Senin, 26 September 2022 15:29 WIB

Memasuki Peralihan Musim, Waspadai Penyakit DBD

Ditinjau oleh : Memasuki masa peralihan menuju musim penghujan, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mengalami peningkatan

picture-of-article

Memasuki masa peralihan menuju musim penghujan, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mengalami peningkatan. Berdasarkan data Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, jumlah kumulatif kasus konfirmasi DBD dari Januari 2022 dilaporkan sebanyak 87.501 kasus dengan angka kematian mencapai 816. Tingginya angka kasus tersebut menjadi indikasi untuk masyarakat terus melakukan pencegahan dan pengendalian terhadap penyakit DBD.

Kemenkes menyampaikan saat ini upaya pencegahan tersebut telah dilakukan melalui Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J) dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus. Jumantik atau Juru Pemantau Jentik ini bertugas untuk melakukan pemeriksaan, pemantauan serta pemberantasan jentik nyamuk di tempat-tempat umum yang memungkinkan terjadinya pengembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti.

Penyakit DBD ini dapat menyerang siapapun dari berbagai usia, dengan gejala akan muncul mulai 4 hingga 10 hari setelah digigit oleh nyamuk Aedes Aegypti. Adapun beberapa gejala umum yang muncul ketika terkena DBD, seperti :

  • Demam tinggi mendadak,
  • Sakit kepala,
  • Muncul ruam,
  • Nyeri otot dan sendi,
  • Mual dan muntah serta kelelahan.

Jika mengalami gejala-gejala dari siklus awal DBD, segera periksakan ke dokter agar dapat ditangani secara cepat dan tepat. Selain itu penting untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M Plus guna mencegah terjadinya DBD, hal tersebut meliputi :

  1. Menguras dan membersihkan tempat penampungan air secara rutin,
  2. Menutup rapat-rapat tempat penampungan air,
  3. Mendaur ulang/memanfaatkan barang-barang yang dapat menampung air hujan.

Serta diikuti dengan pencegahan Plus seperti memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, tidur menggunakan kelambu, memasang kawat kasa di lubang ventilasi, menggunakan lotion anti nyamuk, memasang ovitrap/lavitrap/mosquito trap, serta melakukan larvasidasi di tempat yang sulit dikuras/ditutup.

Baca juga : Hari Diabetes Sedunia, Momentum Penting Bangkitkan Kesadaran Diri Akan Penyakit Diabetes

0 Disukai

315 Kali Dibaca