Rabu, 24 Maret 2021 10:46 WIB

Karbohidrat

picture-of-article

Karbohidrat atau disebut juga dengan hidrat arang merupakan salah satu zat gizi makro atau yang banyak dibutuhkan oleh tubuh. Karbohidrat ini akan diproses menjadi gula di dalam tubuh yang diperlukan sebagai sumber energi manusia. Sumber karbohidrat terutama pada makanan yang berasal dari tanaman seperti buah, sayur-sayuran, dan biji-bijian atau padi-padian.

Karbohidrat terbagi atas 2 jenis yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks.

  1. Karbohidrat Sederhana
    Karbohidrat sederhana memiliki rantai kimia yang pendek dan didominasi oleh molekul air sehingga sumber makanannya lebih cepat larut dan mudah diubah menjadi gula dan lebih cepat dicerna. Karbohidrat ini dibagi kedalam 4 jenis:
    • Monosakarida: sirup jagung (corn syrup), saripati dari makanan tumbuhan/ pati, dan madu.
    • Disakarida: gula tebu, pati dari biji-bijian, dan gula susu/laktosa.
    • Gula alkohol: sorbitol/mannitol/inositol, kebanyakan hasil sintesis dari glukosa.
    • Oligosakarida: biji-bijian rafinasi.
  2. Karbohidrat Kompleks
    Karbohidrat kompleks memiliki rantai kimia yang banyak dan bahkan bisa sampai ribuan yang tersusun dalam bentuk rantai panjang, sehingga membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk diserap. Karbohidrat kompleks terbagi atas 2 jenis:
    • Polisakarida: tumbuhan non pati, biji - bijian, umbi - umbian, kacang – kacangan.
    • Serat: tumbuh-tumbuhan, buah yang mengandung pektin tinggi anggur, apel, jambu biji, citrus, arbei, dan barley.

Sumber energi untuk kegiatan sehari-hari
Karbohidrat adalah sumber energi utama sel-sel tubuh terutama otak dan jaringan saraf lainnya. Itulah mengapa seseorang dapat merasa lelah, mudah emosi, dan lemas jika belum mengonsumsi karbohidrat dalam waktu yang panjang. Satu gram karbohidrat dapat memberikan energi sebanyak 4 kilokalori.

Menghemat pemakaian protein di dalam tubuh
Hal ini dapat terjadi karena jika tidak ada karbohidrat yang cukup di dalam tubuh, protein yang tersimpan akan dirombak oleh tubuh untuk dijadikan glukosa sebagai sumber energi. Hal tersebut menyebabkan fungsi awal protein sebagai zat pembangun tubuh menghilang dan akan menyebabkan berbagai kerusakan di dalam tubuh.

Mengatur metabolisme lemak
Dengan tercukupinya asupan karbohidrat, maka dapat mencegah oksidasi lemak tidak sempurna yang menghasilkan badan keton atau disebut kondisi ketosis. Kondisi ketosis ini apabila terjadi dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai jaringan tubuh.

Berdasarkan Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS), karbohidrat yang dibutuhkan adalah sebesar 50-60% dari total energi sehari. Sedangkan anjuran konsumsi gula adalah 4 sendok makan per hari. Selain itu, di Indonesia, kita dapat melihat kebutuhan zat gizi sesuai umur dan jenis kelamin pada tabel Angka Kecukupan Gizi (AKG) Tahun 2019 seperti berikut ini.

Baca juga : Kesehatan Gigi dan Mulut pada Pasien Stroke