Rabu, 22 Juni 2022 16:05 WIB

Lebih Menular Dibandingkan Varian Sebelumnya, Begini Karakteristik Subvarian BA.4 & BA.5

Ditinjau oleh : Kasus Covid-19 di Indonesia dalam seminggu terakhir kembali mengalami peningkatan

picture-of-article

Kasus Covid-19 di Indonesia dalam seminggu terakhir kembali mengalami peningkatan, hal ini tidak terlepas dari penyebaran subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yang telah terdeteksi menginfeksi beberapa orang. Setidaknya tercatat lebih dari 50 kasus subvarian Omicron Ba.4 dan BA.5 yang telah terdeteksi di beberapa daerah.

Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr. Erlina Burhan menyebutkan saat ini penyebaran Covid-19 subvarian BA.4 dan BA.5 cukup masif dan diperkirakan lebih cepat menular dibandingkan varian sebelumnya. Namun meskipun begitu, tingkat keparahan dari subvarian BA.4 dan BA.5 ini tergolong masih mirip dengan varian Omicron sebelumnya.

"Masa inkubasinya cepat 1 sampai 3 hari langsung bergejala, tapi nggak perlu khawatir karena recoverynya (penyembuhan) juga cepat. Para ahli sepakat bahwa laporan-laporan dari berbagai negara gejalanya hampir sama, dianggap lebih menular dari BA.2,"jelas dr. Erlina

Selain penyebaran yang lebih cepat, dr. Erlina juga menjelaskan subvarian BA.4 dan BA.5 ini diidentifikasi memiliki kemampuan escape immunity yang membuatnya terhindar dari deteksi sistem imun dalam tubuh. Mengingat hal tersebut, dr. Erlina juga menyampaikan penting untuk masyarakat tetap melakukan pencegahan dengan mematuhi aturan protokol kesehatan, khususnya bagi kelompok masyarakat rentan, lansia serta yang memiliki penyakit komorbid.

Sementara itu, terkait dengan kebijakan masa isolasi bagi pasien terdampak Covid-19 subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 ini masih belum ada perubahan, yakni menjalankan isolasi selama 10 hari. 

"Walaupun dikatakan bahwa virus ini virulensi artinya tidak menimbulkan keparahan, tetapi di lapangan CT valuenya rendah. Artinya virusnya banyak, dia tidak berbahaya tapi banyak. Kalau virus tersebut jumlahnya banyak, itu potensi penularannya akan lebih tinggi lagi. Oleh sebab itu, sampai saat ini masih belum ada upaya kebijakan memperpendek masa isolasi. Jadi, tetap dirata-rata 10 hari,"jelas dr. Erlina

Baca juga : Yakes Telkom Peringati HUT Ke-77 Indonesia Dengan Sharing Session LTV, Syukuran & Perlombaan

0 Disukai

1197 Kali Dibaca