Selasa, 06 Juni 2023 15:09 WIB

Kesehatan Reproduksi

picture-of-article

Kesehatan Reproduksi Kewanitaan

1. SADANIS

Pemeriksaan fisik secara inspeksi, raba, tekan pada payudara. Tujuannya untuk screening kesehatan payudara. Manfaatnya untuk pencegahan kanker payudara.

Pemeriksaan rutin mandiri sangat disarankan dilakukan secara mandiri setiap bulan, pada hari ke 7 setelah haid pertama.

Tingginya angka kanker payudara pada wanita, semakin tinggi lagi risiko jika keluarga inti mengalami hal yang serupa.
Deteksi sedini mungkin, kanker payudara dapat diobati dengan sangat cepat lho!

2. IVA Pap Smear

Tindakan pemeriksaan fisik pada organ reproduksi kewanitaan, dengan tujuan menscreening/deteksi dini kanker leher rahim/servix.

Kanker serviks adalah kanker ke 2 terbanyak pada wanita, yang seringkali telat terdiagnosis.

Pemeriksaan IVA maupun Pap Smear disarankan dilakukan pada peserta wanita yang sudah melakukan hubungan seksual. Minimal dilakukan 1 tahun sekali.

Jika IVA ditemukan +, segera konsultasikan agar ditindak lanjut dengan cryotherapy, yang sudah terbukti menyelamatkan banyak sekali wanita yang memiliki kanker serviks stadium dini.

Jika Pap Smear tertulis terdapat kecurigaan ke arah keganasan, segera konsultasi ke dokter!

Jika tertulis radang, dari kedua pemeriksaan. Mulai secara rutin menjaga kebersihan miss V dan berobatlah untuk radang dengan tuntas.

3. USG Organ Reproduksi

Tumor Jinak (Myoma, Kista)
adalah temuan terbanyak jika disertai nyeri hebat dan perdarahan terdapat temuan ini, Jika terdapat temuan ini, segera konsultasi ke dokter!

Penebalan dinding Endometrium/Endometriosis.
Dengan nyeri terutama saat menstruasi maupun maupun keluhan menstruasi lainnya, kontrolah ke dokter.

Polikistik Ovari (PCOS).
Segerakanlah ke dokter!

USG Organ Reproduksi
Pembesaran Prostat/Prostat Hipertropi/BPH.

Adalah proses alami dengan pernambahan umur kecuali disertai dengan keluhan buang air kecil (tidak puas/ tuntas, sering bak malam hari) maupun adanya tanda infeksi/radang dan tanda kalsifikasi. Jika terdapat temuan ini, segera konsultasi ke dokter.

 

Baca juga : Kesehatan Mental

0 Disukai

251 Kali Dibaca