Rabu, 13 Maret 2024 10:00 WIB

Demam Berdarah

picture-of-article

Saat perubahan musim dari cuaca panas menuju hujan atau sebaliknya, perindukan nyamuk juga akan semakin meningkat. Hal ini yang dapat menjadi penyebab meningkatnya kasus DBD. Kasus DBD bisa menjadi kasus dengue berat jika pasien juga memiliki faktor risiko yang bisa menyebabkan infeksi dengue berat.

Demam berdarah dengue alias DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi virus dengue. Jika tidak ditangani dengan tepat, pasien berisiko mengalami komplikasi DBD yang bisa berakibat fatal.

Faktor risiko DBD yang dimaksud di antaranya, yaitu:

  1. Pasien anak berusia kurang dari 1 tahun.
  2. Anak atau remaja dengan obesitas.
  3. Perempuan menstruasi dengan riwayat penyakit maag berat.
  4. Anak-anak dengan penyakit kronis seperti ginjal, hati, leukimia, serta jantung.
  5. Anak-anak yang sedang mendapat pengobatan jangka panjang penyakit kortikosteroid.

Kenali tanda tanda demam dengue yang muncul. Gejala demam berdarah, antara lain:

  1. Demam. Pada tahap awal, demam berdarah sulit dibedakan dengan demam pada penyakit atau flu biasa. Tetapi pada DBD, demam naik turun (demam bifasik) yang terjadi 2-7 hari.
  2. Muncul bintik bintik kemerahan.
  3. Nyeri sendi.
  4. Nyeri otot.
  5. Nyeri pada area belakang bola mata.
  6. Manifestasi perdarahan (kulit, mukosa, pencernaan).

Sekitar 1 dari 20 orang yang sakit demam berdarah akan mengalami demam berdarah yang parah. Perhatikan tanda dan gejala demam berdarah yang parah. Tanda-tanda peringatan biasanya dimulai dalam 24-48 jam setelah demam menghilang.

Berikut ini tanda peringatan demam berdarah yang parah:

  1. Sakit perut, nyeri saat tekan.
  2. Muntah (minimal 3 kali dalam 24 jam).
  3. Pendarahan dari hidung atau gusi.
  4. Muntah darah atau darah dalam tinja.
  5. Merasa lelah, gelisah, atau mudah tersinggung.

Pencegahan DBD penting untuk dilakukan agar terhindar dari risiko tersebut. Setiap orang sudah sangat familiar dengan slogan pencegahan demam berdarah (DBD) yang berbunyi 3M: menguras, menutup, dan mengubur.

Namun, prinsip pencegahan DBD bukan cuma itu. Cara yang paling utama adalah dengan memastikan diri tidak digigit nyamuk Aedes aegypti untuk menghindari penularan demam berdarah. Hal ini bisa dilakukan dengan menjaga lingkungan tetap bersih, juga menggunakan penangkal nyamuk agar tidak berkembang biak di rumah.

Berikut beberapa upaya pencegahan yang dapat dilakukan:

  1. Menguras bak mandi seminggu sekali. Genangan air merupakan tempat bagi nyamuk Aedes aegypti berkembang biak. Nyamuk betina pertama-tama akan bertelur pada dinding bak yang terisi air. Larva nyamuk yang menetas dari telur kemudian akan mendapat makanan dari mikroorganisme di sekitarnya. Seiring waktu, larva nyamuk akan tumbuh menjadi nyamuk dewasa. Keseluruhan siklus ini berlangsung selama 8–10 hari dalam suhu ruang. Maka dari itu, menguras dan membersihkan bak mandi minimal seminggu sekali adalah cara pencegahan DBD yang paling utama. Kebiasaan ini dapat membasmi nyamuk Aedes aegypti serta memutus rantai penularan demam berdarah.

  2. Bersihkan wadah penampung air lainnya. Jangan hanya berhenti sampai di kamar mandi. Berbagai wadah lain di rumah yang menampung air perlu untuk dikuras dan dibersihkan untuk mencegah demam berdarah. Perabotan seperti baskom, kaleng, vas atau pot bunga, ember, dan lain sebagainya dapat menjadi sarang bagi nyamuk jika tidak rajin dikuras. Biasakanlah menguras wadah-wadah air tersebut setidaknya dua kali seminggu sebagai langkah pencegahan demam berdarah di rumah. Setelah itu, tutup rapat wadah yang kemungkinan bisa menjadi sarang nyamuk. Buang wadah-wadah yang sudah usang dan tidak terpakai agar tidak jadi tempat genangan air.

  3. Pasang kasa dan kelambu nyamuk untuk mencegah nyamuk DBD masuk ke dalam rumah. Kasa bisa dipasang pada setiap lubang ventilasi dan jendela. Kasa nyamuk ada berbagai macam, ada yang terbuat dari kawat, magnet, bahkan sampai jaring-jaring rapat yang tipis namun kuat menghalau masuknya nyamuk dari luar. Pencegahan demam berdarah juga perlu dilakukan dengan memasang kelambu di kamar tidur. Kelambu dapat dipasang dengan mengelilingi ranjang atau menutupi ranjang bayi.

  4. Jangan menumpuk atau menggantung baju terlalu lama. Kebiasaan menunda-nunda melipat cucian dan membiarkannya menumpuk begitu saja dapat menjadi tempat favorit untuk dihinggapi nyamuk. Hal ini dikarenakan nyamuk menyukai aroma tubuh manusia. Jika memang harus menyimpan kembali baju yang baru dipakai, lipat kemudian simpan pada tempat yang bersih dan tertutup.

  5. Gunakan lotion atau krim anti nyamuk. Lindungi diri dengan mengoleskan losion anti nyamuk setiap kali akan bepergian keluar rumah atau ke tempat terbuka. Ikuti petunjuk pemakaian yang tertera pada label kemasan. Oleskan krim terutama pada bagian tubuh yang tidak tertutupi pakaian. Jangan mengoleskan krim anti nyamuk pada kulit yang tertutup pakaian. Jika menggunakan tabir surya atau sunscreen, oleskan tabir surya terlebih dahulu baru lotion anti nyamuk. Sebaiknya tetap lindungi tubuh dengan krim anti nyamuk meski sedang di rumah. Kemudian oleskan lagi menjelang waktu tidur karena nyamuk demam berdarah aktif sepanjang malam. Prinsipnya, sering-sering mengoleskan krim berulang kali sepanjang hari di mana pun berada. Oleskan ulang sesuai petunjuk di kemasan, misalnya ada yang harus diulang setiap 3 jam sekali. Untuk memastikan diri kita dan keluarga lainnya tidak alergi dengan bahan-bahan obat nyamuk, tes dulu dengan menotolkan sedikit krim pada kulit punggung tangan sehari atau dua hari sebelum pemakaian. Kalau melihat ada tanda-tanda alergi, hentikan pemakaian dan basuh area kulit yang dioles sampai bersih. Hubungi dokter jika perlu.

  6. Gunakan pakaian tertutup saat keluar rumah. Kita akan lebih rentan digigit nyamuk Aedes pada pagi dan sore hari. Sebagai cara pencegahan penularan DBD dari diri sendiri, kenakanlah pakaian panjang yang menutupi kulit. Baik ketika di rumah maupun saat keluar rumah. Agar pencegahan demam berdarah lebih efektif, semprotkan dulu obat permethrin pada sepatu, celana/rok, kaos kaki, dan pakaian. Permethrin adalah obat yang mampu melumpuhkan dan membunuh tungau, termasuk nyamuk. Gunakan permethrin sesuai petunjuk pemakaian yang tertera di label kemasan. Jangan langsung semprotkan permethrin pada kulit.

  7. Fogging. Selain rutin melindungi rumah pakai obat nyamuk semprot atau obat nyamuk bakar, penting juga untuk membiasakan kegiatan fogging. Fogging adalah cara pencegahan demam berdarah (DBD) secara massal dengan penyemprotan obat nyamuk yang mampu menjangkau area lebih luas. Pencegahan demam berdarah (DBD) dengan fogging biasanya dilakukan ketika masuk musim pancaroba atau ketika angka kasus demam berdarah di lingkungan sekitar mulai meningkat. Obat fogging mengandung zat kimia piretroid sintetis (insektisida) yang dilarutkan dengan air, kemudian diuapkan menjadi kabut asap. Asap fogging dapat menyebar cepat ke pelosok bangunan dan dapat cepat membunuh nyamuk serta jentik-jentiknya. Maka itu, setiap penghuni rumah wajib membiarkan semua pintu dan jendela rumah mereka terbuka selama fogging berlangsung. Jika dilakukan dengan tepat, fogging tidak akan berisiko pada kesehatan. Namun agar tidak terlalu banyak menghirup asap, sebaiknya gunakan masker atau “evakuasi” dulu ke tempat terbuka dengan aliran udara lancar. Fogging paling baik dijadwalkan pada sekitar pukul 5.30 - 7.30 pagi atau 4.30-6.30 malam. Waktu tersebut adalah saat nyamuk demam berdarah sedang aktif keluar dari sarangnya.

  8. Pangkas dan bersihkan tanaman liar di pekarangan rumah. Pekarangan hijau dan penuh bunga memang membuat penampilan rumah makin cantik dan apik. Namun, tanaman harus rajin-rajin dirawat agar tidak menjadi sarang nyamuk. Rerumputan lebat dan kumpulan ilalang liar yang tidak terawat dapat menjadi sarang nyamuk tersembunyi. Terlebih ketika di musim hujan, tidak semua airnya terserap ke dalam tanah. Kadang masih ada sisa-sisa genangan air yang bersembunyi di antara tanaman yang tumbuh liar. Di sinilah nyamuk akan bebas berkembang biak menelurkan ribuan jentiknya. Babat rata dan rapikan pekarangan atau tanaman liar di sekitar rumah. Jangan lupa juga untuk menguras setiap pot dan tutup lubang-lubang genangan, ratakan dengan tanah.

  9. Hias rumah dengan tanaman anti nyamuk alami Selain yang sudah disebut di atas, dapat memanfaatkan alternatif alami lainnya sebagai cara pencegahan demam berdarah (DBD) di rumah. Misalnya, menghias interior rumah dengan tanaman pengusir nyamuk seperti serai wangi, bunga lavender, daun peppermint, dan bunga geranium (tapak dara). Letakkan pot-pot kecil berisi tanaman tersebut di lokasi yang strategis, misalnya pojokan rumah, di dekat jendela, atau pintu-pintu masuk. Bisa juga dengan menanam di pekarangan rumah untuk menghalau nyamuk berkeliaran di luar. Terutama untuk jenis tanaman yang tidak bisa dipelihara dalam pot, seperti serai dan lemon balm. Cara lainnya adalah dengan memasang lilin aromaterapi dengan wewangian dari tanaman pengusir nyamuk tersebut, misalnya lilin dengan aroma lavender atau geranium. Nyalakan lilin aromaterapi pada malam hari. Namun perlu diingat, berbagai bahan alami ini belum terbukti 100% aman dan efektif sebagai pencegahan demam berdarah atau DBD untuk semua orang. Maka dari itu, sebaiknya tetap prioritaskan menggunakan produk obat anti nyamuk komersil yang memang telah teruji pasti.

  10. Vaksin DBD. Jika semua cara pencegahan di atas sudah semua dilakukan tapi masih takut akan risiko DBD, dapatkan vaksin dengue di klinik atau rumah sakit terdekat. Ya, tidak banyak yang tahu bahwa sebenarnya vaksin dengue sudah lama ada di Indonesia. Vaksin dengue pun juga sudah disetujui oleh BPOM RI. Vaksin diberikan sebanyak 3 kali dengan jarak antar pemberian dosis per 6 bulan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan vaksin dengue sebagai cara pencegahan demam berdarah sudah dapat diberikan pada orang-orang yang berusia 9-45 tahun. Namun berdasarkan penelitian, vaksin dengue akan paling manjur jika mulai diberikan pada anak berusia 9-16 tahun.

  11. Menjaga daya tahan tubuh. Langkah terpenting lainnya yang perlu dilakukan sebagai pencegahan DBD atau demam berdarah adalah meningkatkan daya tahan tubuh. Dengan sistem kekebalan tubuh yang baik, risiko terkena penyakit pun dapat dikurangi. Mencegah demam berdarah dengan cara banyak mengonsumsi berbagai jenis makanan sehat dapat meningkatkan daya tahan tubuh sekaligus memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Aturlah menu makanan yang kaya akan vitamin dan mineral seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, serta daging. Berolahraga juga cara terbaik menjaga kesehatan tubuh guna mencegah demam berdarah. Usahakan untuk olahraga secara rutin. Tidak perlu terlalu berat, contohnya seperti cukup berjalan santai selama 30 menit per hari. Kurangi pula kebiasaan buruk seperti merokok, minum alkohol, kurang tidur, serta pelajari cara mengelola stres yang baik.

Baca juga : Hordeolum

0 Disukai

109 Kali Dibaca