Selasa, 06 September 2022 11:40 WIB

Jadi Silent Pandemic, Kenali Apa Itu Resistensi Antibiotik

Ditinjau oleh : Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Dante Saksono Harbuwono menyatakan resistensi antibiotik akibat mikroba

picture-of-article

Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Dante Saksono Harbuwono menyatakan resistensi antibiotik akibat mikroba atau antimicrobial resistance (AMR) telah menjadi silent pandemic di Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari angka kematian akibat AMR di Indonesia yang mencapai 1,2 juta angka kematian. 

''1,2 juta kematian itu terjadi karena antibiotik yang tidak mempan lagi terhadap infeksi tertentu,''jelas Wamenkes Dante

Resistensi antibiotik akibat mikroba ini terjadi karena protokol pengobatan yang tidak tepat atau cenderung sembarangan. Sehingga menyebabkan infeksi yang diderita pasien bertambah parah dan akhirnya menyebabkan angka kematian tinggi.

Selain itu, Wamenkes Dante juga menyebutkan resistensi antibiotik akibat mikroba juga dapat berasal dari hewan maupun tumbuhan. Hal ini ditemukan setelah dilakukan tahapan pendekatan one health.

''Melalui pendekatan one health, di mana infeksi itu bisa berasal dari hewan, tumbuhan. Itu juga penting dilakukan karena ternyata banyak sekali penggunaan antibiotik pada hewan dan tumbuhan yang tidak rasional yang menyebabkan resistensi pada manusia,''tambah Wamenkes Dante.

Selanjutnya Wamenkes Dante mengajak kepada seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk berpartisipasi mengurangi terjadinya resistensi antibiotik akibat mikroba ini. Adapun beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh masyarakat agar dapat mencegah terjadinya resistensi pada antibiotik, seperti :

  • Menggunakan antibiotik sesuai dengan anjuran dan dosis yang disarankan oleh dokter.
  • Tidak mengonsumsi antibiotik secara sembarangan tanpa anjuran dokter atau tim medis.
  • Cegah infeksi bakteri dengan menjalankan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Baca juga : Gula, Si Manis Yang “Berbahaya”

0 Disukai

49 Kali Dibaca