Rabu, 17 Maret 2021 23:21 WIB

Pemeriksaan Awal untuk Hipertensi

Dikarenakan hipertensi adalah penyakit yang seringkali tidak bergejala, maka penting untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin untuk dapat mendeteksi lebih awal terhadap adanya peningkatan tekanan darah.
Lakukan pemeriksaan minimal 1 (satu) kali setahun atau lebih dari 1 (satu) kali apabila memiliki faktor risiko hipertensi.
Hal yang harus dilakukan sebelum melakukan pemeriksaan tekanan darah:

  1. Beristirahat setidaknya 5-10 menit sebelum pengukuran tekanan darah.
  2. Menghindari kegiatan yang dapat meningkatkan tekanan darah (misalnya: konsumsi kopi, merokok, olahraga atau aktivitas yang berat lainnya).
  3. Pengukuran sebaiknya dilakukan pada pagi dan malam hari selama tiga hari berturut-turut di ruangan yang tenang dan nyaman.
  4. Tidak mengonsumsi obat-obatan yang mengandung stimulan adrenergic (misalnya obat flu).
  5. Tidak mengenakan pakaian ketat terutama dibagian lengan.
  6. Saat dilakukan pengukuran, harus dalam keadaan diam, tidak berbicara.

Cara mengukur tekanan darah dengan menggunakan alat tensimeter (sphygmomanometer) aneroid

  1. Posisi duduk dengan lengan diletakkan di atas meja, kira- kira setinggi jantung
  2. Memasang manset alat pengukur tensi di lengan bagian atas, kira-kira 2,5 cm di atas lipat siku.
  3. Letakkan stetoskop pada pertengahan lipatan siku.
  4. Pompa alat tensimeter sampai angka menunjukan tekanan ±180 mmHg atau 20-30 mmHg setelah suara nadi menghilang.
  5. Lepaskan tuas pengunci perlahan-lahan agar balon manset mengempis.
  6. Perhatikan angka yang ditunjukkan pada alat saat bunyi pertama terdengar. Angka ini menunjukkan hasil pengukuran tekanan darah sistolik.
  7. Perhatikan lagi angka yang ditunjukkan pada saat bunyi yang terakhir terdengar. Angka ini menunjukkan hasil pengukuran tekanan darah diastolik.

Bisa dilakukan pengukuran dua kali dengan interval waktu 5 menit untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.

ABPM adalah pemantauan tekanan darah selama 24 jam ketika seseorang sedang beraktivitas dan tidur. Dengan ABPM, tensi akan diketahui dengan lebih akurat. Tekanan darah diukur dengan pengukur tensi digital. Sabuk dari alat ini akan dipasang mengelilingi tubuh dan terhubung dengan manset yang dilingkarkan di lengan atas. Alat digital tersebut berukuran kecil sehingga tidak akan mengganggu tidur dan kegiatan sehari-hari.
Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa tekanan darah yang diukur dalam periode 24 jam lebih baik untuk memprediksi risiko penyakit jantung dan pembuluh darah daripada tekanan darah yang diukur di klinik.

KEGUNAAN ABPM

  1. Mendeteksi white-coat hypertension atau tekanan darah yang tinggi hanya saat kunjungan ke dokter.
  2. Mendeteksi hipertensi tersamar yang tidak terdeteksi saat kunjungan ke dokter.
  3. Meninjau efektivitas/respon obat antihipertensi yang diberikan selama 24 jam sehari.
  4. Mendeteksi hipertensi yang timbul di malam hari pada pasien dengan Obstructive Sleep Apnea. 
  5. Mendeteksi hipotensi orthostatik atau penurunan tekanan darah berlebih yang dapat menyebabkan pusing atau hilang kesadaran.

HBPM adalah suatu metode pengukuran darah yang dilakukan sendiri oleh pasien di rumah atau di tempat lain di luar klinik. HBPM mempunyai kegunaan yang hampir sama dengan ABPM. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat osilometer. Pengukuran dilakukan pada pagi dan malam hari.
Pengukuran pagi hari dilakukan 1 jam setelah bangun tidur, dengan syarat sudah buang air kecil, belum sarapan, tapi sudah minum obat. Sedangkan pengukuran malam hari dilakukan sesaat sebelum tidur. 

Pengukuran dilakukan minimal 2 kali untuk setiap pemeriksaan dengan jarak 1 menit. Hasil akhir HBPM adalah rerata dari minimal 2 kali pemeriksaan dalam waktu 3 hari atau lebih (dianjurkan 7 hari), dengan membedakan hasil pengukuran pagi dan malam hari. Pengukuran pada hari pertama diabaikan dan tidak dimasukkan dalam catatan.

Baca juga : Hipertensi dan Kesehatan Gigi