Rabu, 14 Juli 2021 11:29 WIB

Neurodermatitis

Disebut juga Liken Simpleks Kronis, merupakan suatu peradangan kulit kronik yang sangat gatal dan likenifikasi (area kulit yang menebal, keras, dan kasar), disebabkan garukan atau gosokan yang berulang.

Penyakit kulit ini sangat gatal hingga mengganggu tidur, namun tidak berbahaya dan tidak menular. Keluhan gatal dapat timbul intensif/terus menerus/sporadis dan semakin menjadi bila ada stres psikis.

  • Diawali dengan timbulnya bercak kemerahan (eritema), bengkak (edema), atau papul berkelompok pada permukaan kulit yang sangat gatal dan terjadi terus-menerus atau hilang timbul.
  • Rasa gatal pada umumnya hilang saat beraktivitas dan muncul saat beristirahat atau saat tertekan/stres/cemas.
  • Bagian kulit yang terasa gatal akan melebar, bertekstur kasar, keras, dan menebal akibat garukan yang terus menerus.
  • Jika sudah berlangsung lama, permukaan kulit yang terkena lebih gelap dari kulit sekelilingnya.
  • Bersifat kambuhan atau hilang timbul.
  • Dapat terjadi luka akibat garukan yang bisa menimbulkan infeksi.
  • Bercak kulit ini biasanya muncul di kulit kepala, leher, pergelangan tangan, lengan, pergelangan kaki, area anogenital (vulva, skrotum, anus), dan bisa timbul juga di area kulit tubuh manapun.

Penyebab penyakit ini tidak diketahui secara pasti, namun ada beberapa faktor risiko yang memicu terjadinya neurodermatitis, yaitu:

  • Gangguan kecemasan seperti stres, trauma, atau rasa tertekan.
  • Riwayat keluarga. Jika ada keluarga yang memiliki riwayat alergi akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit ini.
  • Usia dan jenis kelamin. Kebanyakan dialami oleh perempuan berusia 30-50 tahun. Perempuan lebih berisiko daripada laki-laki.
  • Kulit kering.

Diawali dengan menanyakan gejala yang dialami oleh penderita, terutama awal munculnya gatal dan dokter melakukan pemeriksaan fisik pada kulit yang terkena. Untuk penegakan diagnosis tidak diperlukan pemeriksaan penunjang khusus. Pemeriksaan histopatologi dapat dilakukan apabila gambaran klinis meragukan.

  • Menghindari faktor pencetus, yaitu hindari menggaruk. 
  • Emolien adalah sediaan sederhana seperti krim yang mengandung air, dapat juga berbentuk sediaan yang lebih berminyak meliputi parafin putih yang lembut, salep emulsi, dan salep parafin putih cair. Emolien menyejukkan, menghaluskan, dan melembabkan kulit.
  • Untuk mengurangi rasa gatal dapat diberikan: 
    • Emolien sebagai kombinasi dengan kortikosteroid topikal (salep klobetasol propionat 0.05%, bisa di berikan satu /dua kali sehari), jika mengenai anogenital (daerah anus dan genital) diberikan terapi tunggal krim emolien. 
    • Salep Tacrolimus 0,1% atau krim pimekrolimus 0,1 %  2 kali sehari selama 12 minggu. 
    • Mentol, Pramoxine dan Doxepin.
    • Menjaga kelembaban kulit dengan diberikan pelembab agar kulit terasa lembut dan nyaman.
  • Jika penyebab neurodermatitis adalah gangguan kecemasan, maka dokter spesialis kulit bisa merujuk ke psikolog atau psikiater.

Baca juga : Kesehatan Gigi dan Mulut pada Pasien GGK