Jumat, 05 Maret 2021 15:21 WIB

Pertolongan Pertama Serangan Jantung

Serangan jantung adalah kondisi darurat medis ketika terjadi penghentian aliran darah yang membawa oksigen ke jantung akibat penyumbatan. Kondisi ini dapat merusak otot jantung karena tidak mendapat suplai oksigen dan dapat membahayakan nyawa.

Hal yang perlu diketahui yaitu (1) Kenali gejala serangan jantung dengan cepat dan (2) Cara memberikan pertolongan pertama.

Jika orang yang mengalami serangan jantung masih dalam kondisi sadar, pertolongan pertama serangan jantung yang bisa dilakukan antara lain adalah:

  1. Coba tenangkan pasien dan hubungi ambulans secepatnya.
  2. Sambil menunggu ambulans datang, bimbing pasien untuk duduk di kursi, lantai, atau bersandar pada dinding. Duduk di lantai lebih disarankan karena dapat mengurangi cedera jikalau tiba-tiba pasien pingsan.
  3. Setelah ia duduk, longgarkan semua pakaian yang dikenakannya.
  4. Jika pasien memiliki obat nitrogliserin yang diresepkan dari dokter, segera berikan obat ini kepadanya. Cara pemberiannya adalah dengan meletakkan tablet di bawah lidah.
  5. Bila tersedia, berikan aspirin 325 mg dan mintalah pasien untuk mengunyahnya, namun pastikan bahwa pasien tidak punya riwayat perdarahan dan alergi aspirin.
  6. Hindari memberikan makanan atau minuman apapun melalui mulut.
  7. Setelah pertolongan pertama serangan jantung diberikan dan ambulans datang, segera bawa ke UGD atau rumah sakit terdekat.
  8. Bila saat menunggu pasien tidak sadarkan diri, lakukan RJP (resusitasi jantung paru).
  1. Segera hubungi ambulans atau mintalah orang lain untuk menghubungi ambulans dan rumah sakit terdekat.
  2. Sambil menunggu bantuan datang, baringkan pasien di tempat yang datar dan lakukan RJP (resusitasi jantung paru).
  3. Bagi yang belum mendapatkan pelatihan RJP, lakukan kompresi dada saja. Ini dilakukan dengan cara meletakan satu telapak tangan pada bagian tengah dada pasien, lalu letakkan tangan satunya di atas tangan yang pertama.
  4. Setelah itu, eratkan jari-jari kedua tangan dan lakukan penekanan pada dada hingga 5–6 cm ke bawah, lalu lepaskan. Lakukan kompresi dada sebanyak 100-120 kali tiap menit hingga pertolongan datang atau pasien merespon. Bergantianlah dengan penolong lain jika kelelahan.
  5. Bagi yang sudah terlatih, lakukan RJP dengan bantuan napas.
  6. Gunakan alat AED (automated external defibrillator) jika tersedia. Pasang, nyalakan, dan ikuti panduan suara yang keluar dari AED mengenai langkah-langkah penggunaan AED tersebut.
  7. Bawa segera pasien ke UGD rumah sakit terdekat.

Jika Anda sendiri yang mengalami serangan jantung, segera hentikan aktivitas apapun yang Anda lakukan dan cari tempat yang aman. Beri tahu orang terdekat dan mintalah mereka untuk segera menghubungi ambulans. Bila tersedia, segera konsumsi obat nitrogliserin atau aspirin yang telah diresepkan oleh dokter.

Baca juga : Pengelolaan PJK