Rabu, 14 April 2021 12:59 WIB

Urtikaria

Kelainan kulit yang ditandai dengan peninggian kulit yang timbul mendadak dan/atau disertai angioedema (pembengkakan yang seringkali terjadi akibat reaksi alergi), ukurannya bervariasi, biasanya dikelilingi kemerahan, terasa gatal atau sensasi terbakar, dan umumnya menghilang dalam 1 - 24 jam.

Dibagi berdasarkan 2 macam, yaitu durasi dan faktor pencetus.

  1. Durasi
    1. Urtikaria akut, dengan lama < 6 minggu.
    2. Urtikaria kronis, dengan lama > 6 minggu.
  2. Faktor Pencetus
    1. Urtikaria Spontan
      • Urtikaria Spontan Akut, tidak ada faktor pencetus, lama munculnya < 6 minggu.
      • Urtikaria Spontan Kronis, tidak ada faktor pencetus, lama munculnya > 6 minggu.
    2. Urtikaria Fisik
      • Urtikaria kontak dingin, faktor pencetus dapat berupa benda yang dingin/udara/cairan/angin.
      • Urtikaria kontak panas, faktor pencetus adalah panas yang terlokalisir.
      • Urtikaria demografik, faktor pencetus yaitu tekanan atau goresan mekanis (timbul setelah 1-5 menit tekanan terjadi).
      • Urtikaria solar, faktor pencetus yaitu sinar UV dan/atau visible light.
      • Delayed pressure urticaria, faktor pencetus yaitu tekanan vertikal (timbul setelah 3-12 jam tekanan terjadi).
      • Urtikaria vibratori, faktor pencetusnya yaitu getaran.
    3. Urtikaria tipe lain
      • Urtikaria aquagenik, faktor pencetusnya yaitu air.
      • Urtikaria kolinergik, faktor pencetusnya yaitu peningkatan suhu tubuh akibat olahraga atau makanan pedas.
      • Urtikaria kontak, faktor pencetusnya yaitu kontak dengan bahan yang menyebabkan urtikaria (misal: zat kimia).
      • Urtikaria induksi olahraga, faktor pencetusnya yaitu olahraga.

Urtikaria ditandai dengan peninggian bagian kulit dan/atau disertai angioedema (pembengkakan yang seringkali terjadi akibat reaksi alergi) secara mendadak. Berikut beberapa gejalanya:

  1. Ditemukan adanya pembengkakan pada kulit yang disertai dengan kemerahan.
  2. Terasa gatal atau kadang-kadang ada sensasi terbakar.
  3. Umumnya dapat hilang dalam 1-24 jam, ada yang < 1 jam.
  1. Urtikaria (biduran) biasanya hilang tanpa diobati, tetapi obat antihistamin sering membantu dalam mengurangi gejala.
  2. Penanganan awal bisa dilakukan kompres dingin. Tujuannya mengurangi peradangan dan meredakan rasa nyeri juga gatal.
  3. Medikasi harus berkonsultasi dahulu dengan dokter. Karena diperlukan beberapa anamnesis (pertanyaan yang mengarah dari gejala) dan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab munculnya urtikaria dan menunjang ke pengobatan yang akan diberikan. Biasanya setelah jelas penyebab munculnya urtikaria, maka pengobatannya terdiri dari:
    1. Antihistamin. Tujuannya untuk mengurangi atau menghentikan reaksi alergi.
    2. Steroid. Membantu untuk mengubah atau menstimulasikan efek hormon, sering digunakan untuk mengurangi inflamasi atau memperbaiki jaringan. Penggunaan steroid harus dalam pemantauan dokter untuk menghindari adanya efek samping yang tidak diinginkan.
    3. Anti-radang. Mencegah dan melawan efek pembengkakan pada sendi dan jaringan.
    4. Vasokonstriktor. Tujuannya untuk mempersempit pembuluh darah agar reaksi radang bisa berangsur berkurang.
    5. Prosedur medis lainnya. Melalui tindakan desensitisasi, yakni mengurangi reaksi alergi dengan menyuntikkan zat menyebabkan alergi, diberikan secara bertahap. Tindakan ini biasanya dilakukan jika urtikaria tersebut sudah bersifat kronis dan sangat mengganggu penderita.
  4. Obat-obatan di atas seperti antihistamin, digunakan atau dikonsumsi saat tidak ditemukan adanya perubahan setelah dilakukan penanganan awal dengan kompres dan jika biduran tersebut sudah cukup mengganggu aktivitas.
  5. Jika sudah bersifat kronis, maka sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Agar mendapatkan penanganan yang tepat.
  1. Penderita diharapkan sudah dapat mengidentifikasi dan menghindari penyebab utama urtikaria yang dialami, misalnya setelah beberapa kali menggunakan pakaian yang ketat di bagian lengan bawah dan akhirnya menimbulkan penebalan kulit dan gatal, maka kedepannya hindari penggunaan pakaian tersebut.
  2. Penderita tidak menggaruk lesi (luka urtikaria) karena dapat membuat lesi meluas.
  3. Untuk penderita dengan urtikaria, sebaiknya dapat melakukan self medikasi (mengobati sendiri). Jika tidak ditemukan perubahan saat dilakukan penanganan awal, maka penderita dapat mengonsumsi obat antihistamin.
  4. Urtikaria akut dengan durasi kurang dari 6 minggu umumnya tidak memerlukan pemeriksaan penunjang, tetapi ketika durasi urtikaria berlangsung lebih dari 6 minggu, maka pemeriksaan penunjang sebaiknya dilakukan.
  5. Tanda bahaya pada urtikaria misalnya sesak napas. Tekankan bahwa gejala dapat memburuk dengan cepat sehingga pasien membutuhkan penanganan segera ke IGD.

Baca juga : Mengenal Dermatitis Numularis