Selasa, 09 Maret 2021 11:06 WIB

Latihan Fisik pada PJK

American Heart Association (AHA) dan American College of Sport Medicine (ACSM) merekomendasikan bagi para penderita PJK untuk berkonsultasi kepada dokter tentang latihan fisik yang diperbolehkan. Latihan aerobik dan latihan ketahanan (resistance training) baik bagi penderita PJK dengan catatan harus dalam pengawasan. Hal ini disebabkan, latihan fisik yang tanpa pengawasan dapat berisiko bagi penderita PJK yang pernah mengalami serangan jantung.

Latihan aerobik atau cardio dapat meningkatkan kemampuan tubuh dalam menggunakan oksigen untuk menghasilkan energi yang digunakan untuk beraktivitas serta meningkatkan daya tahan jantung dan paru.

Dosis latihan fisik perlu dilakukan secara tepat. Semua latihan fisik yang dilakukan perlu memenuhi formula FITT untuk mempermudahkan menghitung tingkat aktivitas fisik saat melakukan olahraga. Formula FITT adalah suatu formula latihan yang meliputi pengaturan aspek-aspek seperti Frekuensi, Intensitas, Tipe, dan Time.

  1. Frekuensi: 3–5 kali dalam satu minggu.
  2. Intensitas: 50–80% dari Denyut Nadi Maksimal (DNM)
    DNM = 220 –  umur.
  3. Tipe: Tipe atau jenis latihan fisik, dari segi sistem energinya bisa mengambil bentuk latihan aerobik atau anaerobik. 
  4. Time: 20–60 menit yang dilakukan secara continue, dan melibatkan otot-otot besar.
  1. Senam Aerobik 
    Senam aerobik dapat melatih daya tahan jantung dan paru-paru untuk waktu yang lama sehingga membantu jantung menggunakan oksigen lebih baik dan memperbaiki aliran darah.
  2. Berjalan Kaki 
    Berjalan kaki sangat baik dilakukan oleh penderita PJK. Dengan berjalan kaki kurang lebih 60 menit dalam sehari akan membantu memperlancar sirkulasi darah. Tidak harus melakukan hal ini sekaligus dalam 60 menit, cukup melakukannya sedikit demi sedikit dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
  3. Yoga
    Manfaat yoga untuk jantung sangat banyak dan baik dilakukan oleh penderita PJK. Dikarenakan yoga dapat memberikan efek tenang dan memperlancar kerja jantung dalam memompa darah.
  4. Bersepeda
    Bersepeda merupakan kegiatan olahraga yang dapat memompa jantung secara signifikan dan tepat. Bersepeda selain dapat memperlancar aliran darah, juga dapat membuat dinding jantung menjadi lebih tebal dan sehat.

Tidak disarankan bagi pengidap penyakit jantung untuk melakukan olahraga yang bersifat kompetitif seperti sepak bola, bulu tangkis, tenis, dan basket yang memicu hormon adrenalin dan justru bisa memperberat kerja jantung.

Baca juga : Pengendalian Faktor Risiko Kejadian PJK