Jumat, 05 Maret 2021 09:53 WIB

Pemeriksaan untuk Penegakan Diagnosis Covid-19

Penegakan diagnosis Covid-19 dapat dilakukan dari beberapa pemeriksaan. 

  1. Swab PCR Test
  • Sumber: Usap nasofaring dan orofaring
    Dilakukan saat adanya kontak erat dengan pasien positif Covid-19 atau pasien dengan gejala demam batuk flu sesak napas yang memiliki riwayat kontak dengan pasien positif Covid-19.
  • Akurasi: 80-90%.
  1. Rapid Test
  • Sumber: Darah
  • Mekanisme: mendeteksi antibodi dalam darah, yaitu IgM dan IgG. Kedua antibodi yang diproduksi tubuh untuk melawan Covid-19.
  1. Pemeriksaan Darah Rutin
    • Serologi: darah, dengan melihat komponen neutrofil dan limfosit.
    • Peningkatan rasio neutrofil-limfosit dapat digunakan sebagai peringatan untuk tanda awal dari gejala Covid-19 yang berat serta sebagai penanda prognosis yang independen pada pasien Covid-19.
  • CT Value pada hasil pemeriksaan swab adalah suatu hasil dari serangkaian proses pemeriksaan PCR yang menghasilkan suatu angka tertentu. 
  • Beberapa jurnal menyatakan bahwa nilai CT ini berbanding terbalik dengan kemampuan virus untuk menular ke orang lain. Artinya, semakin tinggi nilai CT, semakin rendah kemungkinan virus untuk menyebabkan infeksi.
  • Nilai CT pun diinterpretasikan berbeda-beda dari setiap laboratorium.

Baca juga : Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi Saat Pandemik