Senin, 08 Maret 2021 14:52 WIB

Penanganan pada Kanker

Berikut dijabarkan beberapa terapi yang diberikan dalam penanganan kanker.

Hal yang dipertimbangkan dalam pengobatan kanker, antara lain:

  • Jenis atau tipe kanker yang diderita.
  • Asal kanker tersebut atau pola penyebarannya.
  • Umur.
  • Kondisi kesehatan umum serta sistem pengobatan yang dapat memengaruhi proses pengobatan kanker.

Pengobatan secara umum yang diberikan, antara lain:

  • Pembedahan atau operasi, yang mengambil tumor bila memungkinkan.
  • Kemoterapi dengan obat-obatan sitostatika (obat membunuh sel kanker).
  • Radioterapi (menggunakan sinar radiasi).
  • Terapi hormonal.
  • Terapi biologis (molekuler atau menggunakan obat non-sitstatika khusus).

Secara umum, biasanya digunakan lebih dari satu macam cara pengobatan di atas, misalnya pembedahan yang diikuti oleh kemoterapi. Bahkan seringkali kelima cara pengobatan di atas digunakan untuk penanganan kanker.

Tubuh membutuhkan kalori dan nutrisi yang cukup untuk tetap kuat. Tetapi penyakit kanker bisa membuat sulit makan dan terkadang bisa tidak ingin makan. Terdapat 3 bagian pengaturan makan, yaitu: sebelum perawatan, selama perawatan, dan setelah perawatan. Ada beberapa trik sederhana untuk membuat makanan yang baik agar menjadi mudah dikonsumsi dan menggugah selera.

  1. Sebelum Treatment
    Mulailah berfokus pada makanan sehat bahkan sebelum memulai perawatan. Itulah mengapa mendapatkan nutrisi yang baik adalah ide yang bagus. Ini dapat membantu tubuh merasa lebih baik dan tetap kuat.
    Lakukan perencanaan makanan tiap harinya dan isi lemari es/lemari penyimpanan di dapur dengan bahan makanan sehat, terutama yang membutuhkan sedikit (atau tidak sama sekali) memasak, seperti kacang-kacangan, sayur, buah, yoghurt, dan biji-bijian lainnya.

  1. ​​​​​​Selama Treatment
    Lebih dianjurkan makan banyak protein dan kalori yang sehat dan tepat. Hal ini akan membuat tubuh kuat dan membantu memperbaiki kerusakan sel-sel tubuh dari perawatan kanker. Makanan berprotein tinggi meliputi:
    • Daging tanpa lemak, ayam, dan ikan.
    • Telur.
    • Kacang, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
    • Keju, susu, dan yogurt.

Usahakan makan setidaknya 2 1/2 cangkir buah dan sayuran sehari. Sertakan sayuran hijau tua dan kuning tua, serta buah yang kaya Vit. C seperti jeruk dan anggur. Makanan berwarna seperti ini memiliki banyak nutrisi yang menyehatkan. Pastikan untuk mencucinya dengan bersih.

Minum banyak cairan sepanjang hari. Air adalah pilihan yang bagus. Alternatif lainnya adalah dengan mengombinasikan pemberian jus atau perasan buah segar. Minum jus atau perasan buah segar dapat memenuhi kebutuhan vitamin serta cairan tubuh agar tetap terhidrasi.

Tidak dianjurkan makan daging mentah atau setengah matang, ikan, dan unggas. Hindari konsumsi makanan atau minuman yang tidak dipasteurisasi.

Makanlah saat terasa lapar. Minumlah dengan minuman berkalori besar seperti jus smoothies sebagai makanan pengganti jika nafsu makan berkurang. Jika nafsu makan berkurang, pilihlah makanan dengan porsi kecil tapi sering (makanlah lima atau enam porsi kecil daripada dua atau tiga porsi besar). Siapkan juga camilan kecil yang sehat, seperti yogurt, sereal, keju, sup kacang merah, sup sayur, dan bubur kacang hijau. Selama menjalani kemoterapi, untuk mencegah rasa mual sebaiknya mengonsumsi makanan kecil sebelum sesi dimulai.

  1. Setelah Treatment dan Kelola Efek Samping
    Banyak efek samping pengobatan kanker yang membuat kita sulit untuk mendapatkan cukup makan. Mengatur pola makan dapat membantu melewati beberapa masalah yang paling umum.

    • Mual/muntah
      Hindari makanan tinggi lemak, berminyak, pedas, atau yang berbau tajam. Makan makanan kering seperti biskuit atau roti panggang setiap beberapa jam. Minumlah cairan bening seperti kaldu dan air.

    • Masalah mulut atau tenggorokan
      Untuk luka, nyeri, atau kesulitan menelan, tetaplah dengan makanan lunak. Hindari makanan yang kasar, membuat gatal, dan makanan pedas atau asam. Makan makanan dengan suhu suam-suam kuku (tidak panas atau dingin). Gunakan sedotan untuk sup atau minuman.

    • Diare dan sembelit
      Untuk diare, sangat penting untuk tetap terhidrasi. Minum banyak cairan dan kurangi makanan berserat tinggi seperti biji-bijian dan sayuran. Jika mengalami sembelit, tambahkan lebih banyak makanan berserat tinggi secara perlahan ke dalam pola makan. Mengonsumsi banyak cairan merupakan kunci untuk memecahkan masalah diare dan sembelit.

    • Perubahan rasa
      Proses treatment dapat memberikan efek pada selera makan. Hal-hal yang tidak disukai sebelumnya mungkin terasa enak sekarang. Jadi terbukalah untuk makanan baru. Penambahan rasa seperti rasa asam atau kecut (misal: pada jahe atau delima), serta rempah-rempah seperti rosemary, mint, oregano, dan rempah-rempah lainnya juga dapat membantu meningkatkan selera makan.

Baca juga : Kesehatan Gigi dan Mulut pada Penderita Kanker