Rabu, 03 Agustus 2022 11:23 WIB

Nyeri Lutut (Knee Pain)

picture-of-article

Lutut, salah satu sendi terbesar dalam tubuh, terdiri dari 3 buah tulang, yaitu tulang paha (femur), tulang kering (tibia), dan tempurung lutut (patella), yang disatukan oleh sebuah jaringan luas yang terdiri dari ligamen, tulang rawan, tendon dan otot.

 

Nyeri lutut adalah rasa nyeri yang muncul karena keluhan muskuloskeletal yang umum terjadi dan sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari seperti berjalan, berlari, menendang, duduk, berdiri, dan lain-lain.

 

Nyeri lutut dapat terjadi pada siapa saja dan dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya: 

  1. Cedera. Mengalami cedera pada bagian lutut dapat menjadi penyebab lutut sakit saat ditekuk. Hal ini karena saat mengalami cedera di bagian lutut, tulang rawan, ligamen, dan tendon dapat mengalami ketegangan dan kerusakan.
  2. Robekan meniskus. Meniskus adalah lapisan tulang rawan yang berfungsi untuk melindungi dan menstabilkan persendian lutut. Saat menggerakkan sendi lutut, lapisan inilah yang membuat tulang paha dan tulang kering tidak saling bergesekan satu dengan yang lain. Ketika meniskus mengalami robekan, fungsinya dapat terganggu dan bisa menyebabkan gesekan langsung antar tulang. Hal ini akan menyebabkan rasa nyeri saat lutut ditekuk. Robekan meniskus dapat terjadi ketika melakukan pergerakan yang memaksa rotasi lutut sewaktu kaki sedang berpijak kuat, misalnya gerakan memutar mendadak saat sedang berolahraga.
  3. Sindrom nyeri patellofemoral (patellofemoral pain syndrome). Patellofemoral pain syndrome merupakan kondisi nyeri pada bagian tulang lutut (patella). Biasanya rasa nyeri yang muncul terasa di sekitar lutut atau bagian belakang lutut. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, diantaranya:
    • Terlalu sering menggunakan lutut seperti melakukan olahraga lari dengan intensitas yang berat dan gerakan melompat yang berulan
    • Dislokasi atau patah tulang pada tempurung lutut yang disebabkan oleh cedera atau trauma pada lutut
    • Tekanan dalam waktu lama, misalnya saat naik turun tangga, berdiri, atau duduk terlalu lama
  4. Pengapuran sendi (osteoarthritis). Osteoarthritis juga bisa menjadi penyebab lain lutut sakit saat ditekuk. Peradangan pada sendi akan menyebabkan penipisan bantalan pada persendian sehingga menyebabkan rasa sakit, kaku, dan pembengkakan.

Selain terjadi di area lutut, osteoarthritis  juga bisa muncul di bagian sendi lain, seperti tangan, pinggul, dan tulang punggung. Risiko seseorang untuk mengalami osteoarthritis akan semakin besar apabila telah berusia lanjut, memiliki berat badan berlebih (obesitas), dan pernah mengalami cedera pada sendi lutut.

 

Penanganan cedera dapat dilakukan sedini mungkin secara mandiri maupun dengan bantuan tenaga kesehatan jika keluhan tidak kunjung membaik. Penanganan cedera lutut dapat dilakukan secara mandiri menggunakan metode R.I.C.E, yang meliputi:

  1. Rest (Istirahat). Istirahatkan lutut yang sakit, hentikan kegiatan yang membuat lutut semakin sakit saat ditekuk, dan hindari aktivitas yang membuat pembebanan terhadap lutut semakin berat
  2. Ice (Kompres es). Kompres es batu yang dibalut dengan handuk dan sejenisnya pada bagian yang sakit. Kompres selama 15-20 menit dan ulangi setiap 2 jam sekali
  3. Compression (Penekanan). Lakukan penekanan dengan perban elastis pada bagian lutut yang sakit, hal ini dapat mencegah terjadinya pembengkakan. Perhatikan saat melakukan lilitan perban jangan terlalu kencang karena akan mengakibatkan tersumbatnya pembuluh darah dan darah tidak mengalir dengan lancar
  4. Elevation (Mengangkat). Berbaring dan posisikan lutut lebih tinggi dengan diganjal oleh bantal atau sejenisnya, teknik ini dapat meredakan pembengkakan pada bagian lutut yang sakit

Latihan atau exercise merupakan salah satu cara yang dapat membantu proses pemulihan nyeri lutut. Bentuk-bentuk latihan yang dapat dilakukan antara lain:

Knee Stretch

  1. Posisikan badan terlentang di atas permukaan yang keras seperti matras
  2. Tekuk dan tarik lutut bagian kanan ke arah dada
  3. Tahan selama 8 detik, kemudian turunkan perlahan
  4. Lakukan bergantian pada kaki kiri
  5. Tekuk dan tarik kedua lutut ke arah dada
  6. Tahan selama 8 detik, kemudian turunkan perlahan
  7. Ulangi sebanyak 3 set

One Leg Extension

  • Posisikan badan terlentang di atas permukaan yang keras seperti matras
  • Tekuk kedua kaki 
  • Arahkan salah satu kaki ke atas hingga lurus (telapak kaki menghadap ke atas)
  • Tarik ujung kaki ke arah dalam selama 5 detik
  • Lakukan secara bergantian di kaki lainnya
  • Lakukan sebanyak 5 kali dan ulangi 3 set

Knee Kick

  • Posisikan badan terlentang di atas permukaan yang keras seperti matras
  • Tarik lutut  atau lakukan tendangan lutut mengarah ke depan hingga maksimal
  • Lakukan secara bergantian di kaki lainnya
  • Lakukan sebanyak 8 kali dan ulangi 3 set

Leg Curl

  • Posisikan badan tengkurap, buka kaki selebar bahu
  • Tekuk kedua kaki ke arah bokong
  • Lakukan sebanyak 8 kali dan ulangi 3 set

Chair Stand

  • Duduk di kursi dengan posisi kaki dibuka selebar bahu
  • Simpan kedua tangan di depan dada
  • Lakukan gerakan berdiri sempurna dengan tetap menyimpan tangan di depan dada
  • Lakukan sebanyak 8 kali dan ulangi 3 set

Untuk mencegah nyeri lutut, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan, yaitu:

  1. Menjaga berat badan agar tetap ideal dan terhindar dari kegemukan
  2. Membiasakan diri untuk melakukan pemanasan sebelum berolahraga
  3. Bila ada keluhan nyeri lutut berulang, berenang merupakan olahraga yang baik untuk dilakukan
  4. Menggunakan pelindung lutut

Baca juga : Nyeri Siku (Elbow Pain)

0 Disukai

62 Kali Dibaca