Minggu, 21 Maret 2021 08:44 WIB

Dermatitis Seboroik

Suatu gangguan kulit yang menyebabkan kulit bersisik, berketombe, dan berwarna kemerahan. Peradangan ini biasanya terjadi pada area kulit yang banyak mengandung kelenjar sebasea, seperti wajah, kulit kepala, telinga, tubuh bagian atas, lipatan paha, ketiak, dan lipatan payudara.

  • Pada bayi biasanya terjadi pada 3 bulan pertama kehidupan, sering disebut cradle cap. Kulit tampak sisik warna kekuningan, umumnya tidak gatal.
  • Pada anak dan dewasa, biasanya yang menjadi keluhan utama adalah kemerahan dan sisik di kulit kepala, lipatan antara hidung dan bibir, alis mata, telinga bagian belakang, dahi, dan dada. Area kulit yang berwarna kemerahan biasanya gatal. Nampak juga seperti ketombe. Keluhan dapat memburuk jika terdapat stressor atau cuaca dingin.
  • Ruam berbentuk bulat atau oval.
  1. Penyebabnya belum diketahui secara pasti,namun kondisi ini diduga disebabkan jamur malassezia yang tumbuh akibat minyak yang berlebihan dipermukaan kulit.
  2. Diduga respon abnormal dari sistem kekebalan tubuh.

Menetapkan Dermatitis Seboroik biasanya berdasarkan pemeriksaan kulit, akan tetapi jika meragukan karena penyebab yang lain maka dokter kulit akan melakukan pemeriksaan penunjang seperti kerokan kulit dengan pewarnaan KOH.

  1. Pada Orang Dewasa
    1. Daerah scalp (kulit kepala)
      • Sampo antijamur seperti: Ketokonazol shampo 1-2 %, foaming gel 2%, hydrogel 20mg/gel diberikan 2-3 kali per minggu.
      • Krim kortikosteroid diberikan 1 kali sehari selama 4 minggu.
    2. Daerah non-scalp
      • Krim anti jamur seperti: krim ketokonazol 2% atau krim ciclopirox 1%, diberikan 2 kali sehari selama 4 minggu.
      • Krim kortikosteroid diberikan 2 kali sehari selama 4 minggu.
  2. Pada Bayi
    1. Daerah scalp
      • Sampo antijamur seperti sampo ketokonazol 2% 2 kali seminggu selama 4 minggu.
      • Emolien seperti white petrolatum ointment sebagai penggunaan sehari-hari.
      • Krim piroctone olamine setiap 12 jam.
    2. Daerah non-scalp
      • Krim antijamur seperti krim ketokonazol 2% 1 kali sehari selama 7 hari.
      • Krim kortikosteroid 1 kali sehari selama 7 hari.

Jika Dermatitis Seboroik tidak bisa ditangani secara mandiri atau sudah menimbulkan infeksi, maka segera periksakan ke dokter. Pada kasus dermatitis seboroik yang berat, dokter juga memberikan obat-obat yang diminum.

Dermatitis yang parah pada area berambut bisa menyebabkan kebotakan.

  1. Menghindari faktor pencetus, misalnya:
    • Penggunaan pendingin ruangan (AC) atau udara dengan kelembaban rendah di lingkungan kerja bagi orang-orang yang memiliki kulit sensitif.
    • Tidak menggaruk bagian tubuh yang terkena Dermatitis Seboroik sebab akan memperparah iritasi dan meningkatkan terjadinya infeksi.
    • Menghindari bahan-bahan yang akan menimbulkan iritasi.
  2. Mengonsumsi makanan rendah lemak. 
  3. Menjaga kebersihan kulit. 
  4. Mandi dan keramas secara teratur, bilas sabun dan sampo yang digunakan hingga benar-benar bersih.
  5. Kelola stres dengan baik.

Baca juga : Dermatitis Popok