Rabu, 17 Maret 2021 23:45 WIB

Penanggulangan dan Pengendalian Hipertensi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi, kadang tidak disadari kehadirannya karena memang tidak bergejala. Jadi tanpa mengukur tekanan darah, mustahil hipertensi terdeteksi. Jika tekanan darah dibiarkan selalu tinggi dalam jangka waktu yang lama, atau sudah menjadi hipertensi, maka bencana sudah di depan mata. 

Pengelolaan diet atau pengaturan makanan pada orang yang terkena hipertensi mempunyai makna luas. Bukan hanya membatasi makanan tertentu tetapi bisa jadi menambah jumlah makanan yang harus dikonsumsi untuk tujuan kesehatan tertentu. 
Tujuan pengelolaan diet: 

  • Membantu menurunkan tekanan darah
  • Mempertahankan tekanan darah menjadi normal
  • Menurunkan berat badan untuk yang kelebihan berat badan
  • Menurunkan kadar kolesterol dan asam urat
  • Menjaga kestabilan penyakit degeneratif lain seperti diabetes mellitus, jantung, dan ginjal

Pengaturan makan untuk hipertensi yang direkomendasikan adalah pengaturan makan DASH (Dietary Approach to Stop Hypertension). Berikut penjelasannya:
1.  Batasi garam dan makanan olahan

  • Garam yang perlu dibatasi adalah garam natrium yang terdapat dalam garam dapur, soda kue, baking powder, dan MSG.  
  • Pada kondisi normal, WHO menganjurkan pembatasan konsumsi garam dapur hingga 6 gram/hari. Untuk penderita hipertensi, penggunaan garam dapur tidak dianjurkan atau tidak lebih dari 1 sendok teh dalam sehari.
  • Bagi penderita yang sedang mengalami hipertensi sebaiknya sama sekali tidak menggunakan garam dapur dalam setiap masakan. Untuk memperbaiki rasa tawar pada masakan yang tidak menggunakan garam, maka penambahan gula, bawang, jahe, dan/atau kencur dapat digunakan. Pilihan alternatif lain adalah menggunakan garam khusus dengan kadar natrium atau sodium yang rendah.
  • Penderita hipertensi juga perlu menghindari makanan dan minuman olahan, kalengan, atau cepat saji. Jenis makanan dan minuman tersebut diketahui banyak mengandung natrium seperti kecap, sarden, bakso, sosis, mayones, margarin, mentega, selai, dan buah serta sayur kalengan. Untuk penggunaan mentega dapat diganti dengan mentega tidak asin atau unsalted butter.
  • Baca label nilai gizi pada kemasan untuk membandingkan jumlah natrium yang terkandung di dalamnya. Amati kandungan natrium (dalam miligram) dan nilai persentase daily value. Pilih produk makanan yang memiliki nilai daily value natrium kurang dari 5%. Makanan yang tinggi kandungan natriumnya biasanya memiliki nilai daily value natrium sebesar 20% atau lebih. 

2. Hindari makanan berlemak

  • Makanan berlemak biasanya memiliki kalori yang tinggi, berhubungan dengan peningkatan berat badan dan kadar kolesterol dalam darah penderita yang dapat memperberat kondisi hipertensi.
  • Hindari konsumsi makanan atau minuman yang mengandung lemak jenuh, seperti daging berlemak, jeroan, daging kambing, susu full cream, keju, dan kuning telur.
  • Konsumsi makanan yang mengandung lemak sehat atau lemak tidak jenuh seperti omega-3, yang banyak terdapat dalam ikan tuna dan salmon juga minyak zaitun, kacang-kacangan, dan alpukat. Konsumsi lemak sehat yang disarankan adalah 2-3 porsi sehari.

3. Konsumsi makanan tinggi serat

  • Makanan tinggi serat dapat memperlancar saluran pencernaan dikarenakan kandungan kalorinya rendah, menimbulkan rasa kenyang, membantu menunda lapar, dan dapat menurunkan lemak dalam darah.
  • Serat yang tinggi dapat ditemukan pada buah, sayuran, kacang-kacangan serta sumber karbohidrat kompleks seperti beras merah dan gandum.

4. Konsumsi makanan yang mengandung kalium, magnesium, kalsium, dan isoflavon

  • Kalium
    Beberapa makanan yang mengandung kalium cukup tinggi antara lain kentang, daun pepaya muda, peterseli, bayam serta sayuran hijau lain, kacang-kacangan, pisang, belimbing, dan apel.
  • Magnesium
    Berfungsi melembutkan dan melenturkan pembuluh darah sehingga baik untuk mengurangi tekanan darah tinggi. Magnesium dapat diperoleh dari kentang, kacang-kacangan, bayam, dan sayuran hijau lainnya.
  • Kalsium
    Kandungan kalsium dipercaya dapat menurunkan tekanan darah tinggi dan risiko keguguran janin akibat hipertensi akut pada ibu hamil (preeklampsi). Beberapa makanan dan minuman tinggi kalsium antara lain susu rendah lemak (susu skim), yogurt, agar-agar laut, kacang-kacangan serta olahannya seperti tahu.
  • Isoflavon
    Dapat membantu menurunkan kadar lemak dalam darah. Kedelai dan olahannya seperti tempe dan susu soya merupakan makanan dan minuman yang kaya akan isoflavon.

5. Hindari minuman yang mengandung alkohol dan kafein

  • Alkohol
    Konsumsi alkohol yang berlebih bagi yang terbiasa konsumsi alkohol (lebih dari dua gelas sehari pada pria dan lebih dari satu gelas sehari pada wanita), terbukti dapat meningkatkan tekanan darah. Oleh karena itu penderita hipertensi sebaiknya membatasi atau menghindari konsumsi alkohol untuk mencegah timbulnya hipertensi dan/atau risiko penyakit lain akibat hipertensi.
  • Kafein
    Kafein harus dibatasi bagi penderita hipertensi. Kafein yang banyak terdapat dalam kopi dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah.

Pada dasarnya, diet DASH menganjurkan untuk memperbanyak konsumsi makanan kaya akan kalium, magnesium, kalsium, protein, serat, serta rendah natrium, rendah lemak jenuh, rendah kolesterol, dan rendah gula. 

Latihan fisik merupakan satu diantara cara terbaik dalam penanganan hipertensi. Dengan melakukan latihan fisik sesuai dengan pedoman yang direkomendasikan, akan memberi manfaat optimal pada penderita hipertensi. Sebelum melakukan latihan dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.


Prinsip Latihan Fisik

  1. Frekuensi
    Frekuensi latihan dilakukan 5-7 kali/minggu. Diharapkan dengan keseimbangan antara latihan dan lamanya pemulihan, dapat memberi manfaat yang optimal pada tubuh.
  2. Intensitas
    Intensitas latihan sedang, yaitu 64%-76% DNM (Denyut Nadi Maksimal). Rekomendasi memulai latihan dari beban yang ringan dan tidak memaksakan diri.
  3. Durasi
    Durasi latihan dilakukan 45 menit/sesi. Mulai latihan dengan durasi minimum sesuai kemampuan dan dapat dilakukan secara paralel (pagi 5 menit, siang 5 menit, dan sore 5 menit) ataupun secara kontinu (pagi 30 menit atau sore 30 menit) dengan batas satu hari latihan hanya 45 menit. 
  4. Jenis Latihan
    Jenis latihan utama adalah kardio/aerobik, yaitu latihan untuk meningkatkan daya tahan jantung dan paru-paru. Contohnya: berjalan, bersepeda, dan berenang.
    Jenis latihan pendukung terdiri dari latihan beban dan latihan fleksibilitas. Latihan beban (resisten), yaitu latihan untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot. Contohnya: latihan dumbel, chair exercise, dan kalistenik (beban tubuh sendiri). Sedangkan latihan fleksibilitas adalah latihan untuk meningkatkan luas gerak sendi. Contohnya: peregangan.
    Dengan melakukan latihan-latihan tersebut akan meningkatkan metabolisme tubuh dan membantu untuk memperlancar peredaran darah.

Prosedur Latihan Fisik

  1. Berdoa
    Dengan harapan latihan yang dilakukan membawa manfaat.
  2. Cek Denyut Nadi dan Tekanan Darah
    Pemeriksaan awal untuk mengetahui kesiapan tubuh sebelum latihan. Denyut nadi sebelum latihan <100 bpm dan tekanan darah sebelum latihan <150/100 mmHg.
  3. Pemanasan
    Pemanasan dilakukan agar tubuh melakukan adaptasi sebelum latihan. Lakukan peregangan statis dan dinamis minimal 5 menit. Regangkan bagian otot-otot besar.
  4. Latihan Inti
    Untuk memulai latihan, direkomendasikan melakukan latihan kardio selama 8 minggu. Kemudian dapat dilakukan latihan gabungan antara latihan kardio, resisten, dan fleksibilitas. Cek berkala tanda-tanda vital atau keluhan yang muncul pada saat latihan (misal: pusing, jantung berdebar, nyeri dada, lemas, keringat dingin).
  5. Pendinginan
    Dilakukan untuk menurunkan intensitas latihan dan adaptasi tubuh pasca latihan agar tidak terjadi kekakuan otot yang berlebih.
  6. Cek Denyut Nadi dan Tekanan Darah Kembali
    Lakukan pemeriksaan denyut nadi 5 menit setelah latihan dan lakukan pemeriksaan tekanan darah 30 menit setelah latihan.

Logbook Latihan Fisik
Digunakan untuk mencatat dan melihat perkembangan latihan.
Contoh logbook latihan kardio selama 4 minggu

Durasi latihan fisik dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing. 

Strategi pengobatan yang dianjurkan pada penanganan hipertensi saat ini adalah dengan menggunakan terapi obat kombinasi pada sebagian besar pasien. Hal ini dilakukan untuk mencapai tekanan darah sesuai target.

Terapi Awal

Inisiasi terapi pada kelompok pasien disarankan untuk dikonsultasikan kepada spesialis dengan target pengelolaannya disesuaikan dengan panduan penyakit spesifik. Penjelasan lebih lanjut dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Berikut syarat tekanan darah untuk pemberian obat pada terapi hipertensi:


Obat Anti Hipertensi

Terdapat 5 (lima) golongan Obat Anti Hipertensi (OAH) yang direkomendasikan, yaitu ACEi, ARB, BETA BLOKER, CCB, DIURETIK.
Pemberian obat bisa diberikan baik tunggal maupun kombinasi. Jenis pil yang mengandung kombinasi obat (single pil combination) dapat meningkatkan kepatuhan (compliance) pasien terhadap pengobatan yang diberikan.

Baca juga : Keterkaitan antara Stres dan Hipertensi