• icon-phone Contact Center Yakes Telkom : 022 - 4521405
  • Contact Center Yakes Telkom : 022 - 4521405

Info Terbaru

image-newest
Info Kesehatan

Waspada Gagal Ginjal Akut Misterius Pada Anak Jumat, 21 Oktober 2022 13:35 WIB Gangguan ginjal akut misterius pada anak (disebut juga Acute Kidney Injury atau AKI) baru-baru ini marak terjadi dan tercatat sudah 206 kasus (rentang usia anak 0-18 thn) di Indonesia. AKI ditandai dengan penurunan yang cepat dan tiba-tiba pada fungsi ginjal, terlihat dari penurunan volume buang air kecil hingga tidak bisa buang air kecil sama sekali. Pemerintah masih terus meneliti penyebab utama dari kejadian ini, dan langkah sementara yang diambil pemerintah untuk mencegah perburukan kondisi AKI di Indonesia adalah menghentikan dahulu penggunaan obat cairan pada anak. Saat ini BPOM telah memerintahkan penarikan obat sirup yang diduga mengandung cemaran Etilen Glikol (EG) yang kemungkinan berkaitan dengan maraknya kondisi AKI yaitu Termorex Sirup, Flurin DMP Sirup, Unibebi Cough Sirup, Unibebi Demam Sirup, dan Unibebi Demam Drops. Gejala AKI: Intensitas buang air kecil menurun atau bahkan tidak buang air sama sekali, dengan atau tanpa gejala :  Demam Pilek/Batuk Diare Muntah Langkah Pencegahan Pastikan anak minum cukup +/- 50ml/kgBB per hari Jaga kesehatan anak dengan makanan sehat dan seimbang, mengurangi makanan tinggi gula dan karbohidrat serta memperbanyak makanan tinggi serat seperti sayur dan buah Jaga prokes : kebersihan tangan dan tetap gunakan masker saat di kerumunan Apa yang HARUS dilakukan?  Tetap tenang dan waspada serta aktif memantau tanda bahaya umum. Tunda sementara pemberian obat dalam bentuk cairan/sirup baik untuk yang sudah terpapar ataupun belum. Pantau jumlah dan warna urin (pekat atau kecoklatan).  Pastikan anak mendapatkan cairan yang cukup (minum air).  Sebaiknya kurangi aktivitas anak (khususnya balita) di area dengan risiko infeksi tinggi (kerumunan, ruang tertutup) Jika anak menunjukkan gejala AKI segerakan untuk membawa anak ke dokter dengan membawa obat yang sempat dimakan sebelumnya (bila ada), atau hubungi Yakes Siaga di nomor 15000 22 maupun WA Chatbot di nomor 0811 50 5000 22. Tetap Waspada Tetap Sehat, Telkomers  ===== Sumber: Kemenkes RI & BPOM

image-newest
Info Kesehatan

Simak Tips Berikut, Cegah Terjadinya Peningkatan Gula Darah Jumat, 21 Oktober 2022 08:59 WIB Gula darah tinggi atau biasa disebut hiperglikemia menjadi salah satu faktor berbahaya dari penderita diabetes. Hiperglikemia terjadi saat kadar glukosa dalam darah mencapai lebih dari 300 mg/dl, hal tersebut dapat ditandai dengan gejala sering merasa haus, pusing, penglihatan kabur, buang air kecil meningkat, hingga napas terengah-engah. Hal ini dapat terjadi akibat beberapa hal, salah satunya adalah akibat hobi makan yang terlalu manis dan jarang bergerak. Oleh karena itu, berikut ini terdapat beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya peningkatan gula darah, meliputi : Pertahankan kondisi berat badan ideal, hal ini dapat dilakukan dengan mengurangi konsumsi karbohidrat dan perbanyak makanan kaya akan serat. Melakukan aktivitas fisik, seperti berjalan, menaiki tangga, hingga melakukan aerobik. Berhenti merokok, serta juga berhenti untuk minum-minuman alkohol. Mengelola stres, untuk mencegah terganggunya produksi serotonin sehingga tubuh dapat memproduksi insulin dengan tepat. Mengonsumsi makanan yang sehat, meliputi konsumsi gizi tepat dan juga diseimbangkan oleh 3-5 porsi buah dan sayur, serta mengurangi konsumsi garam, gula dan lemak jenuh. Selain itu, mengenal gejala hiperglikemia dari penyakit diabetes juga dapat dilakukan untuk mendeteksi sedini mungkin agar diabetes dapat ditangani lebih cepat dan menghindari terjadinya komplikasi serius. Adapun beberapa gejala utamanya nya seperti sering mengalami buang air kecil (poliuri), Cepat merasa lapar (polifagia), serta cepat haus (polidipsi). Cari tahu lebih banyak tentang Diabetes dengan mengunjungi channel Youtube Yakes Telkom atau klik Playlist Tentang Diabetes Melitus  

image-newest
Info Kesehatan

Tingkatkan Kesadaran Osteoporosis Dengan Lakukan Langkah Tepat Jaga Kesehatan Tulang Kamis, 20 Oktober 2022 13:08 WIB Osteoporosis atau pengeroposan tulang menjadi salah satu penyakit yang mengintai pada lansia. Berdasarkan data dari International Osteoporosis Foundation (IOF), osteoporosis dapat terjadi pada satu dari tiga wanita dan satu dari lima pria berusia 50 tahun keatas. Penyakit osteoporosis dapat menyebabkan tulang menjadi lemah dan rapuh sehingga berisiko terjadi patah tulang akibat jatuh, terbentur ataupun gerakan tiba-tiba. Mengingat hal tersebut, IOF mengajak masyarakat dunia untuk lebih peduli terkait osteoporosis pada peringatan Hari Osteoporosis Sedunia yang diperingati setiap tanggal 20 Oktober. Pada tahun ini, IOF mengambil tema “Step Up For Bone Health” yang akan menyoroti pentingnya gaya hidup sehat dalam menjaga kekuatan tulang untuk mencegah terjadinya patah tulang. Adapun beberapa faktor risiko terjadinya osteoporosis adalah seperti pengaruh usia yang semakin bertambah, kurangnya asupan vitamin D dan kalsium, faktor menopause bagi wanita, faktor genetik maupun faktor gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok ataupun mengonsumsi alkohol berlebih. Guna mencegah terjadinya osteoporosis, berikut terdapat beberapa langkah yang dapat berguna untuk menjaga tulang tetap sehat. Beberapa langkah tersebut meliputi : Lakukan olahraga teratur Melakukan latihan beban, penguatan otot serta latihan keseimbangan menjadi opsi terbaik dalam menjaga kekuatan otot dan tulang tubuh.   Makan-makanan bergizi dan menyehatkan tulang Makanan yang tinggi akan kalsium, vitamin D dan protein menjadi penting dalam menjaga kesehatan tulang. Selain itu, paparan sinar matahari saat pagi hari juga cukup baik untuk membantu mendapatkan vitamin D.   Hindari kebiasaan gaya hidup yang buruk Pertahankan berat badan ideal serta hindari merokok ataupun minum-minuman beralkohol berlebih.   Cari tahu apakah anda memiliki faktor risiko osteoporosis Jika memiliki riwayat keluarga osteoporosis atau sedang mengonsumsi obat tertentu yang mempengaruhi kesehatan tulang, periksa pada dokter untuk memastikan kesehatan tulang.   Lakukan uji dan perawatan jika diperlukan Jika telah berisiko tinggi osteoporosis, segera dapatkan pengobatan dari dokter atau segera ubah gaya hidup guna membantu melindungi diri dari patah tulang.

image-newest
Info Kesehatan

Awas! Ini Penyakit Yang Sering Terjadi Saat Musim Hujan Rabu, 19 Oktober 2022 10:10 WIB Seiring dengan datangnya musim penghujan, meningkat juga ancaman gangguan kesehatan bagi tubuh. Hal tersebut dikarenakan saat musim hujan tubuh mengalami perubahan suhu pada lingkungan yang cukup drastis, sehingga mudah untuk terserang penyakit. Selain itu saat musim hujan berbagai jenis mikroba akan lebih mudah berkembangbiak, sehingga risiko penyebaran penyakit dapat meningkat.  Beberapa penyakit yang perlu diwaspadai saat musim hujan ini seperti : Influenza Penyakit pernapasan menular yang disebabkan virus Influenza ini dapat menyerang secara ringan hingga berat. Gejala dari penyakit ini meliputi tidak enak badan, demam, rasa pegal linu, lemas, lesu, bersin-bersin hingga rasa nyeri pada otot dan sendi. Adapun untuk cara mencegahnya dapat dilakukan dengan melakukan olahraga dan istirahat yang cukup, memperbanyak konsumsi buah dan sayur, serta mencuci tangan dan memakai masker saat flu.   Demam Berdarah Dengue (DBD) Penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti ini sering terjadi saat musim hujan akibat perkembangbiakan nyamuk yang meningkat. DBD dapat menimbulkan gejala demam tinggi dan flu, dan jika tidak ditangani dengan baik berisiko mengancam nyawa. Adapun cara mencegahnya adalah dengan melakukan 3M Plus yakni, Menguras bak mandi, Menutup tempat air dan Memanfaatkan barang bekas dan juga melakukan pemberantasan sarang nyamuk.   Diare Penyakit diare juga sering terjadi saat musim hujan, hal ini dikarenakan meningkatnya perkembangbiakan bakteri, virus atau parasit yang dapat mengkontaminasi makanan. Hal tersebut dapat menyebabkan terjadi gangguan pencernaan, adapun cara mencegahnya adalah dengan mencuci tangan pakai air mengalir, serta menjaga kebersihan dan kesehatan makanan. Selain melakukan pencegahan pada penyakit-penyakit tersebut, berikut terdapat tips dalam mencegah berbagai penyakit yang dapat terjadi saat musim penghujan. Beberapa tips tersebut meliputi : Meningkatkan sistem imun tubuh dengan beristirahat teratur, makan makanan yang bergizi Lakukan Olahraga teratur meskipun hanya dari dalam rumah. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Hindari gigitan nyamuk dengan membersihkan lingkungan kita yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

image-newest
Info Kesehatan

Tingkatkan Kesadaran Akan Menopause Dalam Peringatan Hari Menopause Sedunia Selasa, 18 Oktober 2022 09:07 WIB Hari Menopause Sedunia diperingati pada tanggal 18 Oktober setiap tahunnya, peringatan ini diselenggarakan sebagai bentuk peningkatan kesadaran akan menopause dan pilihan dukungan yang tersedia untuk meningkatkan kesadaran serta kesejahteraan. International Menopause Society bersama dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam kampanye Hari Menopause Sedunia tahun 2022 ini mengangkat tema “Kognisi dan Suasana Hati” atau Cognition and Mood. Dalam tema besar tersebut, terdapat beberapa poin yakni tentang panduan profesional dalam melakukan konseling tentang kognisi serta dampak kabut otak dan kesulitan memori akibat menopause. Poin-poin tersebut tidak terlepas dari data dan studi penelitian, dimana ingatan wanita akan berdampak saat mengalami menopause sehingga dapat menimbulkan terjadinya kabut otak ataupun kesulitan memori. Sementara itu, secara umum gejala wanita memasuki masa menopause adalah terjadinya menstruasi yang tidak teratur,hot flash (perasaan hangat yang datang tiba-tiba dan berlangsung intens di sekujur wajah, leher dan dada), vagina mengering, gangguan tidur, dan perubahan suasana hati atau perasaan.  Menopause secara alami terjadi pada wanita yang menginjak usia diatas 40 tahun, namun terdapat juga kemungkinan menopause terjadi pada wanita berusia dibawah 40 tahun atau disebut sebagai menopause dini. Terjadinya menopause dini ini dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti : Primary Ovarian Insufficiency Kondisi ini terjadi akibat kelainan genetik atau penyakit autoimun, yang membuat indung telur berhenti berfungsi.   Operasi Pengangkatan Rahim (Histerektomi) Setelah histerektomi, seorang wanita memang tidak akan langsung mengalami menopause, namun cenderung akan mengalami menopause lebih awal. Menopause dapat langsung terjadi setelah histerektomi bila indung telur ikut diangkat.   Pengobatan Kanker Kemoterapi atau radioterapi untuk mengatasi kanker rahim dapat merusak indung telur, sehingga memicu menopause dini.

image-newest
Info Kesehatan

Jangan Anggap Sepele, Kenali Tanda-Tanda Penyakit Ginjal Senin, 17 Oktober 2022 14:54 WIB Ginjal memiliki fungsi yang sangat vital bagi tubuh. Selain untuk mengatur tekanan darah, ginjal juga berfungsi sebagai detoksifikasi darah yang membantu tubuh untuk menyaring limbah dan membuangnya melalui urin. Oleh karena itu, sangat berbahaya jika ginjal mengalami gangguan sehingga tidak dapat berjalan dengan normal. Berdasarkan data, Penyakit Ginjal menjadi salah satu penyakit mematikan ke-10 di Indonesia dengan catatan kematian lebih dari 42 ribu per tahunnya. Pada umumnya gangguan pada ginjal biasa menyerang orang dewasa, namun tidak menutup kemungkinan gangguan penyakit tersebut dapat terjadi pada anak-anak. Lantas bagaimana cara yang tepat untuk mengetahui dan mencegah terjadinya gangguan pada ginjal? Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyampaikan beberapa tanda dan gejala yang perlu diperhatikan terkait penyakit ginjal, tanda-tanda tersebut meliputi : Mengalami tekanan darah tinggi Terjadi perubahan frekuensi dan jumlah buang air kecil dalam sehari Adanya darah dalam urin Sakit kepala Kehilangan nafsu makan Sesak, Mual & Muntah Mengalami lemah saat tidur Mengalami bengkak pada bagian kaki atau pergelangan kaki pada waktu pagi hari. Selain itu, menerapkan perubahan perilaku masyarakat dengan menerapkan cara CERDIK. Perubahan perilaku CERDIK ini meliputi : Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dengan kalori seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres. Selain menerapkan perilaku CERDIK, tahap pencegahan juga dapat dilakukan dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan melakukan aktivitas fisik teratur, menjaga pola makan dengan makanan sehat (rendah lemak, rendah garam, dan tinggi serat), minum air putih minimal 2 liter per hari, dan juga tidak mengonsumsi obat-obatan yang tidak dianjurkan oleh dokter. Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap terkait penyakit ginjal, dapat mengunjungi channel youtube Yakes Telkom atau klik link berikut : Penyakit Ginjal - Yakes Telkom

image-newest
Info Kesehatan

Cuci Tangan Pakai Sabun, Kebiasaan Sederhana Cegah Penyebaran Penyakit Sabtu, 15 Oktober 2022 11:52 WIB Dalam kehidupan sehari-hari, bakteri dan virus menyebar melalui droplets, seperti saat bersin, batuk, dan berbicara. Semua jenis bakteri dan virus tersebar dan menempel pada barang-barang yang kita gunakan untuk aktivitas sehari-hari, serta mampu aktif di luar tubuh manusia secara berjam-jam hingga berhari-hari.  Dalam membunuh bakteri dan virus, penggunaan desinfektan, hand sanitizer, tisu basah, gel, dan krim beralkohol terbukti mampu membunuh bakteri dan virus tersebut. Namun begitu, penggunaannya tidak seberapa efektif jika dibandingkan dengan mencuci tangan pakai sabun. Kenyataannya, mencuci tangan pakai sabun adalah tindakan sanitasi sederhana yang memiliki dampak besar. Cuci tangan pakai sabun dinilai sebagai cara yang mudah, efektif, dan hemat biaya dalam menjaga diri sendiri dan sekitar dari penyebaran infeksi bakteri maupun virus. Hal ini lantaran tangan merupakan bagian tubuh yang mampu membawa bakteri dan virus yang telah tersebar dan menempel masuk ke dalam diri kita, melalui cara-cara seperti makan dan minum. Kemudian, dalam penggunaannya, sabun efektif untuk melepaskan lemak dan kotoran yang menempel pada tangan, yang di dalam lemak dan kotoran tersebut bersarang bakteri dan  virus. Sabun mengandung senyawa seperti lemak yang disebut amphiphiles, yang mirip dengan lipid dalam membran virus. Ketika sabun bersentuhan dengan zat berlemak ini, sabun mengikatnya dan menyebabkannya terlepas dari virus, serta memaksa virus melepaskan diri dari kulit kita. Dengan mencuci tangan pakai sabun, kita mampu menurunkan risiko tertular penyakit diare hingga 30% dan ISPA hingga 20%, serta penyakit-penyakit lainnya seperti hepatitis, typhus, flu burung, hingga COVID-19. Menyadari pentingnya mencuci tangan pakai sabun, tanggal 15 Oktober setiap tahunnya dimanfaatkan untuk memperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia. Adanya peringatan ini diharapkan mampu memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya mencuci tangan pakai sabun, serta mampu meningkatkan tendensi masyarakat untuk mencuci tangan pakai sabun khususnya pada waktu-waktu kritis seperti sebelum makan, sehabis buang air besar, sebelum menyusui, sebelum menyiapkan makan, setelah menceboki bayi, dan setelah melakukan kontak dengan hewan.  Untuk meningkatkan efektifitasnya dalam membersihkan kuman, bakteri, hingga virus yang menempel pada tangan, mencuci tangan pakai sabun juga perlu dilakukan dengan teknik yang baik dan benar. Berikut ini teknik mencuci tangan pakai sabun yang baik dan benar: Gunakan air mengalir  Gunakan sabun, ratakan sabun dengan kedua telapak tangan Gosok perlahan kedua tangan. Pastikan agar punggung tangan, setiap sela jemari tangan, telapak tangan, serta bagian bawah ujung kuku terkena dan tergosok sabun Pastikan mencuci dan menggosok tangan selama minimal 20 detik Bilas kembali tangan dengan menggunakan air mengalir Keringkan sepenuhnya dengan handuk atau tisu bersih Cuci tangan pakai sabun bukan lagi merupakan aktivitas sehari-hari yang patut kita sepelekan. Lebih dari itu, cuci tangan pakai sabun mampu menyelamatkan diri sendiri dan sekitar kita. Untuk itu, mari ingatkan diri sendiri dan sekitar untuk selalu praktikan cuci tangan dengan memakai sabun dalam aktivitas sehari-hari.

Info Terpopuler

image-popular
Info Kesehatan

Telemedicine menjadi alternatif konsultasi dimasa Pandemi Senin, 18 Januari 2021 11:05 WIB Tahun 2020 sudah selesai akan tetapi,  lain halnya dengan Pandemi yang sampai akhir 2020 belum kunjung usai. Dalam masa Pandemik ini, Yakes Telkom memberikan layanan Telemedicine yaitu pemakaian telekomunikasi untuk memberikan informasi dan pelayanan medis jarak-jauh. Telemedicine saat ini, menggunakan teknologi komunikasi dengan gadget untuk memberikan konsultasi fasilitas kesehatan di tempat yang berjauhan, bisa secara langsung via telepon, berkirim pesan, ataupun videocall dengan aplikasi WA (whatsapp) atau aplikasi Telegram. Layanan Telemedicine dibutuhkan oleh Pelanggan dalam masa pandemik Covid-19 saat ini karena ada beberapa layanan yang bisa didapatkan oleh pelanggan dengan menggunakan Telemedicine diantaranya adalah: Layanan Konsultasi medis dengan dokter dan petugas medis lainnya di Yakes Telkom. Memberi kemudahan saat pelanggan ingin mendapatkan Obat Rutin yang dikonsumsi tanpa harus datang ke Poliklinik Yakes Telkom. Permintaan rujukan pemeriksaan Laboratorium dan rujukan ke rumah sakit. Layanan konsultasi tentang restitusi. Layanan konsultasi non medis perihal kepesertaan. Kenapa harus Telemedicine? Guna mencegah penyebaran virus covid-19 lebih baik apabila dirumah saja untuk menghindari kerumunan, itulah sebabnya Yakes Telkom lebih menekankan Telemedicine daripada pelanggan datang langsung ke Poliklinik. Dengan Telemedicine para pelanggan tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan dari Yakes. Untuk layanan medis para pelanggan bisa melakukan konsultasi kepada para dokter, apabila memerlukan obat dokter akan memberikan dan dikirim menggunakan kurir. Demikian juga dengan rujukan bisa juga didapatkan dengan melakukan Telemedicine. Tidak hanya layanan konsultasi medis saja yang diberikan kepada para pelanggan, melainkan dari sisi Non Medispun bisa melakukan Telemedicine, salah satu contohnya adalah layanan Konsultasi kepesertaan. Untuk melakukan laporan update Faskes putra/i dari pelanggan, Pensiunan dapat mengirimkan foto atau scan persyaratan yang sudah lengkap kepada admin kepesertaan untuk diproses lebih lanjut. Selain itu juga pengajuan untuk cetak kartu kesehatan bisa dilayani secara online via Whatsapp ataupun Telegram, dengan mengirimkan persyaratan yang sudah lengkap kepada Admin Kepesertaan pengajuan cetak kartu kesehatan bisa diproses lebih lanjut. Saat ini Yakes Telkom tak henti-hentinya memberikan layanan yang terbaik kepada para pelanggan karena sesuai dengan slogan terbaru Yakes Telkom yaitu Sehat Tekad Kita, Melayani dengan Cinta (YKS05-01)

image-popular
Info Kesehatan

Kasus Positif Terus Melonjak, Segera Vaksinasi dan Kencangkan Prokes Minggu, 30 Januari 2022 21:49 WIB Lonjakan Kasus Harian Perupadata mencatatkan penambahan kasus harian Covid-19 sebanyak 9905 kasus (per 28 Januari 2022). Data yang ada juga menunjukkan 90,1% kasus konfirmasi nasional merupakan transmisi lokal dan tercatat sudah 3 pasien kasus konfirmasi Omicron meninggal dunia (memiliki komorbid atau penyakit penyerta dan 1 kasus belum divaksin). Kenaikan kasus harian Covid disinyalir akan terus meningkat dalam beberapa waktu kedepan. Gambaran kenaikan tajam kasus ini juga terlihat di lingkungan TelkomGroup. Munculnya 3 sub varian Omicron Baru-baru ini muncul 3 sub varian Omicron yaitu BA.1 BA.2 dan BA.3, status ketiganya masih terus diteliti. Sementara gejala dibandingkan Delta lebih ringan. BA.2 lebih infeksius dengan gejala lebih ringan dari BA.1. Mutasi virus memang bukanlah hal yang baru, apalagi Variant of Concern cenderung cepat menginfeksi dan akan banyak bermutasi. Yang harus digarisbawahi adalah jangan meremehkan dan jangan abai untuk mencegah virus semakin merajalela dan melahirkan varian yang berbahaya. Cegah dengan Vaksin dan Disiplin Prokes Sesuai dengan anjuran pemerintah melalui Kemenkes, perusahaan turut aktif mengambil langkah-langkah untuk mencegah laju penularan khususnya di lingkungan TelkomGroup dengan mempercepat upaya pelaksanaan vaksinasi booster untuk meningkatkan efektivitas vaksin primer.  Jadi bagi karyawan, pensiunan dan keluarga yg sudah mendapatkan e tiket di Peduli Lindungi dan telah 6 bulan dari vaksin ke 2, segera lakukan vaksinasi booster baik di sentra vaksinasi, RS atau puskesmas terdekat. Ayo kita cegah peningkatan laju Covid dengan tidak panik seraya meningkatkan protokol kesehatan dengan selalu gunakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, rajin mencuci tangan, menghindari bepergian kecuali sangat mendesak, dan menghindari kegiatan makan bersama. Semangat Sehat!  #SEMUAWAJIBPAKAIMASKER #SegeraVaksin

image-popular
Info Kesehatan

Be Mindful of Your Mental Health Sabtu, 24 Oktober 2020 08:36 WIB Tidak dipungkiri lagi bahwa kesehatan mental merupakan salah satu bagian yang menandakan sehatnya seseorang. Sehat tidak hanya dilihat dari kondisi fisik saja, tetapi bagaimana kondisi psikologis diri kita. Di tengah kondisi pandemic Covid-19 yang melanda, mari kita tanyakan ke diri sendiri, sejahterakah kita secara psikologis? Sejahtera secara psikologis menandakan bahwa diri kita memiliki perasaan yang baik (feeling good) dan dapat berfungsi secara efektif (functioning effectively). Untuk dapat sejahtera secara psikologis, tentunya kita perlu memperhatikan (mindful) kondisi kesehatan mental. Mengapa demikian? Alasannya sangat sederhana, karena dengan memberikan perhatian maka kita lebih menyadari serta dapat lebih memahami kondisi diri kita. Mindfulness adalah suatu pendekatan integratif yang didasarkan pada hubungan pikiran & tubuh, yang membantu individu untuk mengelola pikiran dan perasaan serta kesehatan mental mereka. Mindfulness merupakan hal yang mudah untuk dilakukan. Salah satu contoh simpelnya adalah dengan kita menyadari bagaimana rasa makanan yang tadi dicicipi? Apa warna baju yang dipakai hari ini? Apa perasaan yang muncul ketika atasan memberikan feedback kepada saya? Apa yang saya rasakan ketika rekan kerja menolak pendapat saya? Sadar akan apa yang sedang dipikirkan atau dirasakan menjadi salah satu wujud agar kita dapat menjalankan hari-hari dengan nyaman serta menemukan solusi yang terbaik untuk permasalahan yang dihadapi. Selain menyadari apa yang terlintas dipikiran dan dirasakan, menyadari apa yang tubuh kita coba untuk sampaikan juga salah satu bentuk mindfulness. Sebagai contoh, saat berada pada situasi penuh tekanan atau kecemasan, ternyata tubuh kita memunculkan reaksi tertentu seperti detak jantung meningkat, otot tegang atau napas terhambat. Dengan memperhatikan perubahan yang muncul tersebut, maka kita dapat pula mencari solusi atas perubahan yang terjadi, salah satu upayanya dengan mengatur napas dengan baik agar tubuh menjadi tenang. Begitu pula dengan situasi Covid-19 yang tengah kita hadapi saat ini, aware terhadap apa yang menjadi pikiran, perasaan, serta pola tingkah laku yang dimunculkan akan membantu kita menentukan langkah pengelolaan yang tepat. Kesadaran ini menandakan pula bahwa kita merawat diri. Kita sadar akan hal yang menjadi pemicu dari kecemasan serta memperhatikan hal-hal apa yang membuat tertekan. Ketika kita mulai memperhatikan kondisi kesehatan mental, tidak hanya diri kita sendiri yang mendapatkan manfaatnya. Manfaat apalagi yang didapat melalui mindfulness? Menyadari kondisi psikologis atau kesehatan mental ini juga dapat membantu mengurangi stigma lingkungan yang buruk terhadap kesehatan mental. Beberapa contoh mindfulness ini adalah, menyadari penggunaan tata bahasa yang digunakan agar tidak menyakiti perasaan orang lain, mengedukasi diri terkait kesehatan mental yaitu dengan mengenali bahwa kesehatan mental memiliki perlakuan yang sama dengan masalah medis lainnya, dan mendengarkan kondisi orang lain tanpa interupsi, asumsi, maupun interpretasi di awal. Nah, beberapa hal tersebut dapat kita latih di kehidupan sehari-hari dan menjadi upaya bagi kita untuk lebih mindful terhadap diri maupun lingkungan sosial. Sudah saatnya kita aware terhadap kesehatan mental. Sesuai dengan kampanye yang dikeluarkan World Federation for Mental Health (WFMH), perayaan Hari Kesehatan Mental Dunia tahun 2020 mengusung tema “Mental Health for All: Greater Investment – Greater Access”, hal tersebut menandakan bahwa sehat mental itu hak setiap orang. Inilah saatnya bagi kita untuk berinvestasi dalam kesehatan mental. By: Rahmi Maya Fitri, M.Psi., Psikolog     “We would never tell someone with a broken leg that they should stop wallowing and get it together. We don’t consider taking medication for an ear infection something to be ashamed of.”  MICHELLE OBAMA     Sumber: https://www.verywellmind.com/improve-psychological-well-being-4177330; https://www.mentalhealth.org.uk/a-to-z/m/mindfulness; https://www.mindfulnessstudies.com/ending-mental-health-stigma-through-mindfulness/

image-popular
Info Kesehatan

Hari Hipertensi Sedunia, Kenali Faktor Risiko & Cara Pencegahannya Selasa, 17 Mei 2022 14:21 WIB 17 Mei setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Hipertensi Sedunia atau dikenal dengan World Hypertension Day. Momen peringatan ini ditujukan untuk menyadarkan masyarakat terkait dengan pentingnya mengenali gejala, faktor risiko serta cara pencegahan dari penyakit hipertensi. Gerakan Hari Hipertensi Sedunia ini juga bertujuan untuk memberitahukan kepada masyarakat dunia terkait komplikasi medis yang serius akibat hipertensi, informasi tentang pencegahannya, deteksi dini, serta tahapan pengobatannya. Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi dimana tubuh mengalami tekanan darah di 130/80 mmHg atau lebih. Jika kondisi ini berlangsung lama, maka dapat menimbulkan berbagai penyakit serius yang mengancam nyawa, seperti gagal jantung, penyakit ginjal, dan juga stroke. Meskipun gejalanya sering tidak terlihat jelas, namun hipertensi masih dapat dideteksi serta dikontrol dengan baik. Hal tersebut seperti mengetahui beberapa faktor risiko yang dapat memicu terjadinya hipertensi dalam tubuh, seperti : Usia Seiring bertambahnya usia, risiko tekanan darah tinggi juga akan meningkat. Selain itu risiko hipertensi juga akan lebih sering terjadi pada pria dewasa dibandingkan wanita.   Riwayat Keluarga Penyakit Hipertensi ini juga cenderung dapat diturunkan dalam silsilah keluarga, sehingga peran serta seluruh anggota keluarga dalam mencegah atau mendeteksi dini terjadinya hipertensi sangatlah penting.   Merokok Kebiasaan buruk merokok juga dapat meningkatkan risiko terjadinya hipertensi serta merusak lapisan dinding arteri, jika dibiarkan dapat menyebabkan arteri menyempit serta meningkatkan risiko penyakit jantung.   Obesitas Orang yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas juga memiliki risiko tinggi akan terjadinya hipertensi. Hal ini terjadi akibat tubuh yang semakin berat dapat meningkatkan kebutuhan darah dalam memasok oksigen dan nutrisi dalam jaringan tubuh. Dengan meningkatnya aliran darah tersebut, maka dapat meningkatkan tekanan pada dinding arteri.   Konsumsi Garam Berlebih Serta Sedikit Mengkonsumsi Potasium Konsumsi garam (natrium) berlebih dapat menyebabkan tubuh menahan cairan yang berdampak pada meningkatnya tekanan darah. Selain itu, kurangnya konsumsi zat potasium dapat meningkatkan tumpukan kadar natrium dalam darah.   Disebabkan Oleh Kondisi Kesehatan Tertentu Kondisi kesehatan yang kronis juga dapat meningkatkan risiko hipertensi, hal ini termasuk pada penderita penyakit ginjal, diabetes, serta sleep apnea. Dalam mendeteksi dini penyakit hipertensi ini, perlu dilakukan pengecekan berkala dalam mengukur tingkat tekanan darah. Meski begitu, pengukuran tekanan darah harus tetap dilakukan sesuai dengan anjuran dokter. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Ketua Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia, dr. Erwinanto. SpJP(K). dr. Erwinanto menjelaskan bahwa proses pengukuran tekanan darah di rumah sebaiknya dilakukan setiap hari, setidaknya hingga 3 sampai 4 hari berturut-turut. Kemudian pada saat pengukuran tensi, dilakukan sebanyak 2 kali pengukuran dengan jeda waktu 1 hingga 2 menit untuk memastikan nilai tensi yang didapat adalah valid. "Lebih baik 7 hari berturut-turut pada pagi dan sore hari. Tingkat tekanan darah ditentukan oleh nilai rata-rata semua pengukuran , kecuali pengukuran hari pertama. Jadi, hasil hari pertama jangan dimasukin ke perhitungan rata-rata, ya,"jelas dr. Erwinanto Hipertensi juga dapat diatasi dengan menjalankan pola hidup sehat, seperti melakukan olahraga terartur, mengkonsumsi makanan sehat, mengurangi konsumsi minuman berkafein hingga berhenti merokok. Namun jika kondisi tekanan darah sudah tinggi, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter serta mengkonsumsi obat penurun tekanan darah.