Minggu, 21 Maret 2021 09:47 WIB

Klasifikasi & Manifestasi Klinis

Klasifikasi untuk radang lambung dapat diketahui melalui waktu terjadinya serta klasifikasi menurut Smeltzer de Barre (2002).

Berdasarkan waktu terjadinya, gastritis dibagi menjadi gastritis akut dan gastritis kronik.

  1. Gastritis Akut
    Gastritis Akut yaitu kerusakan/erosi pada bagian lapisan teratas jaringan rongga lambung. Menurut (Irwan, 2013), gastritis akut dikelompokkan menjadi 2 sifat, yaitu:
    1. Gastritis Eksogen Akut, jenis-jenisnya antara lain:
      • SIMPLE: disebabkan oleh makanan dan minuman panas yang dapat merusak mukosa lambung, antara lain rempah-rempah, alkohol, dan obat-obatan (seperti: NSAID, aspirin, digitalis, Iodium, kortison, sulfas ferosus).
      • KOROSIVA: disebabkan oleh bahan kimia baik makanan maupun minuman yang bersifat korosif, seperti bahan alkali yang kuat/soda kaustik, sublimat, dll.
    2. Gastritis Endogen Akut, yang disebabkan oleh kelainan dalam tubuh yang terdiri dari beberapa bagian, yaitu:
      • GASTRITIS INFEKSIOSA AKUT, disebabkan oleh toksin atau bakteri yang beredar dalam darah dan masuk ke jantung (misal: morbili, difteri).
      • GASTRITIS EGMONOS AKUT, disebabkan oleh invasi langsung dari bakteri pirogen pada dinding lambung seperti streptococcus, stafilococcus, dsb.
  2. Gastritis Kronik
    Gastritis kronik yaitu suatu peradangan permukaan mukosa lambung yang bersifat menahun. Diklasifikasikan menjadi 3, yaitu: 
    1. Gastritis Superfisialis: manifestasi kemerahan, edema, perdarahan, dan erosi mukosa.
    2. Gastritis Atrofik: peradangan terjadi di seluruh lapisan mukosa. Pada perkembangannya dihubungkan dengan ulkus dari kanker lambung serta anemia pernisiosa.
    3. Gastritis Hipertrofik: suatu kondisi terbentuknya nodul-nodul pada mukosa lambung yang bersifat ireguler, tipis, dan mudah berdarah.

Selain berdasarkan waktu terjadinya, menurut Smeltzer de Barre (2002), gastritis diklasifikasikan menjadi Tipe A dan Tipe B: 

  1. Tipe A (Gastritis Autoimun), diakibatkan oleh perubahan sel parietal yang menyebabkan atrofi dan infiltrasi seluler. Hal ini dihubungkan dengan penyakit autoimun seperti anemia pernisiosa dan terjadi pada korpus atau fundus lambung.
  2. Tipe B (Gastritis Helicobacter pylori), diakibatkan oleh bakteri Helicobacter pylori dan faktor diet seperti makan pedas, makanan berlemak, dsb. Mempengaruhi antrum dan pilorus/ujung bawah lambung dekat duodenum. 
  1. Gastritis Akut. Adanya keluhan nyeri ulu hati, mual kembung, muntah, ditemukan perdarahan di saluran cerna berupa hematemesis (muntah darah) dan melena (feses berwarna kehitaman akibat perdarahan dari lambung).
  2. Gastritis Kronik. Umumnya tidak ada keluhan, hanya sebagian kecil mengeluh nyeri ulu hati dan mual.

Baca juga : Komplikasi