Kamis, 11 November 2021 19:04 WIB

Daya Tahan

Daya tahan merupakan salah satu komponen biomotorik yang sangat dibutuhkan dalam aktivitas fisik dan menjadi komponen terpenting dari kesegaran jasmani. Daya tahan adalah kemampuan organ tubuh menahan kelelahan yang diakibatkan lamanya waktu pada aktivitas fisik. Makin jauh jarak yang ditempuh, maka semakin membutuhkan daya tahan. Begitu pula pada olahraga yang berlangsung terus-menerus (siklis) dan membutuhkan waktu yang lama, maka akan membutuhkan kualitas daya tahan yang spesifik.

  1. Daya tahan otot atau anaerobic, yaitu kemampuan sekelompok otot untuk melakukan kontraksi secara berulang melalui periode waktu bertahan yang cukup sampai otot menjadi lemah. Contoh: latihan beban dan penguatan.
  2. Daya tahan kardiorespirasi atau aerobic, yaitu kemampuan seseorang dalam mempergunakan sistem otot jantung melalui latihan yang dapat menaikkan denyut jantung per menit dari DNM (denyut nadi maksimal) dan berdurasi lama. Contoh: latihan kardio, bersepeda, jogging, senam aerobik.

Secara fisiologis, daya tahan berhubungan dengan kemampuan jantung dan organ pernapasan. Kemampuan jantung dapat menambah volume per menit (cardiac output) untuk aliran oksigen dan zat-zat yang dipergunakan dalam sistem metabolik. Dengan adanya ketahanan jantung dalam bekerja, maka pemompaan darah akan lebih lancar sehingga sel-sel yang memerlukan aliran darah dapat dipenuhi sesuai dengan keperluannya. Ada banyak faktor yang memengaruhi daya tahan, diantaranya keturunan, usia, jenis kelamin, biomekanika, sistem saraf, dan aktivitas fisik.

Prinsip latihan daya tahan adalah yang berintensitas rendah namun dilakukan dengan waktu yang cukup lama. Latihan ini dapat dikembangkan dengan latihan daya tahan otot lokal dan latihan daya tahan secara keseluruhan.

Prinsip latihan daya tahan dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu: 

  1. Berdasarkan karakteristik lamanya waktu.
    1. Daya tahan waktu pendek (sampai 2 menit) kemampuan ini disebut kapasitas daya tahan anaerobik.
    2. Daya tahan waktu sedang (2 sampai 8 menit) kemampuan ini disebut kapasitas anaerobik atau juga dapat dikatakan aerobik. 
    3. Daya tahan waktu panjang yaitu kemampuan bekerja lebih dari 8 menit, kemampuan ini disebut kapasitas aerobik.
  2. Berdasarkan karakteristik kemampuan. 
    1. Daya tahan dasar (basic endurance), merupakan kemampuan yang umum atau dasar. 
    2. Daya tahan spesifik yaitu daya tahan yang sudah dimiliki pada setiap jenis olahraga.
  3. Berdasarkan hubungan dengan faktor-faktor yang mendukung.
    1. Daya tahan kecepatan (speed endurance) yaitu kemampuan daya tahan yang dilakukan dengan gerakan cepat. 
    2. Daya tahan kekuatan (strength endurance) yaitu kemampuan daya tahan yang dilakukan dengan kekuatan penuh.

Daya tahan tubuh seseorang dapat diukur melalui tes daya tahan kardiovaskuler. Tes ini dilakukan di laboratorium dan lapangan. Jika dilakukan di laboratorium, tes dilakukan dengan menggunakan sepeda ergometer atau treadmill melalui prosedur Balke. Jika di lapangan, maka dapat dilakukan dengan berbagai metode, antara lain:

  1. Kebugaran jasmani 2.4 km (Cooper)
    1. Hal yang perlu diperhatikan:
      • Usia di atas 13 tahun.
      • Berbadan sehat dinyatakan oleh dokter.
      • Telah mempersiapkan diri ikut tes ini.
      • Memakai pakaian olahraga yang sesuai.
      • Pengukuran dibantu oleh petugas.
    2. Persyaratan pelaksanaan:
      • Sebaiknya pagi hari dilaksanakan tidak melewati pukul 11.00. 
      • Tes dilaksanakan pada lintasan yang rata dengan jarak tempuh 2.4 km.
      • Tes dilakukan dengan cara berlari secepat mungkin, apabila tidak kuat berlari terus-menerus dapat diselingi dengan jalan kaki kemudian lari kembali.
      • Selama tes berlangsung, tidak boleh berhenti/istirahat, makan dan minum.
    3. Kategori Penilaian Tes Cooper:

       
  2. Tes Vo2Max (pengukuran volume oksigen maksimal) lari 15 menit (Balke)
    1. Ketentuan:
      • Usia di atas 13 tahun.
      • Berbadan sehat.
      • Siap melakukan tes.
      • Memakai pakaian olahraga yang sesuai.
    2. Persyaratan pelaksanaan:
      • Sebaiknya pagi hari dilaksanakan tidak melewati pukul 11.00. 
      • Tes dilakukan dengan cara lari secepat mungkin selama 15 menit. 
      • Selama tes berlangsung, tidak boleh berhenti/istirahat, makan dan minum.
    3. Cara menghitung Vo2Max:
    4. Kategori Penilaian Tes Balke:

Baca juga : Zat Aditif