Selasa, 10 Mei 2022 11:22 WIB

Diperingati Setiap 10 Mei, Kenali Apa Itu Penyakit Lupus

Ditinjau oleh : Hari Lupus Sedunia biasa diperingati pada 10 Mei setiap tahunnya

picture-of-article

Hari Lupus Sedunia biasa diperingati pada 10 Mei setiap tahunnya, lupus sendiri merupakan penyakit autoimun yang dalam kondisinya menyebabkan sistem imunitas seseorang berkurang sehingga akan sulit membedakan substansi asing (non-self) dengan set dan jaringan tubuh sendiri (self).

Kondisi ini membuat sistem kekebalan tubuh menyerang sel, jaringan dan organ tubuh sendiri yang sehat. Peradangan akibat hal ini dapat mempengaruhi berbagai organ tubuh termasuk kulit, ginjal, otak, sel darah, paru-paru, jantung dan persendian. Penyakit ini biasa menyerang wanita usia produktif 15-50 tahun dengan angka kematian yang cukup tinggi, meski begitu lupus juga dapat menyerang laki-laki, anak-anak dan remaja.

Adapun salah satu jenis penyakit lupus adalah Lupus Eritematosus Sistemik (LES) yang memiliki gejala mirip dengan penyakit lain, sehingga cukup sulit untuk dideteksi. Adapun gejala dari LES dapat timbul secara tiba-tiba atau berkembang perlahan, serta juga memiliki gejala yang bertahan lama sebelum akhirnya kambuh kembali.

Namun pada dasarnya gejala lupus berbeda-beda disetiap orangnya, meskipun begitu sebagian besar pasien dengan penyakit lupus memiliki gejala ringan yang ditandai dengan episode yang disebut flare. Adapun gejala lain dari penyakit lupus adalah sebagai berikut :

  • Kelelahan
  • Demam
  • Nyeri sendi, kaku, dan bengkak
  • Ruam berbentuk kupu-kupu di wajah yang menutupi pipi dan pangkal hidung atau ruam di tempat lain di tubuh.
  • Lesi kulit yang muncul atau memburuk dengan paparan sinar matahari
  • Jari tangan dan kaki yang menjadi putih atau biru saat terkena dingin atau selama periode stres
  • Sesak napas
  • Nyeri dada
  • Mata kering
  • Sakit kepala, kebingungan, dan kehilangan ingatan.

Penyakit lupus ini sendiri disebabkan oleh kombinasi genetika dan lingkungan, namun pada dasarnya penyebab pasti penyakit lupus belum diketahui. Berikut beberapa pemicu potensial meliputi :

  1. Sinar matahari, paparan sinar matahari dapat menyebabkan lesi kulit lupus atau memicu respons internal pada orang yang rentan; 
  2. Infeksi, seseorang memiliki infeksi dan dapat memicu lupus; 
  3. Obat-obatan, lupus dapat dipicu oleh beberapa jenis obat tekanan darah, obat anti kejang, dan antibiotik. Orang yang memiliki lupus yang diinduksi obat biasanya menjadi lebih baik ketika mereka berhenti minum obat. Jarang, gejala dapat bertahan bahkan setelah obat dihentikan.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyampaikan program Saluri atau PerikSA LUpus SendiRI yaitu cara mengenali lupus dalam diri. Pahami pentingnya menyadari penyakit lupus dalam diri sejak dini dengan mencermati sederet gejala dan tanda-tandanya. Penting bagi masyarakat untuk dapat mengenali gejala Lupus. Penanganan yang lebih cepat dipastikan bisa meningkatkan kesejahteraan, kualitas dan harapan hidup orang dengan lupus (odapus).

Baca juga : Mau Mudik Lebaran? Jangan Lupa Siapkan Hal Ini Yakes Family!

0 Disukai

33 Kali Dibaca