantaranya Jepang dengan kenaikan kasus mingguan 10 kali lipat dari 30 ribu menjadi 300 ribu kasus, Vietnam meningkat 5 kali lipat dari 24 ribu menjadi 136 ribu kasus, Singapura 2 kali lipat dari 2 ribu menjadi 5 ribu kasus.  Sejauh ini kenaikan kasus tidak disertai dengan kenaikan kematian yang signifikan, meskipun terdapat tingkat kenaikan kematian perlahan di beberapa negara, terlebih di Vietnam. "Ini menjadi pembelajaran bersama, meskipun Omicron yang saat ini beredar dilaporkan ringan bahkan tanpa gejala, namun masih banyak faktor yang mempengaruhi angka kematian," tegas Wiku. Kenaikan kasus yang tinggi terutama negara-negara yang berdekatan dengan Indonesia tentunya harus menjadi perhatian kita semua untuk selalu waspada. Penambahan kasus Omicron dalam beberapa waktu terakhir telah berimplikasi pada lonjakan kasus harian nasional. Bahkan proporsi varian Omicron dilaporkan jauh lebih banyak dibandingkan varian Delta. “Dari hasil monitoring yang dilakukan Kemenkes, kasus probable Omicron mulai naik sejak awal tahun 2022. Sebagian besar dari pelaku perjalanan luar negeri, hal ini turut berdampak pada kenaikan kasus harian COVID-19 di Indonesia,” tuturnya. Bila disandingkan dengan data kesembuhan, penambahan kasus positif lebih banyak dibandingkan dengan angka kesembuhan dalam seminggu terakhir. Pada 6 Januari lalu, kasus positif harian menunjukkan angka 533 kasus sedangkan penambahan kesembuhan hanya 209 kasus.  Mengingat varian Omicron jauh lebih cepat menyebar dibandingkan varian delta, Wiku mengingatkan agar masyarakat selalu waspada dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Masyarakat juga diimbau untuk menjaga kondisi di Indonesia dengan menunda perjalanan ke luar negeri bila tidak ada hal yang betul-betul mendesak. Dan tentunya sebagai langkah pencegahan, menyegerakan mendapatkan vaksinasi primer COVID-19 bagi yang belum atau vaksinasi booster (vaksinasi lanjutan atau dosis ketiga untuk mengembalikan efektivitas perlindungan vaksin) bagi masyarakat yang sudah mendapatkan vaksin primer (dosis 1 dan 2). (YKS00)

image-newest
Informasi

Mekanisme Pelaksanaan Vaksin Booster Jumat, 14 Januari 2022 14:53 WIB Yakes Family, kasus konfirmasi Omicron di Indonesia yang terus bertambah membuat Pemerintah melakukan sejumlah upaya untuk mengendalikan kenaikan kasus, salah satunya dengan memulai program vaksinasi booster sejak 12 Januari 2022. Vaksinasi booster diberikan dengan tujuan memperpanjang masa perlindungan dari Covid-19 karena efek beberapa vaksin dapat hilang seiring berjalannya waktu. Vaksin booster memungkinkan sistem tubuh untuk mengenali dan merespon virus penyebab penyakit dengan lebih cepat. Program vaksinasi booster ini dilakukan secara bertahap dengan prioritas sasaran lansia dan penderita imunokompromais serta kelompok PBI (Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan). Kriteria Penerima Vaksin Booster 1. Berusia > 18 tahun 2. Telah mendapatkan vaksin primer dosis lengkap (dosis 1 dan 2) minimal 6 bulan sebelumnya (perhatikan tanggal vaksin terakhir). 3. Ibu hamil (usia kehamilan > 12 minggu) bisa mendapatkan vaksin booster dengan membawa surat rekomendasi vaksin booster dari dokter spesialis. 4. Ibu menyusui 5. Peserta pasca terkonfirmasi Covid-19 dengan syarat telah 1 bulan dinyatakan negatif.  Pastikan juga sudah mendapatkan e-tiket vaksin ketiga yang bisa dilihat pada aplikasi Peduli Lindungi. Tiket dan jadwal vaksinasi ditentukan dan dikirimkan oleh Dinkes terkait melalui aplikasi Peduli Lindungi. Jadi jangan lupa untuk selalu cek aplikasi Peduli Lindungi. Tempat pelaksanaan vaksinasi booster bisa dilakukan di fasilitas layanan kesehatan domisili seperti Puskesmas, Rumah Sakit, Kelurahan setempat, atau melalui program BUMN/Dinkes/Korporasi seperti Sentra Vaksinasi Bersama dll.  Jenis Vaksin Booster yang diberikan Pada tahap awal vaksinasi booster, pemerintah telah menyiapkan 3 jenis vaksin yaitu Pfizer, Moderna, dan AstraZeneca. Kombinasi awal pemberian vaksin booster sebagai berikut: bila seseorang mendapatkan vaksin primer Sinovac, maka ada 2 alternatif vaksin booster yang akan didapatkan, yaitu 1/2 dosis Pfizer atau 1/2 dosis AstraZeneca. Bila vaksin primer sebelumnya adalah AstraZeneca, maka 2 alternatif vaksin booster yang akan didapatkan adalah 1/2 dosis Moderna atau 1/2 dosis Pfizer. Sedikit catatan, bagi yang vaksin primernya Pfizer, Sinopharm dan merk vaksin lainnya maka vaksin boosternya menunggu petunjuk teknis Kemenkes RI. Vaksin booster diberikan berdasarkan ketersediaan vaksin yang ada dan hasil riset yang disetujui Badan POM, ITAGI dan WHO.  Khusus untuk ibu hamil, dapat diberikan vaksin booster Pfizer atau Moderna sesuai izin keamanan yang telah dikeluarkan. Lantas apakah kita boleh memilih jenis vaksin?  Tidak. Petugas kesehatan akan memberikan vaksin booster berdasar riwayat vaksinasi primer yang kita terima dan juga menyesuaikan dengan ketersediaan vaksin di tempat layanan. Yang penting, seluruh vaksin apapun jenisnya pada prinsipnya sama efektifnya, karena vaksin-vaksin yang beredar saat ini telah melewati proses panjang untuk menjamin efektivitasnya. Jangan lupa sebelum mendapatkan vaksin booster, persiapkan diri dengan baik, seperti penuhi asupan bergizi, jaga daya tahan tubuh, istirahat yang cukup, dan tetap terapkan prokes. Sehat selalu Yakes Family!

image-newest
Informasi

Vaksinasi COVID-19 Untuk Anak Usia 6-11 Tahun Senin, 20 Desember 2021 09:13 WIB Pemerintah telah melakukan kick off vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 6-11 tahun pada 14 Desember 2021 lalu. Vaksinasi ini akan dilakukan  secara bertahap dengan jumlah sasaran sekitar 26,5 juta anak (data Sensus Penduduk 2020). Pelaksanaan vaksinasi  ini telah mendapatkan rekomendasi dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), sehingga dipastikan aman, berkualitas dan berkhasiat. Tujuan Vaksinasi Covid-19 untuk Anak  Mencegah sakit berat dan kematian pada anak yang terinfeksi. Mencegah penularan pada anggota keluarga dan saudaranya yang belum dapat divaksinasi atau yang mempunyai risiko terinfeksi. Mendukung pelaksanaan pembelajaran tatap muka, meminimalisasi penularan di sekolah/satuan pendidikan. Mempercepat tercapainya herd immunity. Vaksin yang digunakan Vaksin Sinovac, diberikan intramuskular di lengan atas dengan dosis 0,5ml sebanyak 2 kali dengan interval minimal 28 hari.  Tempat Pelaksanaan Sekolah Satuan pendidikan lain Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Puskesmas  Rumah Sakit Dominan pelaksanaan vaksinasi anak dilakukan di sekolah berkoordinasi dengan Puskesmas/Dinkes setempat. Sebelum pelaksanaan vaksinasi Covid-19, petugas kesehatan akan melakukan skrining terlebih dahulu. Jangan lupa untuk membawa Kartu Keluarga atau dokumen lain yang mencantumkan NIK Anak.  Yuk segera ajak Anak untuk vaksinasi di Sekolah atau faskes terdekat! Jangan lupa untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan setelah divaksinasi.  

image-newest
Informasi

COVID UPDATES: Varian OMICRON Sudah Masuk Indonesia Minggu, 19 Desember 2021 21:09 WIB   WHO menetapkan varian Omicron / B.1.1.529 sebagai Varian of Concern (VoC) dan terbukti menyebar dengan sangat cepat. Di Inggris misalnya dari 10 kasus/hari saat ini sudah mencapai 70.000 kasus/hari. Jauh lebih tinggi dari puncak kasus di Indonesia pada bulan Juli di angka 50.000 kasus/hari. Ada beberapa hal penting yang patut kita ketahui:  Kasus varian Omicron untuk pertama kalinya terdeteksi di Indonesia pada 15 Desember 2021, saat ini kasus terkonfirmasi menjalani karantina di Wisma Atlet. Hasil penelitian di Hongkong (HKUMed), varian Omicron 70x lebih cepat memperbanyak diri di saluran napas (bronkus) sehingga diduga menyebabkan penularan lebih cepat.  Varian Omicron 10x lebih lambat memperbanyak diri di paru, sehingga diduga akan menyebabkan penyakit yang lebih ringan.  Kemunculan varian Omicron berhubungan dengan peningkatan risiko re-infeksi hingga 2,39 kali lebih tinggi (dari penelitian Pulliam di Afrika Selatan). Gejala umumnya ringan walaupun masih perlu observasi lebih lanjut, antara lain demam seperti flu, berkeringat di malam hari, tenggorokan gatal, sakit kepala, tidak kehilangan indera perasa maupun penciuman, kelelahan, nyeri otot di banyak bagian tubuh. Test PCR masih bisa mendeteksi varian ini. Vaksinasi masih tetap penting untuk mengurangi tingkat keparahan dan kematian akibat infeksi Covid-19 varian apapun. Apa yang harus kita lakukan untuk mencegah terinfeksi Omicron?  Disiplin menerapkan Prokes. Terapkan pola hidup sehat. Selalu berdoa agar kita tetap sehat dan Indonesia bebas pandemi. Sehat selalu Yakes Family!