• icon-phone Contact Center Yakes Telkom : 022 - 4521405
  • Contact Center Yakes Telkom : 022 - 4521405

Info Terbaru

image-newest
Artikel

Tips Melindungi Anak yang Belum Vaksin dari Paparan Omicron Senin, 21 Februari 2022 18:24 WIB Penyebaran Covid-19 varian Omicron secara masif terus menyerang berbagai kalangan masyarakat, tidak terkecuali untuk anak-anak. Berbagai pencegahan dari penerapan protokol kesehatan hingga vaksinasi menjadi keharusan guna terhindar dari paparan Covid-19, namun sayangnya vaksinasi masih belum mencakup anak usia dini. Saat ini usia untuk anak yang dapat menerima vaksinasi adalah usia 6 tahun keatas, lantas bagaimana cara untuk dapat mencegah anak usia dibawah 6 tahun aman dari paparan Covid-19 varian Omicron ini? Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk bisa melindungi si Kecil yang belum vaksin dari Covid-19 varian Omicron : Batasi Kegiatan Anak di Luar Rumah Dalam mencegah paparan Omicron kepada anak, orang tua dapat membatasi kegiatan anak diluar rumah dan menggantinya dengan kegiatan bermanfaat lain yang dapat dilakukan didalam rumah. Hal ini guna meminimalisir kontak terhadap pasien covid-19.   Melakukan Bersih-Bersih Sebelum Kontak dengan Anak Untuk orang tua yang habis bekerja dari luar rumah, penting untuk memastikan telah membersihkan diri serta berganti pakaian sebelum berinteraksi atau kontak dengan anak. Hal ini guna mencegah orang tua menjadi kurir yang membawa virus Covid-19 untuk anak.   Beri Penjelasan Kepada Anak Beri informasi terkait pandemi Covid-19 yang sedang terjadi kepada anak, pastikan penjelasan yang diberikan mudah untuk dimengerti sesuai dengan usia anak. Hal ini menjadi penting untuk anak mengetahui hal yang sedang terjadi dan memudahkan langkah pencegahan.   Penuhi Kebutuhan Gizi Serta Ditambah dengan Suplemen Vitamin Asupan gizi anak menjadi penting untuk tetap terpenuhi selama pandemi ini, hal ini dapat membantu daya tahan tubuh anak menjadi tetap kuat. Selain itu, dapat juga dibantu dengan menambahkan suplemen vitamin A, C, dan E. Bersiap untuk Segala Situasi Hal ini termasuk saat anak mulai mengalami gejala dari Covid-19 varian Omicron. Pastikan persediaan obat anak tercukupi serta segera menghubungi dokter untuk memastikan kondisi anak.

image-newest
Informasi

Begini Syarat Sembuh Pasien Omicron yang Isolasi Mandiri Senin, 21 Februari 2022 18:23 WIB Penyebaran kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia masih cukup masif dengan menyerang berbagai kalangan. Meskipun begitu, tingkatan gejala yang tampak dari varian Omicron ini didominasi dengan gejala ringan yang dapat disembuhkan dengan perawatan dari rumah atau isolasi mandiri. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyampaikan pasien positif Covid-19 varian Omicron dengan gejala ringan atau tanpa gejala hanya perlu menjalani isolasi mandiri dengan beberapa ketentuan. Selain itu, Kemenkes juga menjelaskan beberapa syarat untuk pasien Covid-19 yang isolasi mandiri telah dinyatakan sembuh. Beberapa syarat atau kriteria pasien dapat dinyatakan sembuh dari isolasi mandiri adalah sebagai berikut : Untuk Pasien Tidak Bergejala, diwajibkan melakukan isolasi mandiri minimal 10 hari sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi positif Covid-19 varian Omicron. Untuk Pasien Bergejala Ringan, diperlukan isolasi mandiri selama 10 hari sejak gejala muncul kemudian ditambah dengan sekurang-kurangnya 3 hari bebas gejala demam dan gangguan pernapasan. Sehingga total minimal durasi isolasi mandiri adalah 13 hari. Adapun Kemenkes menjelaskan terkait syarat percepatan isolasi dapat dilakukan pada pasien Covid-19 varian Omicron yang sudah mengalami perbaikan klinis pada saat isolasi mandiri. Dengan melakukan pemeriksaan NAAT (metode deteksi molekuler) termasuk pemeriksaan PR-PCR pada hari ke-5 dan ke- 6 dengan selang waktu 24 jam. Jika pada pemeriksaan tersebut hasil yang didapat adalah negatif atau CT>35 sebanyak 2 kali berturut-turut, maka pasien covid-19 dapat dinyatakan sembuh. Namun untuk pasien Covid-19 yang tidak melakukan pemeriksaan NAAT serta RT-PCR pada hari ke-5 dan ke-6 dengan selang waktu 24 jam, tetap perlu melakukan isolasi mandiri.

image-newest
Artikel

Hati-Hati! Kebiasaan Ini Bisa Bikin Lemak Perut Meningkat Jumat, 18 Februari 2022 14:28 WIB Kebanyakan orang tidak menyadari kebiasaan sehari-hari ini justru dapat meningkatkan kondisi lemak dalam perut. Hal ini akan berakibat fatal jika kondisi lemak perut menjadi over atau Obesitas, yang nantinya akan berpengaruh pada kesehatan serta menimbulkan risiko penyakit lainnya. Melansir dari laman Eat This, kondisi lemak perut yang berlebih akan berpotensi menyebabkan beberapa penyakit seperti : Penyakit Jantung Gangguan Pernapasan Diabetes Kematian Dini Adapun beberapa kebiasaan harian yang dapat menyebabkan peningkatan lemak dalam perut diantaranya adalah : Terlalu Banyak Ngemil Kebiasaan untuk selalu makan camilan dapat membuat kondisi lemak dalam perut meningkat, hal ini dikarenakan camilan banyak mengandung lemak jenuh yang tidak baik untuk kesehatan.   Terlalu Banyak Konsumsi Makanan Berkarbohidrat Mengkonsumsi terlalu banyak olahan makanan yang mengandung karbohidrat juga dapat meningkatkan lemak dalam perut, ini disebabkan olahan karbohidrat mengandung kadar gula yang tinggi.   Makan Terlalu Cepat Menurut penelitian yang ditemukan oleh Journal of American Dietetic Association, pola makan yang lebih lambat justru dapat lebih kenyang dibandingkan dengan pola makan secara cepat.   Makan Terlalu Larut Malam Kebiasaan lain yang sering ditemukan adalah makan terlalu larut makan. Hal ini dapat berakibat buruk karena asupan makanan yang dikonsumsi mendekati waktu tidur, tidak dapat tercerna dengan baik dan meningkatkan risiko penumpukan lemak dalam perut.   Melewatkan Sarapan Kebiasaan untuk melewatkan waktu sarapan pagi juga dapat meningkatkan risiko penambahan lemak perut, hal ini disebabkan oleh adanya hormon insulin yang justru dapat meningkat ketika tubuh tidak mengkonsumsi kadar kalori yang normal.   Jarang Melakukan Olahraga Selain kebiasaan makan, faktor olahraga juga dapat menentukan kadar lemak dalam perut, orang yang berolahraga akan menggunakan energi dalam makanan sehingga dapat mengurangi penumpukan lemak. Kebiasaan-kebiasaan tersebut dapat dihindari dengan mulai melakukan kebiasaan hidup sehat yang diiringi dengan rutin melakukan olahraga.

image-newest
Informasi

Tembus 60rb Lebih Kasus Positif Covid Baru, Kemenkes Pastikan BOR RS Nasional Masih Memadai Jumat, 18 Februari 2022 13:27 WIB Perkembangan kasus positif Covid-19 di Indonesia kini telah mencapai 63.956 per 17 Februari lalu. Menanggapi hal tersebut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memastikan keterisian rumah sakit (BOR) masih dalam kondisi yang memadai. Setidaknya hingga 17 Februari siang, jumlah keterisian rumah sakit mencapai 36% dengan total pemakaian tempat tidur sebanyak 33.643 serta yang tersedia sebanyak 92.690. Dengan rincian tempat tidur ICU tersedia 8.627 dan tempat tidur isolasi sebanyak 85.063. Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi, M. Epid terus menghimbau kepada masyarakat untuk tetap melakukan upaya penguatan protokol kesehatan untuk mencegah perluasan penyebaran Covid-19 varian Omicron. “Kita berharap masyarakat tetap waspada walaupun mungkin terjadi penurunan kasus di wilayahnya. Ingat bahwa untuk Jawa dan Bali akan ada potensi peningkatan kasus di 3 sampai 4 minggu ke depan. Oleh karena itu kita tetap menjalankan protokol kesehatan, deteksi dini, dan segera vaksinasi,”jelas dr. Nadia dr. Nadia juga menyampaikan meskipun tingkat perawatan pasien Covid-19 varian Omicron di rumah sakit ini lebih rendah dibandingkan dengan gelombang varian Delta lalu, Ia menyoroti risiko gejala berat untuk beberapa kelompok rentan seperti lansia, pengidap komorbid serta orang-orang yang belum melakukan vaksinasi. "Kita tahu walaupun kematian serta perawatan di rumah sakit akibat Omicron jauh lebih rendah dibandingkan pada saat Delta, tetap akan ada kelompok-kelompok yang berisiko terjadi keparahan dan kematian yaitu kelompok lansia, kemudian kelompok komorbid apalagi komorbidnya lebih dari satu dan tidak terkendali dengan baik,"tambah dr. Nadia

image-newest
Artikel

Tips Redakan Demam Pada Gejala Omicron Kamis, 17 Februari 2022 14:12 WIB Penyebaran Covid-19 varian Omicron yang masif membuat berbagai kalangan masyarakat meningkatkan kewaspadaannya. Meskipun tingkat fatalitas dari varian Omicron ini tidak separah varian sebelumnya, namun gejalanya tetap mengganggu aktivitas harian. Adapun gejala yang timbul akibat varian Omicron salah satunya adalah seperti flu dan demam. Mengingat hal tersebut, Harvard Health Publishing merilis beberapa cara yang dapat dilakukan oleh pasien Covid-19 varian Omicron untuk meredakan gejala yang timbul akibat varian Omicron. Adapun beberapa tips tersebut diantaranya adalah : Pertama adalah dengan tetap terhidrasi. Dalam mengatasi demam yang timbul akibat Omicron, pasien perlu tetap mengkonsumsi banyak cairan demi mencegah terjadinya dehidrasi. Hal ini juga membantu kondisi suhu tubuh agar kembali normal. Kemudian dengan mengkonsumsi makanan yang ringan dan mudah dicerna oleh tubuh, hal ini penting untuk tetap menutrisi tubuh agar terciptanya sistem kekebalan tubuh. Selain itu, dengan asupan gizi yang baik kondisi tubuh akan lebih mudah meredakan demam. Lakukan istirahat yang cukup, hal ini akan membantu meningkatkan imun tubuh serta mengembalikan suhu tubuh yang tinggi akibat demam menjadi normal. Terakhir adalah dengan mengenakan pakaian yang ringan serta nyaman untuk memungkinkan suhu tubuh kembali normal. Selain itu perlu juga diiringi dengan melakukan kompress menggunakan handuk untuk meredakan demam. Terlepas dari beberapa tips diatas, jika mengalami gejala yang berlanjut dari Covid-19 varian Omicron segera melaporkan kepada dokter agar mendapat penanganan lebih lanjut. Tetap jaga protokol kesehatan serta jangan lupa untuk melakukan Vaksinasi primer serta booster agar terhindar dari bahaya paparan Covid-19.

image-newest
Informasi

Jangan Anggap Remeh Komplikasi Covid-19 Pada Komorbid Diabetes! Kamis, 17 Februari 2022 14:10 WIB Peningkatan kasus Covid-19 terutama untuk varian Omicron terus menjadi perhatian berbagai lini masyarakat, termasuk untuk kelompok komorbid penyakit Diabetes. Penderita Diabetes merupakan salah satu kelompok komorbid yang sangat perlu mewaspadai bahayanya komplikasi yang disebabkan oleh Covid-19. Hal tersebut menjadikan kelompok komorbid dengan penyakit diabetes harus segera mendapat tindakan penanganan jika terpapar Covid-19. Potensi risiko dari komplikasi yang dipicu oleh Covid-19 ini dapat diperkecil bagi penyandang diabetes yang dapat mengelola kondisinya.  Meskipun begitu, penderita diabetes diminta untuk tidak menjadi panik ketika teridentifikasi positif Covid-19. Adapun beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk menghadapinya adalah sebagai berikut : Jangan Panik dan Ikuti Saran Dokter Hubungi dokter untuk berkonsultasi terkait langkah apa saja yang perlu dilakukan, selain itu dokter akan memberikan rekomendasi obat atau penanganan yang sesuai dengan kondisi penderita.   Tetap Konsumsi Obat-obatan Penting untuk penderita tidak melewatkan jadwal minum obat.   Cek Gula Darah Lebih Sering Lakukan pengecekan gula darah setiap 4 jam sekali, termasuk pada malam hari.   Perbanyak Minum Air Putih Menjaga kondisi tubuh tetap terhidrasi dengan minum banyak air putih serta menghindari minuman manis. Penting untuk diingat agar penderita diabetes tetap menjaga kadar gula darah terkontrol normal agar tubuh memiliki daya tahan tubuh yang cukup kuat dalam menghadapi infeksi Covid-19. Selain itu, penting untuk penderita diabetes untuk melakukan vaksinasi agar dapat mencegah risiko berat akibat komplikasi yang terjadi jika terjangkit Covid-19. Namun, perlu diingat sebelum menerima vaksinasi, penderita diabetes harus menjalankan konsultasi dengan dokter serta melakukan screening untuk memastikan keamanan kondisi tubuh pasca menerima vaksinasi.

image-newest
Artikel

Jaga Kebugaran Jasmani Dengan Olahraga Kardio Rabu, 16 Februari 2022 13:17 WIB Dalam meningkatkan kebugaran jasmani pada masa pandemi Covid-19 ini, olahraga secara rutin menjadi hal penting yang harus masuk kedalam list kegiatan harian. Dari berbagai macam jenis, olahraga kardio menjadi salah satu opsi menarik. Hal ini tidak terlepas dari hasil yang didapat dari olahraga kardio seperti meningkatkan daya tahan tubuh, membakar lemak tubuh hingga menurunkan berat badan. Namun apa sih sebenarnya kardio itu? serta apa saja kegiatan yang termasuk dalam olahraga kardio yang dapat dilakukan? Olahraga kardio atau kardiovaskular sendiri merupakan serangkaian aktivitas fisik yang dapat membantu meningkatkan kekuatan jantung dan paru-paru. Selama berolahraga kardio, tubuh dilatih untuk dapat bernapas lebih cepat dan dalam sehingga meningkatkan kadar oksigen dalam darah. Selain itu, kegiatan kardio juga dapat meningkatkan kadar oksigen dalam sel sehingga jaringan tubuh juga bisa mempercepat proses pembakaran cadangan lemak yang dapat menurunkan berat badan. Terdapat beberapa latihan kardio yang mengutamakan pernapasan yang diantaranya, Jogging, Bersepeda, serta Berenang. Namun selain melakukan latihan kardio di luar rumah, Anda juga dapat melakukan berbagai serangkaian olahraga kardio di dalam rumah. Hal tersebut seperti : Skaters Latihan ini mirip dengan gerakan sepatu roda dimana gerakan tersebut dimulai dengan berdiri gerak dan kaki dibuka selebar pinggul diikuti dengan lompat ke sisi kanan dan mendaratlah dengan kaki kanan, sembari lutut kiri menekuk lurus. Lalu, lompat ke sisi kiri dengan gerakan berlawanan.   Jump Rope Dikenal juga sebagai gerakan lompat tali atau skipping ini dapat dilakukan dirumah dengan atau tanpa alat bantu.   Burpees Gerakan kardio yang dilakukan dengan memadukan berbagai gerakan seperti lompat, squat, plank, hingga push up. Gerakan ini juga dapat membantu menurunkan badan dikarenakan gerakan burpees ini dapat membakar lebih dari 100 kalori dalam 10 menit.   Mountain Climbers Gerakan ini dimulai dengan posisi plank dengan bagian tubuh bertumpu pada kedua lengan dan kaki. Tekuk lutut kanan ke depan dada dan lakukan hal yang sama pada lutut kiri secara bergantian. Lakukan gerakan ini selama 30-60 detik. Baca juga : Jaga Kesehatan Dengan Pola Makan & Exercise yang Tepat! Ikuti Webinar untuk Cegah Dislipidemia. Adapun berbagai manfaat latihan kardio untuk kebugaran tubuh sangat mempengaruhi kesehatan organ jantung, paru-paru, dan pembuluh darah. Selain itu, terdapat juga beberapa manfaat lain seperti : Membantu menurunkan berat badan serta mempertahankannya apabila dikombinasikan dengan asupan diet sehat dan seimbang. Meningkatkan stamina dan kebugaran tubuh. Selain itu, aktivitas ini juga meningkatkan kebugaran jantung, paru-paru, otot, dan tulang dari waktu ke waktu. Mengaktifkan sistem kekebalan tubuh sehingga terhindar dari berbagai infeksi virus ringan, seperti batuk dan flu. Mengurangi berbagai risiko penyakit kronis, seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, diabetes, dan jenis kanker tertentu. Membantu mengelola sejumlah kondisi kesehatan, seperti menurunkan tekanan darah dan mengontrol kadar gula darah. Berolahraga dapat meningkatkan kadar kolesterol baik atau high-density lipoprotein (HDL) berdasarkan penelitian dari University of South Carolina. Selain itu, berolahraga juga bisa meningkatkan sifat antioksidan dan anti-inflamasi dari HDL. Membantu meningkatkan suasana hati dengan mengurangi efek stres dan depresi. Hal ini juga berdampak pada peningkatan kualitas tidur seseorang.

Info Terpopuler

image-popular
Berita

Digitalisasi Klinik Percetakan Negara, Terobosan Baru dalam Pelayanan Rabu, 16 Desember 2020 03:29 WIB Jakarta – Sebagai implementasi dari pemanfaatan teknologi dalam program POT CINTA, Yakes Telkom meresmikan Yakes Fitness Center yang telah direnovasi serta Digitalisasi Klinik Percetakan Negara di Jalan Percetakan Negara, Jakarta pada Kamis sore lalu(12/11). Upaya digitalisasi setiap program dan layanan Yakes ini ditujukan untuk mempermudah pelanggan dalam mendapatkan layanan sesuai dengan visi TelkomGroup, menjadi digital telco untuk memajukan masyarakat. Kegiatan launching dimulai dengan pemotongan pita secara simbolik oleh Afriwandi, selaku Direktur Human Capital Management TelkomGroup sebagai tanda peresmian dibukanya Yakes Fitness Center dan Digitalisasi Klinik Percetakan Negara. Dalam sambutannya, Afriwandi mengapresiasi kinerja Yakes Telkom dalam meningkatkan customer experience, khususnya memasukkan unsur digital dalam pelayanannya. “Yakes kini sudah berubah menjadi lebih baik, saya yakin kedepannya pasti bisa meningkatkan sistemnya lagi. Apalagi saya dengar citra Yakes Telkom di pelanggan itu positif, itu sangat bagus. Dengan begitu, citra Telkom pun akan ikut menjadi baik”, jelas Afriwandi. Pada kesempatan ini T.Zilmahram selaku Direktur Utama Yakes Telkom memaparkan sekilas tentang jejak langkah Yakes Telkom dalam mewujudukan visi menjadi institusi terbaik di Indonesia dalam mengelola layanan kesehatan berbasis managed care dan teknologi digital terkini. “Saat ini Yakes memiliki program-program POT CINTA untuk menjadi layanan yang lebih proaktif dalam melayani pelanggan. Seperti Sabaya, Yakin, Taman Sehati, Seharum, Kopi Cinta, Digikes, Café Poci, Kozi, Courtesy serta adanya dashboard secara realtime mengenai informasi covid di Telkom Group dan dashboard mengenai informasi investasi” jelas Zil. Kepala Area II Yakes Telkom, Anastasia Muriani juga turut menjelaskan mengenai pelayanan di Klinik Percetakan Negara yang kini semuanya sudah berbasis digital, mulai dari screening hingga konsultasi dengan dokter. “Klinik PN ini akan tetap menjalankan protokol COVID, pengukuran suhu tubuhnya sudah menggunakan thermoscan, tidak lagi memakai thermometer yang ‘ditembakkan’ ke dahi. Kemudian sebelum masuk ke poliknlik, pelanggan akan melakukan triase covid terlebih dahulu melalui website yang telah kami siapkan” jelas Anas. Bagi pelanggan yang ingin mengunjungi Poliklinik Percetakan Negara, lanjut Anas, bisa menggunakan Yakes Mobile untuk menentukan jadwal konsultasi, supaya tidak harus menunggu lama untuk mendapatkan pelayanan dari dokter. Anas juga menambahkan ragam layanan yang tersedia di Poliklinik Percetakan Negara. “Disini itu nanti ada layanan restitusi secara online, ada Café Poci yaitu café yang menyediakan makanan dan minuman bergizi untuk para pelanggan kita, serta taman sehati” pungkasnya. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan penandatangan prasasti secara simbolik oleh DirHCM. Semoga Yakes Telkom bisa semakin lebih baik lagi ke depannya.***dv    

image-popular
Artikel

Telemedicine menjadi alternatif konsultasi dimasa Pandemi Senin, 18 Januari 2021 11:05 WIB Tahun 2020 sudah selesai akan tetapi,  lain halnya dengan Pandemi yang sampai akhir 2020 belum kunjung usai. Dalam masa Pandemik ini, Yakes Telkom memberikan layanan Telemedicine yaitu pemakaian telekomunikasi untuk memberikan informasi dan pelayanan medis jarak-jauh. Telemedicine saat ini, menggunakan teknologi komunikasi dengan gadget untuk memberikan konsultasi fasilitas kesehatan di tempat yang berjauhan, bisa secara langsung via telepon, berkirim pesan, ataupun videocall dengan aplikasi WA (whatsapp) atau aplikasi Telegram. Layanan Telemedicine dibutuhkan oleh Pelanggan dalam masa pandemik Covid-19 saat ini karena ada beberapa layanan yang bisa didapatkan oleh pelanggan dengan menggunakan Telemedicine diantaranya adalah: Layanan Konsultasi medis dengan dokter dan petugas medis lainnya di Yakes Telkom. Memberi kemudahan saat pelanggan ingin mendapatkan Obat Rutin yang dikonsumsi tanpa harus datang ke Poliklinik Yakes Telkom. Permintaan rujukan pemeriksaan Laboratorium dan rujukan ke rumah sakit. Layanan konsultasi tentang restitusi. Layanan konsultasi non medis perihal kepesertaan. Kenapa harus Telemedicine? Guna mencegah penyebaran virus covid-19 lebih baik apabila dirumah saja untuk menghindari kerumunan, itulah sebabnya Yakes Telkom lebih menekankan Telemedicine daripada pelanggan datang langsung ke Poliklinik. Dengan Telemedicine para pelanggan tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan dari Yakes. Untuk layanan medis para pelanggan bisa melakukan konsultasi kepada para dokter, apabila memerlukan obat dokter akan memberikan dan dikirim menggunakan kurir. Demikian juga dengan rujukan bisa juga didapatkan dengan melakukan Telemedicine. Tidak hanya layanan konsultasi medis saja yang diberikan kepada para pelanggan, melainkan dari sisi Non Medispun bisa melakukan Telemedicine, salah satu contohnya adalah layanan Konsultasi kepesertaan. Untuk melakukan laporan update Faskes putra/i dari pelanggan, Pensiunan dapat mengirimkan foto atau scan persyaratan yang sudah lengkap kepada admin kepesertaan untuk diproses lebih lanjut. Selain itu juga pengajuan untuk cetak kartu kesehatan bisa dilayani secara online via Whatsapp ataupun Telegram, dengan mengirimkan persyaratan yang sudah lengkap kepada Admin Kepesertaan pengajuan cetak kartu kesehatan bisa diproses lebih lanjut. Saat ini Yakes Telkom tak henti-hentinya memberikan layanan yang terbaik kepada para pelanggan karena sesuai dengan slogan terbaru Yakes Telkom yaitu Sehat Tekad Kita, Melayani dengan Cinta (YKS05-01)

image-popular
Informasi

Kasus Positif Terus Melonjak, Segera Vaksinasi dan Kencangkan Prokes Minggu, 30 Januari 2022 21:49 WIB Lonjakan Kasus Harian Perupadata mencatatkan penambahan kasus harian Covid-19 sebanyak 9905 kasus (per 28 Januari 2022). Data yang ada juga menunjukkan 90,1% kasus konfirmasi nasional merupakan transmisi lokal dan tercatat sudah 3 pasien kasus konfirmasi Omicron meninggal dunia (memiliki komorbid atau penyakit penyerta dan 1 kasus belum divaksin). Kenaikan kasus harian Covid disinyalir akan terus meningkat dalam beberapa waktu kedepan. Gambaran kenaikan tajam kasus ini juga terlihat di lingkungan TelkomGroup. Munculnya 3 sub varian Omicron Baru-baru ini muncul 3 sub varian Omicron yaitu BA.1 BA.2 dan BA.3, status ketiganya masih terus diteliti. Sementara gejala dibandingkan Delta lebih ringan. BA.2 lebih infeksius dengan gejala lebih ringan dari BA.1. Mutasi virus memang bukanlah hal yang baru, apalagi Variant of Concern cenderung cepat menginfeksi dan akan banyak bermutasi. Yang harus digarisbawahi adalah jangan meremehkan dan jangan abai untuk mencegah virus semakin merajalela dan melahirkan varian yang berbahaya. Cegah dengan Vaksin dan Disiplin Prokes Sesuai dengan anjuran pemerintah melalui Kemenkes, perusahaan turut aktif mengambil langkah-langkah untuk mencegah laju penularan khususnya di lingkungan TelkomGroup dengan mempercepat upaya pelaksanaan vaksinasi booster untuk meningkatkan efektivitas vaksin primer.  Jadi bagi karyawan, pensiunan dan keluarga yg sudah mendapatkan e tiket di Peduli Lindungi dan telah 6 bulan dari vaksin ke 2, segera lakukan vaksinasi booster baik di sentra vaksinasi, RS atau puskesmas terdekat. Ayo kita cegah peningkatan laju Covid dengan tidak panik seraya meningkatkan protokol kesehatan dengan selalu gunakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, rajin mencuci tangan, menghindari bepergian kecuali sangat mendesak, dan menghindari kegiatan makan bersama. Semangat Sehat!  #SEMUAWAJIBPAKAIMASKER #SegeraVaksin

image-popular
Artikel

Be Mindful of Your Mental Health Sabtu, 24 Oktober 2020 08:36 WIB Tidak dipungkiri lagi bahwa kesehatan mental merupakan salah satu bagian yang menandakan sehatnya seseorang. Sehat tidak hanya dilihat dari kondisi fisik saja, tetapi bagaimana kondisi psikologis diri kita. Di tengah kondisi pandemic Covid-19 yang melanda, mari kita tanyakan ke diri sendiri, sejahterakah kita secara psikologis? Sejahtera secara psikologis menandakan bahwa diri kita memiliki perasaan yang baik (feeling good) dan dapat berfungsi secara efektif (functioning effectively). Untuk dapat sejahtera secara psikologis, tentunya kita perlu memperhatikan (mindful) kondisi kesehatan mental. Mengapa demikian? Alasannya sangat sederhana, karena dengan memberikan perhatian maka kita lebih menyadari serta dapat lebih memahami kondisi diri kita. Mindfulness adalah suatu pendekatan integratif yang didasarkan pada hubungan pikiran & tubuh, yang membantu individu untuk mengelola pikiran dan perasaan serta kesehatan mental mereka. Mindfulness merupakan hal yang mudah untuk dilakukan. Salah satu contoh simpelnya adalah dengan kita menyadari bagaimana rasa makanan yang tadi dicicipi? Apa warna baju yang dipakai hari ini? Apa perasaan yang muncul ketika atasan memberikan feedback kepada saya? Apa yang saya rasakan ketika rekan kerja menolak pendapat saya? Sadar akan apa yang sedang dipikirkan atau dirasakan menjadi salah satu wujud agar kita dapat menjalankan hari-hari dengan nyaman serta menemukan solusi yang terbaik untuk permasalahan yang dihadapi. Selain menyadari apa yang terlintas dipikiran dan dirasakan, menyadari apa yang tubuh kita coba untuk sampaikan juga salah satu bentuk mindfulness. Sebagai contoh, saat berada pada situasi penuh tekanan atau kecemasan, ternyata tubuh kita memunculkan reaksi tertentu seperti detak jantung meningkat, otot tegang atau napas terhambat. Dengan memperhatikan perubahan yang muncul tersebut, maka kita dapat pula mencari solusi atas perubahan yang terjadi, salah satu upayanya dengan mengatur napas dengan baik agar tubuh menjadi tenang. Begitu pula dengan situasi Covid-19 yang tengah kita hadapi saat ini, aware terhadap apa yang menjadi pikiran, perasaan, serta pola tingkah laku yang dimunculkan akan membantu kita menentukan langkah pengelolaan yang tepat. Kesadaran ini menandakan pula bahwa kita merawat diri. Kita sadar akan hal yang menjadi pemicu dari kecemasan serta memperhatikan hal-hal apa yang membuat tertekan. Ketika kita mulai memperhatikan kondisi kesehatan mental, tidak hanya diri kita sendiri yang mendapatkan manfaatnya. Manfaat apalagi yang didapat melalui mindfulness? Menyadari kondisi psikologis atau kesehatan mental ini juga dapat membantu mengurangi stigma lingkungan yang buruk terhadap kesehatan mental. Beberapa contoh mindfulness ini adalah, menyadari penggunaan tata bahasa yang digunakan agar tidak menyakiti perasaan orang lain, mengedukasi diri terkait kesehatan mental yaitu dengan mengenali bahwa kesehatan mental memiliki perlakuan yang sama dengan masalah medis lainnya, dan mendengarkan kondisi orang lain tanpa interupsi, asumsi, maupun interpretasi di awal. Nah, beberapa hal tersebut dapat kita latih di kehidupan sehari-hari dan menjadi upaya bagi kita untuk lebih mindful terhadap diri maupun lingkungan sosial. Sudah saatnya kita aware terhadap kesehatan mental. Sesuai dengan kampanye yang dikeluarkan World Federation for Mental Health (WFMH), perayaan Hari Kesehatan Mental Dunia tahun 2020 mengusung tema “Mental Health for All: Greater Investment – Greater Access”, hal tersebut menandakan bahwa sehat mental itu hak setiap orang. Inilah saatnya bagi kita untuk berinvestasi dalam kesehatan mental. By: Rahmi Maya Fitri, M.Psi., Psikolog     “We would never tell someone with a broken leg that they should stop wallowing and get it together. We don’t consider taking medication for an ear infection something to be ashamed of.”  MICHELLE OBAMA     Sumber: https://www.verywellmind.com/improve-psychological-well-being-4177330; https://www.mentalhealth.org.uk/a-to-z/m/mindfulness; https://www.mindfulnessstudies.com/ending-mental-health-stigma-through-mindfulness/

image-popular
Berita

Soft Launching FAST Sebagai Implementasi Core Values AKHLAK Jumat, 01 Oktober 2021 15:00 WIB Yakes Telkom terus berinovasi mendukung visi dan misi serta salah satu yang tercantum dalam POT CINTA yaitu Pelayanan Prima. Bersamaan dengan peringatan hari Kesaktian Pancasila tahun 2021, Yakes Telkom memperkenalkan FAST (First Assistance, Patient Safety, & Early Treatment), Jumat pagi ini (01/10). Acara soft launching FAST dilakukan usai pelaksanaan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila melalui vicon. Hadir pada kegiatan ini BoD, SL, dan seluruh karyawan Yakes Telkom. M. Suny Arifianto selaku Direktur Layanan Kesehatan dan Umum Yakes Telkom menerangkan bahwa FAST merupakan inovasi pelayanan berbasis Fast Respon Team dengan reaksi cepat khususnya untuk usaha live safing dan menurunkan resiko fatality pada pasien yang dibutuhkan pada saat ini sebagai upaya mewujudkan pelayanan prima dengan tiga target customer yaitu: 1. Tim pengawalan atau peserta Event di lingkungan TelkomGroup. 2. Peserta Home Care yang memerlukan pelayanan cepat. 3. Emergency Patient Faskes Yakes Telkom dan Pasien Penanganan Khusus. Konsep layanan ini akan terintegrasi dengan program lain yang akan diluncurkan dalam waktu dekat demi meningkatkan kenyamanan peserta Yakes.  Lebih lanjut Suny menyampaikan bahwa FAST akan diimplementasikan terlebih dahulu di Regional Jakarta dan Jawa Barat. Saat ini FAST menjalankan tugas perdananya di Papua sebagai pendampingan pelayanan kesehatan TelkomGroup pada PON XX Papua. Pada kesempatan berikutnya, Tri Priyo Anggoro selaku Direktur Utama Yakes Telkom memberikan sambutan sekaligus melakukan soft launching FAST (First Assistance, Patient Safety, & Early Treatment). Priyo menjelaskan bahwa FAST dalam pelaksanaannya merupakan cerminan dari implementasi dari nilai-nilai AKHLAK, yaitu Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif serta Kolaboratif. Lebih lanjut Priyo mengucapkan selamat bertugas kepada seluruh tim FAST yang hadir baik di Bandung, Jakarta, dan Papua seraya berpesan agar seluruh tim mampu menunjukkan perannya sebagai tim yang responsif terhadap setiap kebutuhan peserta atas layanan Yakes. Priyo juga mengucapkan selamat bertugas kepada tim FAST yang bertugas mendukung event PON XX di Papua yang saat ini mengawal kesehatan Direktur EBIS Edi Witjara dan jajaran yang belum lama tiba untuk memastikan kesiapan tim TelkomGroup dalam mendukung suksesnya PON XX Papua. (YKS03)