Jumat, 19 Maret 2021 16:34 WIB

Mengenal Emosi

Definisi emosi memiliki banyak versi. Hingga saat ini belum ada definisi yang diakui secara universal. Secara umum, emosi merupakan peristiwa singkat pola reaksi yang kompleks, berkaitan dengan pengalaman subjektif, perilaku, dan fisiologis. Emosi berbeda dengan mood. Emosi muncul dalam durasi waktu singkat dengan penyebab yang jelas. Mood adalah kondisi jangka panjang yang biasanya muncul tanpa penyebab jelas. Contohnya, perkataan buruk seseorang dapat memicu emosi marah, sedangkan mood marah muncul tanpa sebab dan bertahan lebih lama.

Pengalaman emosional memiliki tiga komponen, yaitu pengalaman subjektif, respon fisiologis, dan perilaku atau respon ekspresif. Ketiga hal ini dipengaruhi oleh pengalaman, latar belakang, dan budaya masing-masing orang. Oleh karena itu, walaupun dihadapkan pada situasi serupa, pengalaman emosi setiap orang dapat berbeda-beda. Berikut penjelasan setiap komponennya:

  1. Pengalaman Subjektif
    Pengalaman subjektif sangat variatif, mulai dari hal sederhana seperti melihat warna hingga hal besar seperti kehilangan orang terdekat. Pengalaman dapat memancing lebih dari satu emosi pada satu orang dan pengalaman yang sama dapat memunculkan emosi berbeda di setiap orang. Misalnya, pengalaman ditinggalkan orang tersayang dapat memancing emosi marah dan penyesalan pada satu orang, sedangkan orang lain merasakan emosi sedih.

  2. Respon Fisiologis
    Respon fisiologis muncul dari reaksi sistem saraf otonom atas emosi yang dirasakan. Sistem saraf otonom mengendalikan respon tubuh secara tidak disadari dan mengatur respon menghindar (flight) atau melawan (fight). Menurut ahli, respon fisiologis membantu manusia dalam berevolusi dan bertahan hidup.

  3. Respon Perilaku
    Respon perilaku merupakan ekspresi aktual dari emosi seperti senyum, tertawa, helaan napas, dsb. Norma sosial dan pembawaan tiap orang memegang peranan penting dalam perilaku. Contohnya emosi cinta diekspresikan secara berbeda setiap orang maupun budaya. Emosi tidak hanya ditampilkan melalui ekspresi wajah saja. Intonasi suara, berbagai perilaku, dan bahasa tubuh juga memproyeksikan kondisi emosi kita. Bahasa tubuh mengekspresikan emosi melalui posisi atau pergerakan tubuh.

Ekspresi emosi penting dalam memberikan sinyal pada orang lain apa yang kita rasakan. Jika kita menahan diri untuk tidak mengekspresikan emosi yang dirasakan, maka ada efek fisik yang muncul. Salah satu efeknya adalah peningkatan denyut nadi. Hal ini menunjukkan bahwa mengekspresikan emosi lebih baik untuk kesehatan dibandingkan dengan menahannya.

Dalam teori psikologi, emosi dibagi menjadi dua tipe, sederhana dan kompleks. Emosi sederhana diasosiasikan dengan ekspresi wajah yang dapat dikenali dan cenderung muncul secara spontan. Berikut adalah enam emosi dasar yang dapat dilihat melalui ekspresi wajah, yaitu:

  1. Sedih
  2. Bahagia
  3. Takut
  4. Marah
  5. Kaget
  6. Jijik

Emosi kompleks tidak mudah dikenali dari ekspresi wajah dan dapat diekspresikan berbeda-beda pada setiap orang. Emosi kompleks antara lain seperti berduka, cemburu, penyesalan, cinta, rasa bersalah, malu, iri, bangga, dsb. Emosi kompleks didefinisikan sebagai kumpulan dari dua atau lebih emosi dasar. Contohnya, emosi kebencian merupakan gabungan dari emosi takut, marah, dan jijik.

Baca juga : Kecerdasan Emosi