Minggu, 21 Maret 2021 08:38 WIB

Dermatitis Popok

Disebut juga Napkin Dermatitis atau Diaper Dermatitis, yaitu iritasi dan peradangan kulit yang terjadi pada area bokong sesuai dengan tempat kontak popok, sering dijumpai pada bayi akibat penggunaan popok.​​​​

Didapatkan bercak kemerahan, kulit kering bahkan melepuh, dan luka lecet pada area kulit tempat kontak popok (pinggang, bokong, paha, maupun alat kelamin).

  1. Kontak lama dengan popok yang basah (urine/tinja).
  2. Pemasangan popok terlalu ketat sehingga mengiritasi kulit.
  3. Bayi yang mengalami masalah kulit seperti eksim atau Dermatitis Atopik lebih rentan mengalami ruam popok.
  4. Infeksi bakteri atau jamur yang terjadi karena kulit tertutup popok terlalu lama sehingga menjadi lembab dan hangat.
  1. Non-Farmakologi
    • Area kulit yang terkena popok dibersihkan dengan hati-hati menggunakan air bercampur minyak yang diulang setiap kali sesudah buang air besar.
    • Sesudah dibersihkan, gunakan krim (pilih krim yang mengandung zinc oxide/petroleum jelly/dimetikon/lanolin) untuk mencegah masuknya bahan-bahan iritan (bahan-bahan yang dapat menyebabkan iritasi).
  2. Farmakologi 
    Prinsipnya adalah melindungi kulit dari feses/urin, menekan peradangan, dan mengatasi terjadinya infeksi pada kulit. Terdapat beberapa obat-obatan yang dapat dipilih sesuai yang dibutuhkan.
    • Jika ringan bisa diberikan krim/salep yang bersifat protektif seperti Seng Oksida, Panthenol, Lanolin, Petroleum Jelly.
    • Krim anti jamur seperti nystatin, clotrimazole, miconazole.
    • Krim Antibiotik jika terjadi infeksi bakteri seperti Mupirosin.

Jika ruam popok pada bayi tidak kunjung membaik dalam 2 hari atau semakin parah, sebaiknya dikonsultasikan ke Dokter.

  1. Area kulit yang terkena popok dijaga tetap bersih dan kering. 
    • Hindari gesekan serta keadaan lembab.
    • Mengganti popok secara rutin agar daerah popok tidak lama kontak dengan urin/feses.
    •  Jika memakai popok tradisional, segera diganti bila basah.
    • Bila memakai popok sekali pakai, segera diganti jika kapasitasnya penuh.
    • Untuk bayi baru lahir sebaiknya diganti setiap 2 jam sekali, sedangkan untuk bayi yang lebih besar 3-4 jam sekali.
  2. Dianjurkan memakai popok sekali pakai jenis highly absorbent.
  3. Area kulit yang terkena popok dibersihkan dengan air hangat dan sabun non irritating atau sabun dengan PH netral atau minyak setiap buang air besar/buang air kecil.
  4. Gunakan barrier creams seperti zinc oxide, lanolin, atau petroleum jelly setelah dibersihkan.

Baca juga : Mengenal Dermatitis Numularis