Rabu, 14 Juli 2021 10:19 WIB

Food Label

Food Label atau label pangan merupakan informasi yang dicantumkan di kemasan makanan, dapat berbentuk tulisan, gambar, atau lainnya. Fungsi label pangan ini adalah sebagai sarana informasi mengenai produk makanan agar konsumen dapat memilih makanan yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya.

Umumnya, masyarakat kita kurang memperhatikan label pangan setiap kali ingin membeli makanan kemasan. Padahal penting bagi kita memahami informasi yang disajikan pada kemasan makanan terutama jika mengalami penyakit, alergi jenis makanan tertentu, maupun memiliki tujuan khusus seperti ingin membatasi asupan kalori.

Beberapa hal yang perlu dipahami dan diperhatikan dalam kemasan makanan antara lain:

  1. Nama Produk
    Dalam kemasan makanan, nama produk harus memberikan penjelasan mengenai produk pangan yang bersangkutan. Nama produk biasanya dicetak besar supaya dapat terbaca jelas oleh konsumen. Tercantum juga berat bersih yang berisi keterangan jumlah produk pangan yang terdapat dalam kemasan. Selain itu, biasanya juga tercantum keterangan perusahaan yang memproduksi pangan beserta alamatnya.
  2. Nomor Izin Edar
    Nomor izin edar merupakan nomor persetujuan keamanan pangan, mutu dan gizi serta label pangan dalam rangka peredaran pangan, yang diberikan oleh badan POM RI/Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota sehingga konsumen merasa yakin akan keamanan dan kualitas dari produk pangan tersebut. Nomor izin edar dibagi menjadi
    • MD/P-IRT: Nomor pendaftaran yang menunjukkan produk buatan dalam negeri.
    • ML: Nomor pendaftaran yang menunjukkan produk buatan luar negeri atau impor.
    • Hal lain yang patut menjadi perhatian khususnya bagi masyarakat muslim adalah logo halal yang dikeluarkan oleh MUI dengan berbagai syarat yang berlaku. 
  3. Tanggal Kadaluarsa
    Tanggal kadaluarsa merupakan keterangan batas akhir suatu produk pangan dijamin mutunya sepanjang penyimpanannya mengikuti petunjuk yang diberikan produsen.
  4. Petunjuk Penyimpanan dan Penyajian
    Memberikan keterangan cara aman menyimpan produk dan cara mengkonsumsinya
  5. Komposisi
    Komposisi atau ingredients merupakan keterangan bahan yang dipakai pada suatu produk pangan. Urutan komposisi bahan pangan yang tertulis dimulai dari bahan makanan yang paling banyak sampai yang paling sedikit digunakan.
  6. Informasi Nilai Gizi
    Sebagai awalan, perlu kita perhatikan takaran saji dan jumlah sajian per kemasan. Takaran saji adalah jumlah produk pangan yang biasa dikonsumsi dalam satu kali makan dan biasanya dinyatakan dalam ukuran rumah tangga. Sedangkan jumlah sajian per kemasan menunjukkan berapa banyak sajian dalam satu kemasan produk. Umumnya informasi nilai gizi suatu produk dicantumkan berdasarkan pada satu kali penyajian. Jika seseorang mengonsumsi suatu produk melebihi satu kali penyajian/takaran saji, maka asupan kalori dan zat gizi menjadi lebih tinggi sesuai berapa kali lipat dari satu kali takaran saji. 
    Selanjutnya informasi energi (kalori) dan zat gizi dicantumkan berdasarkan satu kali penyajian, sesuai dengan keterangan dalam takaran saji. Informasi energi biasanya ditulis dalam satuan kkal (kilokalori). Zat gizi lainnya yang dicantumkan adalah protein, lemak, dan karbohidrat, dengan satuan gram. Selain itu, juga tercantum vitamin dan mineral sesuai dengan yang terkandung dalam produk. Penting bagi konsumen untuk melihat informasi energi dan zat gizi lainnya apabila konsumen ingin mengontrol jumlah energi yang dikonsumsi atau jika memiliki kondisi khusus yang harus menambah, membatasi, atau menghindari zat gizi tertentu.
    Terakhir, % AKG (Angka Kecukupan Gizi), memberikan informasi kontribusi produk tersebut terhadap kebutuhan harian. Sebagai contoh, % AKG tercantum 20% maka kebutuhan zat gizi yang dimaksud sudah terpenuhi 20% bila dikonsumsi sesuai takaran saji. Umumnya, rujukan kebutuhan energi yang dipakai adalah kebutuhan rata-rata sehari sebesar 2000 atau 2150 kkal. Suatu zat gizi dikategorikan berkontribusi rendah jika mengandung ≤ 5% AKG, dan berkontribusi tinggi jika mengandung ≥ 20% AKG.

Dengan memahami informasi yang tercantum dalam label pangan, diharapkan konsumen mampu lebih bijak dalam memilih produk yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya.

Baca juga : Fluorosis Gigi