Kamis, 18 Maret 2021 00:05 WIB

Depresi Pasca Stroke: Gejala, Dampak, Penyebab, dan Pengelolaannya

Depresi merupakan pengalaman yang umum terjadi pada penyintas stroke. Depresi seringkali terjadi karena perubahan biokimiawi pada otak. Saat otak terganggu, penyintas biasanya tidak dapat merasakan emosi positif. Depresi juga dapat muncul sebagai reaksi normal atas dampak fisik dari serangan stroke. Sekitar 1 dari 3 penyintas stroke mengalami depresi pasca stroke setidaknya sekali setelah serangan stroke. Mayoritas mengalaminya di tahun pertama setelah stroke.

Meskipun memiliki gejala di atas, untuk diagnosisnya tetap harus ditegakkan oleh profesional. Segeralah konsultasikan diri ke profesional untuk lebih mendalami gejala tersebut sehingga mendapat penanganan yang tepat.

  1. Meningkatkan risiko kelemahan fisik.
  2. Meningkatkan risiko gangguan berpikir.
  3. Meningkatkan risiko terjatuh.
  4. Proses dan hasil rehabilitasi stroke yang tidak optimal.
  5. Meningkatkan angka kematian.

Penyebab dari depresi pasca stroke cukup kompleks dan meliputi kombinasi dari faktor biologis dan psikososial. Sedangkan, faktor yang mempengaruhi depresi pasca stroke antara lain:

  1. Tingkat keparahan stroke.
  2. Ada tidaknya kelemahan fisik.
  3. Ada tidaknya gangguan berpikir.
  4. Riwayat masalah mental seperti kecemasan dan depresi sebelum stroke.
  5. Kualitas dukungan keluarga dan sosial setelah stroke.

Baca juga : Kesehatan Gigi dan Mulut pada Pasien Stroke