Jumat, 19 Maret 2021 19:34 WIB

Protesa Gigi

Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian dari kesehatan tubuh yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya, sebab kesehatan gigi dan mulut akan mempengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Protesa gigi adalah alat bantu fungsional pengganti gigi yang hilang akibat proses pencabutan atau trauma. Seiring bertambahnya usia, semakin besar kerentanan seseorang untuk kehilangan gigi. Gigi yang hilang bisa disebabkan karena kecelakaan/trauma, tindakan pencabutan, operasi karena suatu sebab kankergenetika (bawaan), dan karena dampak dari suatu penyakit misalnya diabetes mellitus.
Beberapa akibat yang dapat disebabkan dari kehilangan gigi geligi, antara lain:

  • Kesulitan dalam pengunyahan makanan
  • Kesulitan berkomunikasi
  • Kerusakan gigi asli yang tersisa
  • Kerusakan jaringan pendukung gigi misalnya gusi
  • Sakit di area wajah (trigeminal neuralgia)
  • Telinga berdenging
  • Kerusakan sendi rahang
  • Perubahan penampilan dan kurangnya rasa percaya diri bila terjadi di gigi depan

Keadaan-keadaan tersebut berdampak pula pada meningkatnya kebutuhan akan protesa gigi atau gigi tiruan.

  1. Mengembalikan fungsi pengunyahan.
  2. Mengembalikan fungsi bicara.
  3. Menjaga kesehatan gigi asli yang tersisa.
  4. Menjaga kesehatan jaringan pendukung gigi.
  5. Menjaga kesehatan sendi rahang.
  6. Mengembalikan estetika.
  7. Mengembalikan kepercayaan diri.

Protesa gigi secara umum terdiri dari 2 macam, yaitu:

  1. Gigi Tiruan Cekat 
    Gigi tiruan cekat adalah gigi tiruan yang direkatkan secara permanen pada gigi yang telah dipersiapkan untuk memperbaiki sebagian atau seluruh permukaan gigi yang mengalami kerusakan atau kelainan untuk menggantikan kehilangan gigi. 
    Penggunaan gigi tiruan cekat di kalangan masyarakat sudah sangat populer untuk menggantikan gigi yang hilang. Hal ini disebabkan oleh gigi tiruan tetap memiliki konstruksi yang baik dan hanya menutupi sedikit jaringan penyangga sehingga lebih nyaman untuk digunakan serta terpasang secara cekat di dalam mulut (Aschi 2013, Smith, 2007). Gigi tiruan cekat meliputi Mahkota Tiruan (MT) dan Gigi Tiruan Jembatan (GTJ).
     
  2. Gigi Tiruan Lepasan
    Gigi tiruan lepasan adalah menggantikan satu atau beberapa gigi yang hilang atau seluruh gigi asli yang hilang dengan cara pembuatan gigi tiruan lepasan yang dapat dilepas pasang sendiri oleh pasien.
    Tujuan pembuatan gigi tiruan lepasan adalah untuk mengembalikan fungsi pengunyahan, estetis, bicara, membantu mempertahankan gigi yang masih tertinggal, memperbaiki gigitan, serta mempertahankan jaringan lunak mulut yang masih ada agar tetap sehat.
    Di masyarakat sering terjadi ketidaktepatan dalam pembuatan gigi tiruan yaitu yang mengenyampingkan aspek kesehatan (yang dilakukan bukan oleh dokter gigi), antara lain:
    • Indikasi pemilihan material yang salah.
    • Prosedur pengukuran dalam proses pembuatan gigi tiruan yang tidak dilakukan.
    • Kelainan jaringan pendukung gigi yang tidak diperhatikan.
    • Kelainan sistemik yang tidak diperhatikan seperti diabetes mellitus atau osteoporosis.
      Kekeliruan pemberian instruksi perawatan sebelum dan sesudah pemakaian gigi tiruan.
    • Tidak memperhatikan hubungan rahang dan rongga mulut.

Ketidaktepatan pembuatan gigi palsu dapat mengakibatkan:

  1. Rasa sakit dan tidak nyaman.
  2. Gangguan fungsi mengunyah.
  3. Gigi mudah lepas.
  4. Letih rahang.
  5. Gigi goyang.
  6. Faktor risiko kanker.
  7. Kerusakan jaringan pendukung gigi atau menimbulkan bau.
  8. Penampilan yang tidak nyaman

Untuk menghindari kekeliruan dalam pembuatan gigi tiruan, harus berkonsultasi dengan dokter gigi  yang memiliki kompetensi dan keahlian spesialistik di bidang pembuatan protesa gigi.

Baca juga : Pola Makan untuk Pasien Stroke